After Break

 

Well, jadi sekarang gue masih stay di Jakarta walaupun project gue di Padang. Yah kedepannya gue nampaknya cuma ke Padang kalau pertengahan bulan aja. Kata temen gue yang di project, project ini kayak project maya buat gue karena informasi yang gue dapet cuma dari foto, video, cctv ataupun telpon temen-temen di site. Alih-alih ke project sendiri, gue malah lebih sering ke kantor owner wkwkwk. Ya, gue nggak tau harus sedih atau seneng sih. Seneng sih soalnya deket rumah haha.

Sekarang gue cukup menikmati pekerjaan gue ini. Walaupun dihantui deadline karena schedule yang ketat, kerja di project emang agak lebih fleksibel dibanding di office. Ya walaupun tetep aja kalau ada meeting, pergi dan pulangnya pasti nggak lepas dari belenggu kemacetan ibu kota. Tapi walaupun begitu stay di Jakarta ada untungnya juga karena gue bisa pulang ke rumah ketika weekend tiba. Yah jadi anak bungsu dengan kakak yang tinggal di luar kota juga sering membuat gue kepikiran nyokap bokap.

Ngomong-ngomong soal dunia kerja banyak hal menarik yang bisa ditemui di sini. Selain ilmu-ilmu teknis, kita bisa tau macem-macem karakter orang. Gue bertemu cukup banyak karakter orang. Banyak diantara mereka yang ngasi gue wejangan-wejangan gimana caranya bisa survive dan berkembang di ranah pekerjaan ini. Kebanyakan dari mereka suka cerita tentang pengalamannya selama ini. Ada juga yang semangat banget ngasih wejangan ketika tau kalau gue fresh grad. Gue sih seneng kalau dengerin cerita-cerita mereka karena dari sana kita bakal dapet gambaran hal-hal apa aja yang mungkin akan kita temui kedepannya.

Well, selain dengerin cerita-cerita para suhu. Menurut gue ketika kita masuk ke dalam suatu lingkungan baru we should find our mentor. Yep, kita cari orang yang bisa dan mau ngajarin kita. Banyak-banyak bertanya aja, yah tapi tetep ada batasannya sih. Kalau kita bisa cari tau sendiri dulu ya cari tau dulu, kalau nggak nemu ya tanya. Mereka suka kok dengan orang-orang yang mau belajar. I’m still a newbie, but I’ll try my best Sir kalimat itu sering banget gue lontarkan. Gue sering banget emphasize kata newbie dan anak bawang wkwkwk.

Beberapa waktu yang lalu salah seorang senior gue pas kuliah nanya

“Persiapan S2 gimana Bil?”

“Errrrr… nihil Kak”

Bener juga, gue nyaris lupa sama rencana gue sendiri. Yah sebenernya nggak lupa sih, cuma gue lupa memberikan effort untuk rencana gue itu sampai detik ini. Project gue sekarang ini udah cukup menguras fokus gue dan gue menyadari untuk membagi fokus gue emang cukup sulit untuk saat ini. Lagipula gue masih baru disini, jadi gue rasa butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Jadi gue akan fokus pada project ini dulu sampai project kelar. Which is until May 2017.

Semakin kemari gue juga semakin menyadari bahwa tiap orang punya pilihan jalan masing-masing. Yep, sesuai passion mereka, atau tujuan mereka atau apapun itu. Nggak ada yang benar dan salah. Yang penting kita harus mengambil pilihan yang kita yakini dan nggak akan kita sesali seumur hidup kita nanti. Yah, barusan aja salah satu temen gue ada yang dilema banget ketika dia mendapat 2 kesempatan yang dateng bersamaan  dan dua-duanya emang dia inginkan. Tapi hidup emang penuh dengan pilihan. Akhirnya doi memilih menjadi pengajar sesuai dengan passionnya, berkontribusi buat bangsa. Mengesampingkan salah satu rencana pribadinya. Luar biasa memang kawan satu itu.

Yah sebagian teman-teman gue yang lain saat ini sedang melanjutkan masternya. Tersebar di mana-mana. Bahkan beberapa ada yang udah dapetin master tepat setahun setelah mereka wisuda S1. Beberapa yang lain memutuskan buat bekerja dulu, termasuk gue. Ya, masing-masing dari kita pada akhirnya akan memilih jalan yang kita yakini kan.

Kalau diinget-inget, ketika awal-awal gue kerja dulu gue sempet demotivasi. Saat itu gue lagi kerja di office, di kantor pusat tepatnya. Kemonotonan dan rutinitas sebagai seorang komuter Bogor-Jakarta benar-benar melelahkan. Gue berkali-kali mempertanyakan kenapa gue harus menjalani semua rutinitas itu. Masa-masa kuliah tiba-tiba aja menjadi terasa sangat indah dan ngangenin banget. Saat itu rasanya gue belum click banget dengan apa yang gue kerjakan. Untung itu nggak berlangsung lama dan sekarang gue udah menikmati apa yang gue kerjakan.

Di tim gue yang sekarang gue termasuk yang paling muda. Terkadang gue bahkan dipanggil si bungsu sama temen-temen gue. Tapi gue sih oke-oke aja, karena yah seenggaknya gue jadi nggak canggung kalau mau minta diajarin sama mereka. Kejaran gue dalam project kali ini nggak banyak, berusaha menyelesaikan tugas gue dengan baik dan belajar hal-hal baru yang gue temui. Belakangan gue juga mulai menggambar lagi, untuk menghilangkan kejenuhan gue.

Gue juga sadar satu hal, bahwa kita tidak dapat menyelesaikan semua rencana kita sekaligus. Satu-satu, selesaikan satu-satu. Yang jelas just live in the moment. Maksud gue kita nggak usah mengkhawatirkan apa yang bakal terjadi di depan atau terus terlarut dengan nostalgia masa lalu.

 

Leave a comment