“Life is too short to chase unicorns. It’s too precious to rely on a rabbit’s foot.”
Udah lama gue nggak melakukan review buku yang gue baca. Kali ini gue mau review bukunya Gary Keller & Jay Papasan, The One Thing. Sebelum memutuskan untuk beli dan baca, gue liat review yang cukup bagus di forum-forum.

Buku ini secara overall ngebahas tentang bagaimana kita bisa mencapai tujuan kita dengan fokus ke satu hal secara bertahap dan bahwa nggak semua hal itu setara. Karena melakukan banyak hal dalam waktu yang bersamaan bisa jadi malah membawa side effect terhadap hasil pekerjaan kita.
“Going small is ignoring all the things you could do and doing what you should do. It’s recognizing that not all things matter equally and finding the things that matter most”
Di sini si writer memperkenalkan domino effect, gimana sesuatu yang kecil tapi dengan progress yang linear bisa menghasilkan result yang besar. Jadi di tahun 1983, Lorne Whitehead menulis dalam American Journal of Physics bahwa sebuah domino nggak hanya bisa menjatuhkan domino lainnya, tapi juga bisa menjatuhkan domino yang ukurannya 50% lebih besar dari domino itu sendiri.
Jadi kira-kira kalau dimodelkan dengan linear progression, domino berukuran 2 inch akan bisa menjatuhkan domino pada urutan ke 18 dengan tinggi setara dengan Menara Miring Pisa, lalu di urutan 23 setara dengan Eiffel Tower dan Puncak Everest pada urutan ke 31. Sehingga menghasilkan impact yang cukup besar untuk ukuran domino yang terbilang kecil.
“So line up the priorities, find the lead domino and whack away at it until it falls. Success is built sequentially. It’s one thing at a time”
In this book they also told us that there are 6 lies that usually mislead us
- Everything matters equally
- Multitasking
- A discipline life
- Willpower is always on Will-Call
- A balancee life
- Big is bad
Beberapa poin-poin di atas membuat gue bepikir ulang tentang beberapa hal yang gue yakini selama ini kayak hidup yang disiplin dan seimbang. Kalau untuk multitasking sih, agaknya selama ini gue tergolomg orang yang single tasker. Gue cenderung menyelesaikan sesuatu dulu sampai selesai baru pindah ke hal yang lain.
Selanjutnya mereka ngebahas tentang bagaimana menghasilkan sesuatu yang extraordinary
- Live with purpose
- Live by priority
- Live for productivity
Kita diminta untuk punya definite purpose dalam hidup kita. Selanjutnya kita harus menentukan prioritas yang tepat, karena purpose without priority is powerless ceunah. Lalu yang terakhir kita harus melakukan time block untuk prioritas kita itu. Time block sendiri adalah salah satu cara buat memastikan apa yang harus dikerjakan betul-betul dikerjakan.
Terakhir, ada quote yang gue suka
“Productivity isn’t about being a workhorse, keeping busy or burning the midnight oil. It’s more about priorities, planning and fiercely protecting your time” -Margarita Tartakovsky-
Well, sekian dulu dari gue karena secangkir kopi di depan gue udah mau habis.