Billion Asteroids

“There are billion asteroids scattered in our galaxy. If one of the asteroids enters the Earth, survive its fiery passage through the atmosphere and lands on lithosphere, it become meteorite. Then, if the asteroid enters the atmosphere and vaporizes, it becomes meteor or more commonly known as a shooting star”

I still remember that lesson, especially the last part …enters the atmosphere and vaporized.. yeah vaporized..I just don’t understand myself, I have mixed feeling lately, it’s not really me. Come on back to your sense Bil.

Belakangan gue merasa lebih melankolis dari biasanya. Entah kenapa perasaan gue agak nggak jelas juga belakangan.

2016 udah mau berakhir dan gue juga udah semakin tua errrr. Rencana untuk lanjutin studi di tahun 2019 juga semakin dekat. Tapi yah belakangan gue agak sangsi sendiri dengan diri gue. Kalau gue gini-gini aja dan kayaknya belakangan malah mengalami sedikit degradasi ilmu ketekniksipilan gue. Apa gue yakin tahun 2019 nanti gue siap lanjut S2. Gue rasa emang gue butuh ngerefresh otak gue lagi. Walau nggak tau gimana.

Ketika bekerja, memang agak sulit buat nyisihin waktu buat sekedar buka-buku buku lagi. Apalagi buku kuliah lu dulu. Walaupun gue masih bekerja di bidang yang sama, cuma gue di assign di salah satu bagian yang agak jauh dengan apa yang gue dalamin selama kuliah dulu. Yang gue handle sekarang sifatnya sangat general. Di tim proyek yang sebelumnya, well ketika gue OJT sih, gue masih sering dikasi kerjaan yang sesuai dengan apa yang gue dalamin. Tapi sekarang, beda banget, tapi apapun yang terjadi, yang namanya tanggung jawab itu ya harus diterima dan dilaksanakeun.

Tentang rencana S2 gue sendiri, nantinya gue juga masih belum begitu tahu pasti akan mendalami bidang apa. Tentu teknik sipil secara general, namun secara khususnya gue masih perlu mempertimbangkan banyak hal.

Well, sebenernya karena suatu kejadian, gue jadi inget lagi akan rencana gue ini. Suatu kejadian kecil doang sih, walau waktu rasanya terhenti beberapa saat tapi toh langit tetap pada tempatnya dan bumi masih berputar seperti biasa. Dan karena hal kecil itu juga gue jadi inget, bukannya masih banyak hal yang ingin gue lakukan. Lanjutin S2, kursus barista, punya perpustakaan, berkeluarga, mengejar cita-cita bersama dan masih banyak lagi. You only live once Bil.

Karena memang kita cuma hidup sekali jadi kita sebaiknya harus memahami betapa singkatnya hidup di dunia yang sebenarnya temporer ini. Gue rasa, banyak hal yang memang sebenernya pengen kita lakukan di dunia ini tapi kita harus ingat bahwa pada akhirnya dunia ini hanya sebagai tempat transit saja. Tempat transit buat kehidupan manusia yang lebih kekal dan kita harusnya paham betul tentang hakikat kita sebagai manusia. Belakangan gue juga jadi kangen dengan lingkaran kecil di Jumat siang. Lingkaran dimana gue dapat wejangan-wejangan kecil nan berarti, dimana gue diingatkan dan diluruskan kembali.

Kini gue akui cukup sulit buat menemukan lingkaran yang sama. Gue hanya bisa terus berdoa untuk stay on the right track dan selalu inget hakikat hidup gue sendiri. Beberapa waktu yang lalu gue juga sempet chatting singkat dengan mentor gue jaman kuliah dan mendapat sedikit wejangan. Pas gue pulang ke Bogor kemarin, gue ambil buku Salim A Fillah dari lemari buku gue. Beliau adalah salah satu penulis favorit gue. Bagaimana beliau merangkai kata-katanya membuat kisah yang beliau ceritakan menjadi sangat menarik. Terakhir kali gue dengar beliau mau menerbitkan buku lagi.

Nampaknya memang blog ini pada akhirnya menjadi jurnal yang terlalu personal. Seringkali gue menulis disini emang cuma untuk refleksi diri gue. Sudah sejauh mana atau apakah gue masih berada di jalur yang benar err. Well, mungkin ada baiknya blog ini sekali-sekali gue isi dengan tulisan yang agak bermanfaat. Semoga saja.

“When the meteor vaporizes to eternity, it means the end of its long journey. I just wonder how lonely its journey in the middle of our cold dark space”

Leave a comment