Di post gue yang sebelumnya gue sempat bilang kalau gue sekali-sekali mau nulis yang agak bermanfaat errr. Jadi kali ini gue mau mengulik sedikit tentang raft foundation atau mat foundation atau biasa juga disebut sebagai pondasi rakit. Raft foundation ini tadinya mau gue jadiin sebagai topik TA gue dulu, tapi akhirnya gue memilih untuk ngebahas tentang MSE Wall buat TA gue.
Well, Raft Foundation atau pondasi raft ini umumnya digunakan pada kondisi tanah yang buruk, dimana beban bangunan harus disebarkan secara merata pada luasan area yang relatif besar. Selain itu raft foudation juga merupakan opsi yang baik ketika kita punya bangunan yang jarak antar kolomnya rapat atau luasan pile cap kita melebihi dari 50% luasan bangunan. Raft foundation umumnya digunakan pada bangunan-bangunan yang memiliki basement dan nantinya raft foundation ini berperan sebagai lantai basement. Saat ini raft foudation banyak digunakan pada high rise building yang umumnya merupakan penggabungan antara raft foundation dengan pile, atau biasa disebut piled raft.
Ok berikut ini ada beberapa tipe raft fondation yang umumnya dikenal
1. Flat Plate Mat
Tipe ini merupakan tipe yang paling sederhana, hanya berupa concrete slab dengan ketebalan seragam. Biasanya digunakan apabila beban relatif ringan.

(ilustrasi pribadi)
2. Plate thickened under columns
Atau pelat dengan penebalan pada area bawah kolom. Penebalan ini berfungsi untuk melindungi pelat dari diagonal shear dan momen negatif akibat beban yang relatif besar.

(ilustrasi pribadi)
3. Two way beam and slab
Tipe balok dan slab dua arah ini tergolong ekonomis apabila jarak antar kolom cukup besar dan beban yang dipikul tidak seragam. Cocok digunakan pada tanah yang dapat mengalami penurunan tinggi atau compressible.

(ilustrasi pribadi)
4. Plate with pedestal
Atau pelat dengan pedestal ini serupa dengan flat plate thickened under columns, hanya saja penebalan pelat ini tadi berfungsi sebagai base pada kolom.

(ilustrasi pribadi)
5. Rigid Frame Mat
Digunakan ketika beban bangunan yang dipikul sangat besar. Pondasi ini juga biasa disebut sebagai pondasi tipe box. Biasa digunakan sebagai floating foundation. Pondasi ini memanfaatkan basement wall sebagai bagian dari sistem pondasinya.
6. Piled Raft
Tipe ini paling sering ditemui pada high rise building, merupakan kombinasi antara raft foundation dengan pile. Penggunaan raft foudation ini biasanya menjadi pertimbangan jika jarak antar pile cap rapat.

(ilustrasi pribadi)
Well sejauh ini yang sering gue temui adalah tipe yang keenam, kombinasi antara raft foudation dengan pile. Pile yang digunakan juga beragam, baik bored pile ataupun spun pile. Di beberapa high rise building ketebalan raft foundation ini bisa melebihi 4 meter, ya ini dipengaruhi oleh beban yang dipikulnya kan. Salah satu proyek yang gue pernah terlibat di dalamnya di daerah Sudirman Jakarta. Ketebalan raft foudationnya mencapai 4.1 meter dan 3.8 meter, rencananya memang pondasi ini diperuntukan untuk high rise building sih. Karena ketebalannya yang besar dan memiliki massa beton yang relatif besar, pondasi tersebut tergolong sebagai mass concrete yang membutuhkan penanganan khusus. Mass concrete ini juga merupakan bahasan yang menarik.
Untuk proyek gue yang sekarang, ketebalan raft foundation tidak terlalu besar hanya sekitar 0.9 m sehingga tidak diperlukan penanganan khusus. Raft foudationnya sendiri merupakan hasil redesign karena jarak antar pile cap yang terlalu rapat.