Unknown's avatar

About Nabila Satwikawati

A full time civil engineer, a newbie writer, a book juggler and a lifelong learner.

Aerotropolis dan Pengembangan Bandara Kertajati

Kali ini gue mau bahas tentang topik yang lagi cukup hangat, yakni Aerotropolis. Nah, jadi sebenernya apa sih Aerotropolis?

Aerotropolis merupakan suatu konsep pengembangan kota bandara atau “Airport City”. Menurut John. D. Kasarda, University of North Carolina, pengembangan bandara internasional dapat menjadi pemicu pengembangan bisnis serta kawasan urban di sekitarnya. Fenomena ini terjadi sekarang, di abad 21 ini. Fenomena ini serupa dengan yang terjadi pada abad-abad sebelumnya. Misalnya saat pengembangan jalan bebas hambatan pada abad 20, pengembangan kereta api pada abad 19 dan pengembangan pelabuhan laut pada abad 18 yang mempengaruhi kemajuan pada zamannya.

Aerotropolis ini merubah konsep bandara yang biasanya direncanakan secara terpisah dengan pengembangan kota menjadi satu kesatuan dalam paket perencanaannya. Pengembangan bandara serta kawasan di sekitarnya nantinya akan menjadi satu perencanaan pengembangan kota bandara. Dengan pengembangan kawasan di sekitar bandara ini nantinya diharapkan dapat memicu pertumbuhan klaster-klaster industri. Aerotropolis sering juga disebut sebagai kawasan cepat tumbuh berbasis bandara atau “Airport-Centric Commercial Development“. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik masyarakat global dan juga lokal, sehingga harus dapat menyediakan hal-hal di bawah ini secara mandiri:

  1. lapangan pekerjaan
  2. kawasan perbelanjaan/perdagangan
  3. pertemuan bisnis
  4. hiburan serta destinasi pariwisata lainnya

Aerotropolis

(sumber : aerotropolis.com)

John. D. Kasarda mengungkapkan bahwa ada beberapa triger yang mendorong pola perubahan Bandara Kota (City Airport) menjadi Kota Bandara (Airport City), yang disebut sebagai “Airport City Driver”.

  1. untuk memberikan pelayanan yang lebih baik serta dapat bersaing, bandara perlu menciptakan sumber daya dari kegiatan yang tidak berkaitan dengan penerbangan
  2. usaha-usaha komersial perlu mendapatkan kawasan yang aksesibel
  3. bandara harus mampu meningkatkan jumlah penumpang dan barang
  4. bandara dapat menjadi katalis dan magnet untuk pengembangan kegiatan bisnis

Beberapa Aerotropolis yang saat ini sedang dikembangakn diantaranya Incheon International Airport, Dubai International Airport serta Schipol. Indonesia sendiri saat ini sedang merencanakan pengembangan aerotropolis di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

Bandara Kertajati

Bandara yang terletak di Kertajati, Majalengka ini nantinya diharapkan dapat dikembangakan menjadi suatu kawasan aerotropolis. Menurut seorang staf ahli PU, Taufik Widjoyono, Bandara Kertajati akan menjadi suatu katalis perekonomian baru di Jawa Barat. Pengembangan bandara ini memiliki potensi yang tergolong besar karena jumlah penduduk Jawa Barat yang sangat tinggi. Namun begitu, menurut Tri S. Sunoko, Dirut PT Angkasa Pura II, untuk mendukung proyek ini Pemprov Jabar juga harus mempercepat pembangunan akses infrastruktur yang menuju bandara. Proyek tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan diharapkan dapat rampung sebelum bandara ini resmi beroperasi.

Kertajati

Perataan Tanah Proyek Bandara Kertajati

(sumber : skyscrapercity.com)

Walaupun PT Angkasa Pura II saat ini sedang berkonsentrasi dalam pengembangan Bandara Kertajati, bukan berarti Bandara Husein Sastranegara di Bandung ditinggalkan begitu saja. Menurut mereka keduanya memilik area tangkapan yang berbeda.  Sehingga keberadaan dua bandara ini dapat saling mendukung satu sama lain. Bandara ini diharapkan dapat selesai pada tahun 2017 mendatang.

