Step Out!!

Beberapa minggu lalu atau sekitar sebulan yang lalu gue udah memantapkan hati buat memilih sesuatu. Saat itu gue sangat yakin akan keputusan yang gue ambil tapi nggak tau kenapa, hari ini gue sedikit ragu. Keragu-raguan muncul ketika gue udah jalan sekitar 70% dan batas waktu tinggal beberapa hari lagi. Nggak tau kenapa. Hal yang bisa gue lakukan sekarang memastikan bahwa diri gue sebenarnya akan baik-baik saja. Ini sebenarnya keputusan yang besar dalam hidup, bisa dibilang begitu, ketika kita keluar dari zona-sangat-nyaman kita. Saat ini gue memang bisa dikatakan berada dalam zona nyaman gue, gue sekolah nggak jauh dari rumah gue. Kira-kira sebulan bisa pulang dua kali sembari melepas rindu dengan keluarga, gue termasuk ke dalam mayoritas di lingkungan gue, dan gue dikelilingi teman-teman yang luar biasa. Gue bersyukur di lahirkan di Indonesia ini. Gue belum pernah berpisah begitu jauh dengan orang tua gue. Ketika gue KP satu bulan di Solo bahkan Nyokap Bokap gue menyempatkan untuk menengok gue. Mungkin memang sudah waktunya untuk gue keluar dari zona nyaman gue. Keluar ke dunia yang luas ini dan mengamati Indonesia dari kejauhan. Barangkali gue akan lebih mencintainya, karena terkadang kita membutuhkan jarak untuk dapat melihat dengan jelas. Lalu bukankah gue juga pernah mengatakan bahwa gue nggak mau jadi katak dalam tempurung? dan bahwa dunia ini terlalu luas untuk dilewatkan? Yep, gue sempat berpikir ulang barusan. Ketika nyokap gue menutup telpon, gue berpikir kalau gue berpisah berbulan-bulan dengan nyokap gue itu seperti apa rasanya? Jauh dari keluarga, jauh dari teman-teman yang sangat dikenal dengan baik selama berbulan-bulan seperti apa rasanya? Rindu? Sudah pasti.

“If it doesn’t challenge you. It doesn’t change you!”

Tapi mungkin di balik semua itu kita bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri, kita bisa berubah menjadi lebih baik lagi. Satu hal yang harus diingat adalah kita tak pernah benar-benar sendiri, karena Allah selalu bersama kita. Maka yang bisa gue lakukan malam ini adalah berdoa untuk memantapkan hati. Keputusan akhir tentu ada di tangan Allah. Kita sebagai manusia hanya mengusahakan dan Allah selalu mengatur rencana yang paling indah untuk hamba-Nya. Semoga gue mendapat hasil yang terbaik.

Leave a comment