Koto Padang: A One Day Coffee Trip

A few months ago, ketika gue tiba di kota Padang dan mulai stay di kota ini, gue penasaran dengan local coffee shopnya yang sekiranya bisa gue jadikan tempat kabur kalau gue lagi jenuh wkwkwk. Sorry Pak Boss! Gue sempat beberapa kali hunting tempat pelarian juga sama temen gue, tapi gue belum berhasil menemukan kedai kopi lokal kemarin-kemarin.

Nah kemarin, gue mencoba melakukan solo trip buat hunting kedai kopi lokal disini. Gue mulai sekitar pukul 2 siang dan Padang rasanya panas betul. Kedai kopi yang pertama gue kunjungi kemarin adalah kedai kopi lokal yang nggak berhasil gue temukan beberapa waktu lalu.

Rimbun Espresso and Brew Bar. Nah ini destinasi pertama gue kemarin. Letaknya di jalan Kis Mangunsarkoro. Berada di deretan ruko-ruko gitu, mesti cukup jeli juga nyarinya soalnya beberapa waktu yang lalu gue nggak berhasil menemukannya. Begitu masuk ke kedai kopinya kita bakal disambut oleh aroma kopi yang kuat. Tepat di dekat pintu masuknya ada coffee roaster.

Their eye-catchy coffee roaster next to the front door

Suasana kedai kopi yang berada di tengah kota Padang ini ramai betul siang kemarin. Nah untuk mengawali one day coffee shop trip gue, gue memilih Vietnam Drip, biji yang digunakan adalah biji Robusta. It quite bitter and strong, but it blended really well with the condensed milk after we stir it. Trust me it’s really good until the last sip.

Ketika ngobrol dengan baristanya sebetulnya ada beberapa speciality yang mereka punya kayak single origin Solok Surian dan Malabar Red Honey tapi sayangnya mereka baru akan panen lagi minggu depan. Hopefully I can visit this coffee shop again soon

Their Vietnam Drip which is so good until the last sip

Kesan ketika kita masuk adalah suasana kedai kopi ini cukup cozy. Interiornya yang didominasi oleh kayu juga menimbulkan kesan hangat dan teduh.

The barista seems busy making the coffee

Selain di Padang, Rimbun juga punya cabang di Bukit Tinggi. Gue pastikan gue akan balik lagi untuk coba single origin andalan mereka.

Coffee Theory. Setelah ngopi di salah satu pusat kota Padang, gue beranjak ke arah barat kota ini. Tepatnya di jalan Tepi Pasang. Well, kedai ini berada di Chinatown-nya Padang, dekat dengan daerah Pondok. Karena hawa di daerah ini yang cenderung lebih panas, gue memilih cold brew yang mereka tawarkan.

A cold brew to refresh your sunny day

Cold brew ini menjadi penyelamat di tengah teriknya kota Padang kemarin. Tingkat keasamannya rendah and less bitter. Tapi kayak cold brew pada umumnya, it has high caffeine level. Jadi buat mereka yang toleransi terhadap caffeinenya rendah, sebaiknya diperhatikan juga caffeine intakenya.

Once you enter this coffee shop you can feel their modern industrial ambience

Coffee Theory ini termasuk kedai yang memiliki space yang cukup besar. Nuansa industrial modern sangat terasa di kedai ini. Jendela-jendela kaca besar di bagian depan memberikan pencahayaan yang sangat cukup ke dalam.

Nggak hanya kopi dan teh, kedai ini juga memiliki menu main course yang cukup beragam.

Lalito Coffee Bar. Coffee shop ini jadi penutup coffee shop trip gue kemarin. Letaknya di Jalan Wolter Monginsidi. Kali ini gue memesan espresso based setelah menikmati manual brew dan cold brew di kedai-kedai sebelumnya. Pilihan gue jatuh pada segelas Marocchino. Well, marocchino is a perfect blend of coffee, milk and cacao. I think they also put a small dollop of cacao at the bottom.

A perfect blend of marocchino

Lalito ini punya suasana kedai yang hangat menurut gue. Kesan industrial juga terasa sangat kuat di kedai ini. Sebenarnya gue ingin berlama-lama dulu disini, tapi ada yang harus diselesaikan, jadi gue harus balik dulu. Menurut gue tempat ini cukup asik buat nongki lama-lama kalau lagi jenuh.

Their coffee bar and its industrial ambience

Seusai dari Lalito, gue memutuskan untuk balik. Gue harus memperhatikan caffeine intake gue hari itu, karena paginya gue juga udah menghabiskan 1 gelas americano. Dari trip kali ini, gue rasa usaha kopi di Kota Padang udah cukup menggeliat. Gue juga berhasil nemu 3 destinasi baru untuk pelarian gue wkwkwk.

Well, gue rasa sekian dulu. Selamat Pagi dan selamat Hari Senin dari Kota Minangkabau.

2 thoughts on “Koto Padang: A One Day Coffee Trip

Leave a reply to Nabila Laras Satwikawati Cancel reply