Di Ujung Tanduk

Gue sendiri agak bingung sebenernya mau ngasih judul apa, tapi gue rasa judul di atas yang paling tepat. Menginjak semester 7 ini rasanya hati gue jadi semakin berdebar-debar. Asik hahaha. Masa kuliah yang bentar lagi bakal berakhir menimbulkan banyak tanya di dalam diri gue.

“Habis ini mau ngapain?”

“Mau kuliah atau mau kerja?”

Belakangan ini pertanyaan-pertanyaan ini terus muncul dalam benak gue. Gue pengen banget bisa lanjut sekolah keluar. Tapi di sisi lain gue juga pengen cepet ngerasain pengalaman kerja itu kayak gimana. Nah, tapi gue rasa gue harus belajar banyak lagi. Ya, kalau gue mau sekolah ataupun kalau gue mau kerja. Sebenernya di tempat gue dibuka kesempatan fasttrack, yah tapi karena gue butuh waktu yang lama untuk mikir ambil atau nggaknya, akhirnya gue putuskan nggak ikut program itu. Gue pengen fokus dulu nyelesain semester 7 gue ini.

Banyak persiapan yang harus dilakukan kalau gue bener-bener mau sekolah keluar. Awalnya gue mau belajar buat TOEFL atau IELTS sendiri aja, tanpa ikutan les, tapi karena temen-temen gue banyak yang ngajak les bareng, akhirnya gue ikut. Lagian setelah dipikir-pikir, kalau belajar sendiri itu gue suka nggak tertib waktu dan takutnya malah terabaikan. Gue rasa hawa semester 7 ini memang memanas, temen-temen gue yang mau ke US udah persiapan buat tes GRE, yang lain persiapan buat TOEFL atau IELTS.

Kalau nginget-nginget jaman SMA dulu, gue pengen banget kuliah di Stanford. Gue rasa nginget-nginget mimpi gue dulu itu udah bisa bikin gue senyum-senyum sendiri. Ya optimisme seorang anak SMA yang yakin apa aja bisa terjadi. Walau orientasi gue berubah sekarang, ya, rasa-rasanya untuk sekarang gue nggak menjadikan US sebagai destinasi gue. Entah kenapa Jepang dan Eropa agaknya menjadi lebih menarik sekarang. Sebenernya gue pengen banget ke Jepang, ke Kyoto University. Yep, tempatnya Kenshin Himura itu hahaha.

Yah pokoknya apapun jalan yang bakal gue pilih nantinya, gue rasa gue harus memantaskan diri ketika gue udah ngambil jalan itu nantinya. Nah, setelah lagi-lagi hiatus beberapa bulan ini. Gue jadi pengen nulis lagi sekarang. Oke, semoga gue bisa konsisten deh

Geoteknik!! Yaaaay

Suasananya sekarang lagi panas-panasnya pemilu, beberapa jam dari sekarang kita sebagai warga negara yang baik bisa turut andil dalam penentuan arah bangsa kita ini. Nah, tapi gue nggak mau bahas soal pemilu ini dulu, tapi tentang geoteknik.

Buat yang belum tau geoteknik ini apa, geoteknik ini merupakan salah satu kelompok keahlian di teknik sipil. Di ITB sendiri ada 5 kelompok keahlian di prodi teknik sipil dan gue rasa rata-rata tiap universitas juga sama. Berikut ini penjelasan singkat tentang kelima kk itu.

  • KK Rekayasa Struktur, yang pertama adalah kk struktur, mereka yang bergerak di kk struktur ini mengurusi masalah struktur atas bangunan. Banyak yang bilang kalau struktur ini merupakan KK yang teknik sipil banget dan lain sebagainya. Struktur biasanya nggak jauh dari gedung, jembatan, dan lainnya.
  • KK Rekayasa Geoteknik, Berikutnya adalah kk geoteknik, kk dimana gue berada, geoteknik ini menangani bagian bawah struktur, alias pondasi. Intinya mereka yang bergerak di bidang geoteknik ini berkutat di bidang perkuatan dan stabilisasi tanah, termasuk perkuatan lereng dan daerah reklamasi.
  • KK Rekayasa Transportasi, Sebenernya dulu pas gue masuk FTSL (Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan) gue baru tau kalau kk ini termasuk salah satu sub jurusan yang ada di Teknik Sipil. KK Transport ini mengurusi berbagai macam transportasi, baik transportasi darat, laut serta udara. Yang ditangani itu lebih ke prasarananya seperti jalan, bandara serta pelabuhan. Selain itu juga sistem pergerakannya.
  • KK MRK, Manajemen dan Rekayasa Konstruksi, mereka yang ada di kk ini mengurusi manajerial proyek mulai dari penyelenggaraan proyek, sistem lelang, kontrak, penjadwalan, pembiayaan, alokasi sumber daya. Intinya mereka sangat dibutuhkan dalam keberjalanan setiap proyek
  • KK Teknik Sumber Daya Air, biasanya disingkat TSA, dibanding kk lain, TSA ini paling sedikit jumlah mahasiswanya. TSA ini terbilang cukup kompleks karena berkaitan dengan banyak variabel yang tidak pasti. Bidang yang ditangani TSA ini seputar bangunan air, seperti bendungan, bendung, tanggul, juga sistem irigasi serta drainase.

