Pada akhirnya gue nyerah juga jadi komuter yang sampai rumah jam 12 malem dan besoknya harus cabut lagi jam 5.15 pagi. Yep, akhirnya gue ngekos di daerah deket proyek. Awalnya pertimbangan gue buat tetep jadi komuter Bogor-Jakarta supaya bisa ketemu nyokap bokap tiap hari. Tapi balik semalem itu gue rasa malah bikin mereka khawatir tiap hari, lagipula tiap balik dari proyek gue juga cuma ngobrol sebentar dengan mereka karena gue harus cepet tidur.
Opsi buat ngekos ini gue ambil karena banyak pertimbangan. Jadi komuter dengan ritme yang kayak gini gue rasa udah nggak optimal lagi. Jarak proyek dengan rumah gue juga lebih jauh kalau dibandingin dengan dari kantor pusat ke rumah gue. Setiap hari kurang lebih hanya tidur 3 jam, well ditambah tidur di kereta pagi sekitar 30 menit, kira-kira totalnya hanya 3.5 jam. Perjalanan pulang juga menjadi hal yang sangat melelahkan karena sudah tengah malam. Sehari-hari seolah hanya bekerja di proyek, perjalanan pulang-pergi, dan tidur saja. I love my job actually, but I wanna do something else. I hate a routine. Jadi gue rasa dengan ngekos I could save my time to do something else, kayak baca buku, doodling, nulis dan lain-lain. Seenggaknya ada selingan lain di sela-sela rutinitas gue. Just break the routine!
Banyak yang bilang kalau bekerja di proyek adalah pekerjaan yang cukup berat. Mulai dari jam kerjanya dan juga beban kerjanya. Gue masih newbie disini, jadi gue belum bisa menilai, tapi memang jam kerjanya cukup tinggi. Banyak juga yang mempertanyakan alasan gue memilih kerja di kontraktor. Gue hanya menjawab dengan jawaban yang seringkali dianggap klise: “Saya ingin mengetahui teknis di lapangannya seperti apa Pak”. Gue memang berencana untuk belajar sebanyak-banyaknya disini, karena gue menyadari bahwa pada prakteknya apa yang telah gue pelajarin selama ini sebenernya adalah suatu hal yang sangat kompleks.
Well, selain harus paham teori-teori design, kita harus tau bagaimana metodenya, bagaimana manajemen pelaksanaannya, bagaimana cara kita menyampaikan pendapat kita agar diterima dengan baik, bagaimana kita mengatur setiap bagian agar target kita dapat tercapai dan lain sebagainya. Hey! Welcome to the real world! kita dituntut buat punya both hard and soft skills. Kalau gue pribadi, gue rasa gue harus banyak-banyak belajar kedua skill ini. Gue menganggap bahwa tempat gue bekerja adalah tempat gue belajar. Walau terkadang ada beberapa hal yang sulit untuk dipelajari, it’s okay, yang penting kita udah mencoba untuk belajar, toh manusia juga punya limitnya. Untuk hard skill ya kita bisa tanya-tanya pada orang yang kita anggap sebagai mentor, siapapun yang ada disana karena mereka lebih punya banyak pengalaman. Don’t be afraid to ask question. Kalau memang kita nggak tau ya kita harus tanya. Kalau gue, biasanya cari tau dulu sendiri, terus kalau masih nggak tau ya gue tanya, pun kalau udah dapet jawabannya gue konfirmasi lagi. Selain itu kita bisa belajar dari hal-hal yang sangat sederhana, kayak ngamatin orang per orang: bagaimana cara mereka berinteraksi, bagaimana cara mereka menyampaikan pendapatnya atau bagaimana cara mereka belajar.
Nyaris semua pekerjaan itu berjalan di dalam suatu sistem, dimana satu bagian dengan bagian yang lainnya saling terkait. Tentu butuh komunikasi yang baik antar bagiannya. Disinilah soft skill sangat diperlukan. Soft skill tentu nggak hanya soal komunikasi aja, tapi juga tentang etos kerja, integritas dan semangat untuk terus belajar. Dan gue rasa di sini lah wadah untuk belajar dan menempa diri gue. So, stop complaining! anggap aja ini wadah untuk belajar.
Walau begitu gue nggak mau jadi workaholic. Karena hidup nggak hanya soal kerja, kerja dan kerja. You have family, friends, and hobbies. Gue pengen tetap produktif dalam melakukan kegiatan sampingan gue yang lain. And yet I’m still trying to pursue my dream study in Netherlands. Well, for me dream is something that make me feel more alive. Karena ada sesuatu yang harus dikejar.
Well, barusan gue lagi ngerapih-rapihin file laptop gue dan nemu gambar yang gue bikin sekitar 4.5 tahun lalu. Ini kayaknya gue bikin pas gue baru masuk kuliah. Thanks to the old me dengan mimpinya untuk cepet lulus. Harusnya gue nemu gambar ini lagi pas TA kemarin biar semangat ngerjain TAnya wkwk. Tapi nggak papa gambar ini mengingatkan gue dengan semangat gue pas masih muda remaja dulu.

Oke, sekian dulu karena ada pekerjaan yang harus gue selesaikan untuk besok. Yah pokoknya prinsip gue sih be a life long learner, love your job but break the routine. Semoga setelah ngekos ini gue juga bisa nulis lebih berkala lagi.
Salam Hangat