Gue lagi menikmati libur di rumah siang ini. Oh iya gue sudah kembali ke ibukota sekarang. Jumat 19 Mei kemarin merupakan grand opening proyek gue. Setelah grand opening proyek, sesuai dengan kesepakatan yang udah ada, gue akan kembali bekerja di head office. So, it’s time to say good bye to Padang.
Beberapa minggu terakhir di kota yang terletak di pantai barat Sumatera ini rasanya jadi sedikit melankolis juga. Ketika terakhir kali tiba di Padang beberapa minggu lalu, gue diajak keliling kota sama co workers gue. Kita keluar memang udah agak maleman sih, sekitar jam 9an kita baru keluar. Habis makan malem di Safari Garden yang cukup cozy di daerah Nipah (Anyway you should try their Rendang Pizza) kita memutuskan buat keliling-keliling kota Padang.
Kita menyusuri chinatown-nya Padang di daerah Pondok, dengan banyak klenteng-klenteng dan bangunan-bangunan yang didominasi warna merah. Daerah ini termasuk salah satu hot spotnya Padang juga lho. Lu bisa nemuin banyak coffee shop dan cafe di sini, selain itu ada dua tempat legendary yang menjajakan es durian.
Setelah selesai menyusuri chinatown kita bergerak ke arah pantai barat. Begitu kita keluar dari daerah Pondok menuju ke arah pantainya, kita langsung disambut sama gemerlap lampu-lampu kapal yang lagi bersandar di Muara Batang Arau. Sangat melankolis, perpaduan antara bangunan-bangunan tua di sekitarnya, tepi laut dan gemerlap lampu-lampu kapal. Daerah ini juga merupakan salah satu tempat favorit untuk berkumpul. Selain ada taman kecil yang berbatasan langsung dengan tepi laut, pedestriannya juga lebar dan tertata cukup rapi. Biasanya kita bisa mendapati remaja-remaja bermain roller blade disana.
Lalu kita melintasi jembatan Siti Nurbaya, jembatan legendaris yang cukup ramai dengan penjaja makanan di sepanjang sisi kanan kirinya. Kursi-kursi yang ditata berjajar menghadap arah laut juga mereka sediakan bagi para pembeli. Jembatan ini menghubungkan Kota Padang dengan Gunung Padang yang menjadi latar belakang novel yang ditulis oleh Marah Rusli. Sampai diujung jembatan tadi, kita memutuskan untuk berputar balik dan kembali menyusuri pantai barat Padang.
“Gue membuka jendela mobil dengan agak rendah, membiarkan angin laut menerpa muka gue. Kapan lagi, keluar jam 11 malam dan diterpa langsung oleh angin laut”
Kita terus menyusuri pantai barat hingga mencapai Taplau. Taplau malam itu terbilang cukup ramai. Gue mendapati beberapa pemuda yang menggunakan pakaian Persib. Rupanya baru saja ada pertandingan antara Persib dan Semen Padang. Well, Taplau ini selalu ramai di akhir pekan. Baik dari warga lokal maupun pelancong dari kota tetangga. Oh iya kalau kita kesini pagi-pagi kita bisa mendapati kapal-kapal penangkap ikan yang baru berlabuh.
In brief, malam itu gue cukup senang bisa mengelilingi kota Padang lagi sebelum balik ke Jakarta.
Grand Opening proyek gue juga berjalan lancar. Feels like our effort had been paid off lah. 14 bulan yang lalu kita baru mulai land clearing. Lalu masuk ke tahap pemancangan dan bored pile yang penuh tantangan karena kondisi tanah yang didominasi pasir lepas. Lalu overlaping dengan pekerjaan galian yang sangat dipengaruhi oleh keadaan muka air tanah. Ketika masuk ke tahap pengerjaan struktur atas, kita mulai dihadapkan pada pasokan material dan cuaca. Pada fase pengerjaan atap kita dihadapkan pada keterbatasan lahan yang ada dan lagi-lagi cuaca. Hingga akhirnya masuk ke tahapan finishing.
Berada di proyek yang tergolong crash program seperti ini memang cukup menantang. Dan gue sangat berterimakasih kepada para manager dan co-workers yang sudah membimbing dan bekerja sama selama ini. Banyak pembelajaran yang gue dapatkan disini.
Well, ini muka-muka bahagia pasca grand opening kemarin.
Terus kemarin juga accidently ketemu Pak Ishadi, dirut Trans Media pas gue lagi strolling around di GF. Sempat ngobrol sekilas dengan beliau, dia beliau tertarik mendengarkan bagaimana kita menyelesaikannya kurang dari 15 bulan. Walau udah senior beliau sangat antusias mendengar cerita kita-kita yang masih muda ini. Lalu, ketemu Pak M. Nuh juga, dulu gue inget banget beliau pas jadi menteri pernah sidak ke SMA gue di tahun 2011 ketika lagi UN. Time flies banget, kayak baru kemarin SMA wkwkwk.
Setelah grand opening kemarin beberapa hari kemudian gue meninggalkan Padang untuk kembali ke ibukota. Well, semoga bisa berkunjung ke Padang lagi.