Nah, dari kelima kk diatas gue mau bahas lebih jauh tentang geoteknik. Awalnya gue kira geotek cuma ngurusin pondasi aja, ternyata nggak. Seorang geotek bertanggung jawab terhadap struktur bangunan bawah suatu konstruksi. Konstruksinya sendiri macem-macem bisa gedung, jalan, bandara, dan lain sebagainya. Selain itu seorang ahli geotek juga mengurusi soal stabilitas lereng, bagaimana lereng-lereng diberi perkuatan agar tidak longsor. Nggak cuma itu aja, ada juga soal soil improvement. Intinya cakupan kk geoteknik ini cukup luas.

Hasil pen-subjurusan kemarin menyatakan kalau gue masuk geoteknik. Hal yang selanjutnya harus gue lakukan adalah mencari topik TA. Topik TA gue cakupannya sekitar topik-topik yang udah gue sebutkan diatas rencananya. Gue sedikit tertarik dengan soil improvement. Soil improvement ini cakupannya juga cukup luas dan belum spesifik. Beberapa contoh soil improvement diantaranya metoda stone column, sand column, pvd dan geotextile. Well, sebenernya gue sedikit digantungin sama dosen wali gue dan doi baru ngasih kepastian sekitar seminggu lagi. Jadi gue juga belum tau dengan pasti topik gue nantinya apa secara spesifik.

 

Liburan? Nggak Libur-Libur Banget Juga

Liburan kali ini terbilang cukup padat merayap. Dibuka dengan KP sebulan penuh di Solo, terus pulang ke Bogor dan lusa udah harus ke Bandung lagi. Memasuki kehidupan tingkat empat ini bau-bau TA memang udah mulai tercium. Pen-subjurusan udah selesai sekitar seminggu lalu, diwarnai sedikit kompetisi kayak biasanya, gue sendiri masuk geoteknik, alhamdulillah sesuai harapan. Kelar pengumuman kita masuk subjurusan mana, checkpoint berikutnya adalah “Mendapatkan Dosen Wali”. Siapa cepat dia dapat yang tepat.Gue sendiri baru bisa ketemu dosen wali lusa besok, karena besok gue harus melakukan kewajiban gue untuk ikut pemilu, untuk ikut menentukan mau dibawa kemana bangsa kita ini. Beres pemilu, gue rencananya mau buka bareng sama sohib-sohib SMA.

Kelar beres urusan sama dosen wali, aamiin semoga dapat beliau, gue harus menyelesaikan beberapa urusan terkait PKM. Jadi ceritanya semester lalu gue dan 3 orang temen gue, Bena, Tika, dan Fierly memutuskan untuk mencoba membuat proposal PKM ini. PKM yang kita ambil PKM-K, lagi-lagi kita mencoba bergerak di bidang clothing, well setahun sebelumnya gue dan Tika udah pernah mencoba usaha di bidang ini dengan seorang teman yang lain, Tere. Tapi untuk PKM kali ini kita rasanya pengen membawa sesuatu yang berbeda, ada tujuan lain yang dibawa sehingga nggak cuma profit semata.

Produk PKM kita ini berupa kaos propaganda yang tujuannya untuk meningkatkan awareness anak muda dalam berbagai hal. Rencananya desain kaosnya sendiri akan berubah dalam setiap periodenya, secara tematik. Untuk meningkatkan nilai tambah dari kaos ini kita bermain di packagingnya. Yang sangat kita harapkan adalah kepuasan pembeli terhadap produk yang kita jual sedangkan profit adalah nomor kesekian. Tanggal 11 nanti rencananya akan dilakukan money evaluation untuk PKM ini. Sehingga ada beberapa hal yang harus diselesaikan sebelumnya.

