Dream It, Plan It, Do It!!

Dulu pas gue masih sekolah salah satu cita-cita gue adalah:

” Masuk kampus gajah, lulus, terus bikin pencakar langit tertinggi di Indonesia “

Yep, sesederhana itu.

Lalu beberapa tahun belakangan, gue menganggap cita-cita gue terlalu kenakak-kanakan dan gue nggak begitu mempedulikan lagi tentang cita-cita bikin pencakar langit itu.

Setelah gue lulus kuliah dan memutuskan untuk kerja, sekarang gue masuk di salah satu perusahaan kontraktor Indonesia. Ada on job training yang harus gue lalui dulu selama 5 bulan dan di 3 bulan terakhirnya gue di tempatkan di proyek. Well, kemarin ini hari keempat gue di proyek dan ternyata gedung di proyek gue ini direncanakan untuk jadi salah satu pencakar langit tertinggi di Indonesia. Pas baru tau kemarin, gue jadi inget sama cita-cita gue dulu. So, bisa terlibat dalam proyek ini walau hanya dalam masa training, membuat gue cukup senang. Doa gue dulu telah dijawab dengan indah oleh Allah. Gue juga semakin yakin Allah tak pernah salah memilihkan jalan.

Ngomong-ngomong soal proyek, ritme kehidupan proyek cukup berbeda dibandingkan di kantor pusat kemarin. Namun gue masih bertahan menjadi komuter Bogor-Jakarta sampai saat ini. Walau baru tiba di rumah nyaris jam 12 malam dan harus berangkat pagi-pagi lagi besoknya sekitar pukul 5.30. Commuter line masih saja ramai walau sudah larut malam. Ekspresi lelah bekerja menghiasi wajah-wajah para pengguna commuter line itu, termasuk gue tentunya. Beberapa terlelap tidur kelelahan, beberapa memandangi layar hp mereka dalam keheningan dan sebagian lainnya memandangi keluar jendela, entah apa yang dilihatnya, padahal malam sudah terlalu gelap.

Walau ritme hidup harus berubah lagi, banyak hal yang bisa digali disini buat gue yang freshgrad dan belum begitu ngerti implementasi dari ilmu yang telah gue pelajari dulu. Kedengarannya klise kalau kata salah seorang manager gue. Tapi ya memang begitu adanya. Kalau kata Larry King, “kebanyakan klise itu benar”. Intinya sih dimanapun tempat kita bekerja, kita harus bisa beradaptasi dan belajar sebanyak-banyaknya.

Sekarang juga udah masuk Tahun 2016. Resolusi-resolusi tahun ini (dan untuk beberapa tahun kedepan) harus sudah mulai direncanakan. Rutinitas tanpa tujuan yang jelas akan sangat membunuh. Rencana tanpa implemetasi juga tak akan merubah apa-apa.

Akhir tahun lalu gue mulai berpikir tentang lebih banyak hal. Karena hidup tak melulu soal karir, banyak hal yang sebenarnya lebih penting. Perlahan-lahan semoga segala sesuatunya dapat diselesaikan dengan baik. Semoga di tahun 2016 ini segala rencana-rencana dapat terealisasi dengan baik. Yah pokoknya dalam hidup, menurut gue, kita harus punya mimpi atau cita-cita atau tujuan atau apapun itu. Setelah itu rencanakan. Lalu yang terpenting adalah realisasikan. Dream it. Plan it. Do it.

Leave a comment