Building Leadership the West Point Way

Building Leadership The West Point Way“Mari kita menghadapinya – di medan perang, setiap orang merasa takut. Hidup ini membuat kita semua menjadi pengecut. Apa yang mendefinisikan kita adalah bagaimana kita merespon kehidupan ini dan berbagai tantangan yang ditempatkan di hadapan kita”

Selamat Pagi dari Surakarta,

Setelah agak lama tidak menulis, akibat disibukan oleh TA dan lain sebagainya, kali ini saya menyempatkan diri lagi untuk menulis. Kali ini saya akan membahas sebuah buku yang berjudul “Building Leadership the West Point Way“. Buku ini ditulis oleh Mayor Jendral Joseph P. Franklin, seorang lulusan West Point yang juga memegang dua gelar master dari MIT untuk bidang teknik sipil dan teknik nuklir. Di dalam buku ini Mayjen Joe membagi pelajaran-pelajaran berharga dan pemikirannya mengenai kepemimpinan yang dia peroleh selama di West Point. Kepemimpinan adalah bagaimana kita dapat mengatasi orang-orang yang bekerjasama dengan kita. Seorang pemimpin harus mengenal betul pekerjaan yang harus diselesaikan bawahannya. Tugas pemimpin bukanlah menyelesaikan pekerjaan tersebut, namun menciptakan atmosfir senyaman mungkin agar para bawahan dapat menyelesaikan pekerjaan mereka. Kepemimpinan adalah tentang mendelegasikan kewenangan, mendorong lahirnya inovasi, mendampingi dan mengambil tanggung jawab. Di dalam buku ini Mayjen Joe menyampaikan 10 hal prinsipil di dalam kepemimpinan yakni:

  1. Tugas
  2. Kehormatan
  3. Iman
  4. Keberanian
  5. Ketekunan
  6. Rasa percaya diri
  7. Kemampuan untuk dapat didekati
  8. Kemampuan untuk beradaptasi
  9. Kewelasasihan
  10. Visi

Salah satu bagian yang cukup saya ingat dengan baik dari buku beliau ini adalah kalimat ini “Tugas bukan berarti mengikuti dengan membuta. Tugas artinya mengerti apa yang harus dilakukan, dan melakukannya tanpa memandang perasaan yang mungkin dirasakan secara pribadi.” Tugas dan kedisiplinan memiliki hubungan fundamental yang tak terpisahkan. Seringkali kedisiplinan ini dibutuhkan ketika kita dihadapkan pada tugas yang sebenarnya tidak kita sukai. Seorang pemimpin adalah mereka yang berada di garda terdepan, entah itu di medan perang atau pun di ruang organisasi, dan mereka melakukan apa yang harus dilakukan (meskipun itu adalah sesuatu yang tidak mereka inginkan atau tak menyenangkan). Para pemimpin melakukan tugas-tugas itu dengan tegas dan tidak menggerutu. Saya rasa buku yang ditulis oleh Mayjen Joe ini disampaikan dengan sangat baik. Beliau menyampaikan melalui pengalaman-pengalaman yang dialaminya selama di West Point dan juga setelahnya. *** Well dari buku ini secara garis besar saya merangkum 10 poin prinsipil di dalam kepemimpinan sebagai berikut

1. Tugas adalah suatu pekerjaan yang harus diselesaikan, tidak dikerjakan dengan membuta, dimengerti dan dipahami KEBENARANNYA. Dilakukan tanpa melibatkan perasaan (entah itu sebenarnya tidak mengenakkan untuk pribadi dsb) dan tidak menggerutu. Oleh karena itu seringkali DIBUTUHKAN KEDISIPLINAN untuk diri sendiri.

2. Kehormatan adalah yang utama, apa-apa yang kita lakukan harus sesuai dengan kode-kode yang berlaku. Kita harus berani memilih kebenaran yang lebih berat sebagai ganti ketidakbenaran yang lebih ringan. Seringkali hubungan-hubungan antar pribadi terasa lebih dalam dibandingkan kode-kode yang berlaku di luar diri, namun bukan berarti kita membiar orang-orang disekeliling kita melanggar kode-kode itu begitu saja. Kita tidak bisa menutup mata, kita harus berani mengonfrontasi mereka dengan maksud MELURUSKAN.