Setelah Monev PKM, ada lagi wisuda. Wisuda kali ini banyak senior gue yang lulus, sehingga rasa-rasanya cukup berdosa kalau dilewatkan begitu aja. Nah untuk wisday tentunya ada hal-hal yang perlu diselesaikan juga tentunya. Yep! kenang-kenangan buat mereka. Walau nanti rencananya gue juga bakalan beli bunga di TKP tentunya gue juga harus menyiapakan sesuatu yang lain. Seharian kemarin gue scroll page Forum Jual Beli Kampus terus nyari-nyari kira-kira kado apa yang asik. Tapi sayangnya gue nggak nemu yang pas di hati dan pas di kantong. Akhirnya gue mikir buat bikin sendiri. Setelah browsing sana sini akhirnya gue dapat ide. Nah, hasilnya kayak di bawah ini (untuk melindungi privasinya, beberapa bagian gue sensor sedikit)

 

 hasil photoshop yang pas-pasan

(sumber : dokumentasi pribadi)

Gambar diatas gue kerjain pake photoshop. Karena baru pemula dan biasanya cuma pake magic wand aja, jadi hasilnya ya pas-pasan kayak gini. Tapi gue pribadi udah cukup seneng sih sama hasilnya ini. Pokoknya ntar tinggal beli pigura dan ngeprint hasilnya ini.

Setelah wisuda kelar, rasa-rasanya gue bener-bener mau beresin berbagai hal yang terkait sama PKM. Udah sewajarnya project ini dikerjain dengan serius, karena DIKTI seenggaknya udah memberi kepercayaan buat kita untuk mengelola dana yang mereka berikan. Yang harus diingat lagi, uangnya itu ya uang rakyat, dari hasil pajak-pajak. Makanya kelewatan kalau project ini ditelantarkan. Semoga aja product PKM-K ini bisa berkembang. Mungkin kalau udah lengkap produk-produknya nanti bakal posting tentang itu. Siplah, post berikutnya gue mau bahas tentang Sub Jurusan gue : Geoteknik. Daaah

 

 

After Hiatus

Tulisan ini gue buat pukul 08.15 diatas kereta Argo Lawu yang menuju Stasiun Gambir, sekarang ketika gue nulis keretanya masih ada di Stasiun Solobalapan. Oke, judulnya gue namain after hiatus karena selama sebulan ini gue nggak mosting apapun. Alasannya diantaranya gue lagi kp dan gue lebih suka nulis ketika gue sendirian. KP kemarin “me time” gue sangat sedikit sehingga gue nggak bisa dapetin mood yang oke buat nulis.

Well, jadi gue baru aja pulang KP dari Solo. Kayak yang udah gue bilang dipost terakhir gue, proyek KP gue ini merupakan komplek pertokoan dan hotel Saripetojo.

Hotel Saripetojo (under construction)

Hotel Saripetojo dalam masa Konstruksi (7 Juni 2014)

(sumber : Fitri Pratiwi)

Kita berangkat KP tanggal 3 Juni malam, naik kereta Lodaya malem dari Stasiun Bandung ke Solo. Gue dan seorang temen gue, Fitri, dateng di stasiun kurang dari 1 jam sebelum keberangkatan dan harus menunggu 2 temen gue yang ngaret. Gue bener-bener takut kalau kita ketinggalan kereta tapi kayaknya ketakutan itu nggak berlaku buat temen gue yang 2 itu, Arthur dan Irul. Tapi nggak masalah sih, yang penting kita nggak telat, hahaha. Setelah melalui perjalanan yang lumayan panjang dan gue yang nggak bisa tidur sepanjang perjalanan, kita tiba di Solo sekitar pukul 4 pagi. Gue sama Fitri dijemput Om gue dan Irul sama Arthur dijemput saudaranya Irul. Kita berpisah, gue sama Fitri tinggal di tempat eyang gue dan Irul sama Arthur tinggal di kosan saudaranya.

