Gue menyeruput asupan kafein kedua gue hari ini, kali ini dengan rasa lebih sedikit lebih pekat dibandingkan yang tadi siang gue dapatkan di ruang HCM. Setelah bertemu dengan beberapa fresh grad tadi siang, selain sedikit refreshing dengan mereka, gue jadi merasa lebih muda beberapa hari. Walau setelah itu kembali tersadar dengan pekerjaan yang agak menumpuk di meja gue. Gue pulang lewat senja, lalu kabur ke salah satu kedai kopi favorit gue, yang tak begitu ramai.
Belakangan gue mendapatkan banyak kabar bahagia, dua sahabat gue menikah bulan ini. Yang satu menikah minggu lalu di Garut, setelahnya gue mampir ke Bandung. Sedikit bernostalgia bersama beberapa teman kosan, makan di kaki lima tempat gue biasa makan bila pulang larut malam dari kampus. Tepat di dekat pertigaan menuju kampus, dengan udara malam bandung yang dingin sembari mengamati lampu-lampu kendaraan. Memang benar, bahagia itu sederhana. Keesokan paginya gue pergi lagi ke salah satu kedai makan di Sekeloa, yang nyaris semua teman sejurusan gue tau. Gue pergi dengan mantan teman-teman kosan gue, bersenda gurau mengenai hal-hal yang sangat receh. Rasanya gue nggak ingin hari berganti.
Minggu depan seorang sahabat gue yang lain akan menikah. Di Solo, tempat kita kerja praktik dulu. Gue dan dua orang teman gue akan pergi dengan kereta kesana. Salah satu sahabat diskusi paling mantap, yang banyak membaca dan menulis.
Lalu dua orang sahabat gue yang lain akan pergi ke Jerman beberapa bulan lagi. Gue merencanakan untuk bertemu mereka dalam waktu dekat. Keduanya orang hebat, satunya adalah kawan SMA sekaligus teman sekampus dan satunya teman sejurusan gue. Senang rasanya mendengar kabar akhirnya mereka bisa mendapatkan apa yang direncanakan selama ini.
Lalu tadi siang, gue pergi makan bersama kawan-kawan dari HCM yang secara random mereka menanyakan rencana gue kedepan. Yang jelas gue masih menunggu 2 tahun lagi dan saat ini gue masih mau menekuni apa yang gue kerjakan. Yah beberapa bulan ini gue sudah kembali menjadi pekerja kantoran, berangkat pagi dan pulang lewat senja. Tapi setidaknya saat ini gue bisa mengikuti kelas olahraga, lalu mencoba membaca-baca buku yang sempat terabaikan dan menyempatkan bertemu kawan-kawan yang sedang di Jakarta untuk mendapatkan kehidupan yang lebih seimbang.