“That day when the stars came falling. It’s almost as if a scene from a dream. Nothing more, nothing less than a beautiful view” Taki-Mitsuha, Kimi No Na Wa.
Gue baru aja kelar nonton Kimi No Na Wa kemarin malem, well, another great anime dari Makoto Shinkai. Artworknya Makoto Shinkai benar-benar nggak pernah mengecewakan. Story line anime tentang body swap romance ini juga cukup bagus, complicated dengan plot maju mundurnya. Endingnya kayak kebanyakan animenya Makoto Shinkai, menggantung. Tapi setidaknya tidak semenggantung 5 cm per second yang sering bikin jadi nelangsa kalau habis nonton itu. Anime ini recommended buat ditonton, visualnya sangat memanjakan mata.
Well, tadinya post ini mau gue buat two days in a row gitu sama post sebelumnya, tapi karena berbagai hal nggak jadi deh. Oke ini cuma short escape gue doang sih sebelum Monday meeting pagi tadi sebenernya. Tapi baru sempat ngepost sekarang di tengah macetnya jalanan ibu kota. Weekend kemarin gue masih juga lembur sampai jam 1 malam. Yah bahkan kemarin lusa sebelum keluar makan malem sama Nyokap Bokap kemarin owner gue udah nanyain kerjaan aja. Emang sih there’s no weekend banget kalau lagi kerja di proyek gini, tapi at least ya gue nyisihin waktu buat Nyokap Bokap dulu lah. Tapi biasanya hari Minggu lebih tenang sih dibanding Sabtu.
Weekend kemarin ini gue balik ke Bogor, menghabiskan weekend bersama Nyokap Bokap. Sebenernya minggu kemarin tadinya gue mau kumpul sama sohib-sohib SMA, sayangnya schedulenya nggak pas dan nggak nemu hari yang cocok. Akhirnya hanya menguap jadi wacana begitu saja. 2 Minggu lagi salah seorang sahabat gue mau nikah, temen SMA gue yang beberapa menit setelah kenal gue pas MOS dulu langsung bilang gue jahil. Dulu pas SMA errr sampai kuliah gue emang terkenal iseng. Entah, kayaknya karena emang gue kurang kerjaan. Time goes too fast dude, really fast.
Nggak kerasa juga udah 1 tahun lebih sejak gue lulus dan meninggalkan Bandung. Pertanyaan lu udah ngapain aja dan kedepannya lu mau gimana masih aja seringkali hinggap di pikiran gue. Well, nggak seintens dulu sih. Tapi yah sejauh ini gue nggak pernah menyesali pilihan yang gue ambil ini. Menyelesaikan apa yang udah dimulai dan menikmati hidup. Semakin kesini gue makin sadar kalau semakin kita bertambah tua, maka pemikiran kita pun akan semakin rasional. Tapi tetep aja rasional dan pesimis itu seringkali beda tipis. Rasional menurut gue sih cara melihat dengan kaca mata yang lebih luas.
Well, tinggal 6 bulan lagi sebelum project gue yang di Padang selesai. Dulu 15 bulan seakan-akan terasa sangat lama, tapi waktu berlalu dengan sangat cepat. Entah setelah ini gue ditempatkan dimana. Sayangnya gue biasanya hanya di Padang beberapa hari saja, jadi gue belum bisa terlalu mengeksplorasi Padang. Kecuali errr makanannya. Beruntung sebagian besar tim project gue orang sana, jadi mereka tau tempat-tempat yang recommended. Kapan-kapan gue mau mencoba menghabiskan weekend gue di Padang.
Terkadang secara random sebelum tidur gue suka melakukan midnite contemplation. Banyak hal yang terjadi beberapa tahun terakhir ini, gue hanya mencoba berada pada jalur gue. Terkadang kejadian-kejadian yang datang secara mendadak itu justru mengingatkan kita untuk kembali pada jalur dan berpegang pada apa yang kita yakini.
“Do the people think that they will be left to say ‘We Believe’ and they will not be tried?” [Al-Ankabut (29:2)]