Well, 1 hari kemudian kita pergi ke UNS. Alasannya : penasaran UNS kayak apa. Kita berangkat ke UNS naik BST (Batik Solo Trans), semacam Transjakartanya Solo. Bedanya, kalau Transjakarta punya jalur sendiri sedangkan BST ini jalurnya membaur sama kendaraan lain. Dengan Rp. 3500 kita udah bisa keliling-keliling Solo. Terjangkau banget men. Sama halnya kayak Transjakarta, BST ini terbagi atas beberapa koridor dengan jalur yang berbeda. Menurut gue BST ini sangat membantu para traveller dan juga masyarakat. Buat yang mau keliling Solo tapi nggak ada kendaraan udah nggak usah pusing-pusing lagi karena ada BST

Batik Solo Trans

Batik Solo Trans

(sumber : id.wikipedia.org)

Setibanya di UNS kita dianterin buat muter-muter lab-lab teknik sipil sama Mas Janu, asistennya Om Bambang. Disana kita diajak liat-liat labnya kayak apa. Menarik. Lab mektannya juga beda dibanding kampus gue. Di ITB lab mektan itu cuma jadi satu ruangan besar. Mulai dari alat konsolidasi yang restricted untuk disentuh, direct shear, triaksial, permeabilitas semuanya ada di dalam satu ruangan. Nah kalau di UNS ini beda, tiap2 pengujian ini dibagi2 dalam setiap ruangan yang terpisah. Selain itu waktu praktikumnya juga beda. Kalau di kampus gue praktikum diadakan berbarengan sama kuliah mektan 1, terus diakhir praktikum ada semacam presentasi yang dilaksanakan sebelum UAS. Sedangkan di UNS praktikum dilaksanakan setelah kuliah berakhir, sehingga praktikum tidak menggangi masa-masa kuliah.

Setelah beres dari teknik sipil kita pengen liat kedokteran kayak gimana dan mau sambil cari kecengan. Dari teknik sipil ke kedokteran kita naik bus kampus. Berbeda dengan ITB, lahan UNS ini emang terbilang luas, mungkin kita bisa kisut kalau disuruh jalan dari ujung ke ujung. Busnya ini nggak ada patokan tarifnya, kita cukup bayar sukarela aja, semau kita. Tapi ya jelaslah harus bayar. Kita nggak begitu lama di kedokteran, cuma mampir di kantinnya aja nemenin Irul sama Arthur yang makan siang dan liat-liat. Beres dari kedokteran kita pergi ke FMIPA, ketemu temennya Fitri, Nuha kalau nggak salah namanya. Mereka ngobrol-ngobrol sebentar sampai Nuha pamit buat ketemu dosennya, gue sama Irul yang nggak kerjaan mulai melakukan scoring  kepada orang-orang yang lewat. Kita keluar dari kampus dengan bus kampus terakhir. Beruntung kita masih dapet bus terakhir itu, kalau nggak kita bener-bener bisa kisut merangkak dari ujung kampus ke ujung yang lain. Kita pulang naik BST dan saat itu juga kita baru tau kalau BST terakhir itu jam 5 sore. Bersyukur lagi kita nggak ketinggalan BST terakhir. Jadi BST itu cuma dari jam 5 pagi sampai jam 5 sore, gue beraharap BST bisa lebih lama lagi waktu layannya, misalnya dari jam 5 pagi sampai jam 10 malam.

Besoknya, hari Jumat, kita mengunjungi proyek untuk pertama kalinya. Terakhir kali gue ke Solo (sekitar awal Januari) proyek ini baru dipagerin doang, gue kira. Ekspektasi gue ketika ngeapply KP disini, bangunannya belum tinggi-tinggi banget, ternyata pas kita dateng bangunannya udah mencapai lantai 8 dari 11 lantai. Waduh gue udah deg-deg an aja kita nggak dapet apa-apa. Setibanya di proyek kami menghubungi Pak Handoko, MK sekaligus pembimbing lapangan kita. Dari Pak Handoko ini lah kemudian kami mendapatkan banyak pembelajaran. Setelah perkenalan singkat dengan beliau kami dibawa ke kantor kontraktor proyek, yakni Total Bangun Persada. Disana kami diperkenalkan kepada seluruh petinggi2 proyek itu, Pak Listiyo, Pak Rasdiman, Pak Denny dan lainnya. Kami banyak dibantu oleh beliau-beliau ini selama masa KP.