3. Keimanan atau kepercayaan diperlukan di dalam suatu hirarki kepemimpinan. Seorang bawahan harus memiliki kepercayaan pada atasannya, bahwa ia dapat diandalkan dan memberi teladan. Sebaliknya seorang atasan harus memiliki kepercayaan bahwa bawahannya akan mengerjakan tugasnya dengan baik. Seorang pemimpin juga harus memiliki kepercayaan bahwa pekerjaan atau tugas yang mereka pikul bersama dapat terselesaikan. Mereka bersama-bersama juga harus memiliki keimanan yang besar mengenai tujuan mereka.

4. Banyak tindakan tak semestinya yang sering disalahartikan sebagai keberanian. Hanya terdapat perbedaan tipis antara tindakan ceroboh dan tindakan yang gagah berani. Seorang pemimpin yang baik HARUS BERANI menugaskan seseorang walaupun ia tak yakin orang tersebut mampu menyelesaikannya. Terkadang mengerjakan semuanya sendiri adalah cara termudah dalam menyelesaikan tugas. Oleh karena itu diperlukan suatu keberanian untuk menugaskan bawahan tersebut meskipumn terdapat resiko di dalamnya.

5. Ketekunan adalah suatu karakter yang mengagumkan dan sangat mudah terlihat. Kemampuan untuk menuntaskan sesuatu, merampungkan apa yang sudah dimulai, merupakan suatu tindakan kritikal untuk mencapai gol apa saja dan bukan saja karena setiap perjalanan adalah serangkaian langkah-langkah kecil. Tidak ada jalan pintas untuk keringat dan kerja keras. Tidak mungkin mendapatkan semuanya sekaligus, terkadang kita akan mendapati diri sendiri dalam situasi dimana kita tidak mungkin mencapai semua yang ada di piring kita dan ini adalah waktu untuk menetapkan prioritas.

6. Ada tiga tipe rasa percaya diri yang esensial di dalam kepemimpinan. Yang pertama adalah rasa percaya diri di dalam melontarkan saran atau perintah. Yang kedua adalah rasa percaya terhadap diri sendiri yang membuat kita nyaman untuk meminta nasihat. Lalu yang terakhir adalah rasa percaya diri untuk dapat bergantung pada bawahan, mendelegasikan otoritas dan melangkah mundur untuk membiarkan mereka melakukan tugasnya.

7. Seorang pemimpin yang baik adalah seseorang yang mau didekati. Dimana ia mau bercakap-cakap dengan bawahannya, dan sebaliknya bawahannya juga mau bercakap-cakap dengannya. Jika suatu organisasi ingin berjalan dengan baik maka para bawahan harus merasa bahwa mereka dapat meminta bimbingan dan pertolongan kepada para pemimpin mereka; mereka harus dapat mengaku jika mereka berbuat suatu kesalahan.

8. Keadaan selalu berubah dan manusia harus belajar beradaptasi atau jika tidak mereka akan mendapati diri mereka tertinggal. Tugas utama seorang pemimpim adalah membangun sebuah tim, yang merupakan suatu upaya kreatif yang membutuhkan kemampuan beradaptasi yang sangat tinggi.

9. Kewelasasihan merupakan suatu garis halus antara bersikap terlalu keras dan bersikap terlalu lembut. Jika tidak ada kewelasasihan pada akhirnya kita akan kehilangan respek dan juga etos kerja dari bawahan. Lalu di posisi mereka kita akan merasakan atmosfir ketakutan dan ketidakpercayaan.

10. Visi merupakan prinsip kepemimpinan yang paling penting. Ia menuntut seorang pemimpin untuk terus menerus menciptakan suatu lingkungan dimana para bawahan dapat berfungsi dalam tingkatan yang tinggi dan melaksanakan semua tugas yang disyaratkan.

Kira-kira itu adalah 10 poin penting yang dapat saya sarikan dari buku yang ditulis Mayjen Joe ini. Sebagai penutup saya akan memberikan salah satu kalimat menarik yang dikutip dari buku beliau:

“Beberapa orang adalah petarung, beberapa orang yang lain adalah penyair sedangkan beberapa orang yang lain lagi adalah keduanya”

Leave a comment