Well, sudah lama nggak nulis sesuatu yang berfaedah. Kali ini gue mau bahas sekilas tentang Lean Construction.
Lean construction sendiri bisa diartikan sebagai konstruksi ramping. Secara sederhananya tujuan dari lean construction ini adalah meningkatkan value suatu produk (dalam hal ini bangunan) dengan mengimplementasikan prinsip dasar lean construction. Prinsip lean construction sendiri sebetulnya mengadopsi sistem lean production yang sudah lama diterapkan pada pada industri manufaktur.
Penerapan lean ini dilakukan sejak masa perencanaan konstruksi. Terdapat 6 prinsip dasar di dalam Lean Construction. Yakni
- Identify value from the customer’s point of view. Memahami nilai-nilai yang diinginkan oleh customer.
- Define the value stream. Setelah keinginan customer terdefinisikan dengan baik. Selanjutkan didefinisikan tahapan proses yang dapat mencapai tujuan tersebut meliputi metode/aktivitas, pekerja, informasi, equipment dan material.
- Eliminate waste. Meminimalisir atau menghilangkan potensi terjadinya waste.
- Flow of work processes. Mendefinisikan alur kerja yang continuous dan tidak terganggu. Selanjutnya melaksanakan pekerjaan sesuai dengan proses yang telah didefinisikan.
- Pull planning and scheduling. Menentukan workflow serta sequence pekerjaan berdasarkan kebutuhan downstream (bottom up). Pihak yang terlibat diharapkan berkomunikasi dan berkolaborasi untuk menetukan urutan pekerjaan.
- Continuous improvement. Perbaikan wecara terus menerus terhadap proses konstruksi.
Nah, seperti bahasan di atas salah satu prinsip dasar Lean Construction adalah mengeliminasi waste. Di lean construction ini yang dimaksud dengan waste tidak hanya waste berupa material saja, seperti yang selama ini banyak kita kenal. Ada beberapa jenis waste yang dikenal di dalam Lean Construction, biasanya jenis waste tersebut disingkat DOWNTIME yang terdiri dari
- Defect
- Overproduction
- Waiting
- Non Utilized Talent
- Transportation
- Inventory
- Motion
- Extra Processing
Harapannya dengan pengimplementasian Lean Construction ini suatu proyek dapat meningkatkan nilai produksinya.