Sekian dulu gue rasa, gue nggak mau menghabiskan perjalanan gue dengan terpaku menulis di tab gue. Pemandangan kayak sekarang ini jarang-jarang gue dapet. Jadi, mau gue nikmatin dulu. Nanti setibanya di rumah akan gue tambahkan sedikit foto lalu gue post. Post berikutnya gue mau cerita soal proyek Saripetojo ini sendiri, mungkin besok atau lusa. Sekarang udah sekitar 1 jam sejak keberangkatan dan kereta sudah tiba di Yogyakarta.

Salam hangat dari Yogya

Proyek KP, Hotel Grand Saripetojo

Berakhirnya semester 6 menandakan dimulainya masa-masa KP (Kerja Praktek) buat sebagian jurusan di kampus gue. Tiap jurusan punya kebijakan sendiri perihal KP ini buat mahasiswanya, ada yang wajib dan ada yang nggak. Nah, kalau di prodi gue, Teknik Sipil, KP ini hukumnya wajib. Jadi ceritanya kita para mahasiswa ini dibebaskan buat milih tempat KP, boleh lu cari sendiri atau lewat prodi. Dan satu semester kemarin kita sibuk ngurusin tempat KP buat liburan ini.

Gue sendiri dapet tempat KP di proyek Hotel Grand Saripetojo, Solo. Hotel ini letaknya di Jalan Slamet Riyadi, deket Stasiun Purwosari. Gue udah ngincer tempat KP ini dari jaman liburan semester 5 kemarin. Soalnya tempat KP ini deket sama rumah eyang gue di Solo. Jadi sambil menyelam minum air, sekalian KP, sekalian liburan. Gue KP bareng tiga orang temen gue. Fitri, partner KP gue dan Arthur serta Irul. Rencananya kita berangkat dari Bandung tanggal 3 Juni besok. Naik kereta dari Bandung. Oke sekian intronya.

 

Image

(sumber : http://www.skyscrapercity.com/)

Nah, proyek hotel ini sendiri sebenernya sempat menuai pro dan kontra pas Joko Wi masih jadi walikota Solo dulu. Hotel yang didirikan diatas lahan bekas pabrik es yang cukup legendaris ini menuai  protes gara-gara Pabrik Es Saripetojo ini dianggap sebagai cagar budaya. Waktu itu Bibit Waluyo, eks Gubernur Jawa Tengah memberi ijin untuk mendirikan hotel ini tapi Joko Wi selaku Walikota Solo, menentang ini habis-habisan. Alasannya Saripetojo ini dianggap sebagai cagar budaya dan lagi katanya karena bakal ada semacam pasar modern juga di kompleks Saripetojo ini nantinya.Sehingga yang ditakutkan adalah pedagang-pedagang yang ada di sekitar Saripetojo ini akan mati. Kisruh ijin Hotel Saripetojo ini terjadi sekitar tahun 2011 lalu.

Sekitar liburan yang lalu (awal Januari 2014) gue lihat proyek hotel ini udah dimulai. Poyek hotel ini akhirnya diberikan ijin juga. Pihak pengelola sendiri berusaha mempertahankan beberapa bangunan yang kondisinya masih bagus, yang dianggap sebagai cagar budaya. Diantaranya, eks rumah dinas pengelola Pabrik Es Saripetojo dulu yang akan dijadikan ruang pameran nantinya. Hotel ini rencananya akan memiliki 11 lantai setelah sebelumnya direncananakan 16 lantai.

Image

Rumah Dinas

( sumber: Solopos )

Menurut gue proyek ini cukup menarik, pas KP nanti rencananya gue mau menggali informasi sebanyak-banyaknya perihal pendekatan yang dilakukan pihak pengelola terhadap warga sekitar yang mulanya menentang proyek ini. Gue juga penasaran perihal konstruksinya, gue sendiri belum tahu pabrik es itu secara mendetail kayak apa, apakah ada perbedaan dalam konstruksi ini dengan konstruksi pada umumnya karena eks pabrik es. Selain itu proyek ini berada di pusat kota yang lalu lintasnya tebilang crowded, metode konstruksinya bagaimana, pasti menarik. Karena proyek yang cukup kompleks ini gue jadi semangat buat KP nanti. Semoga benar-benar menarik, niat gue kesana belajar sebanyak-banyaknya, karena ini kali pertamanya gue turun ke lapangan.

Soe Hok Gie, Pemuda Brilian yang Mati Muda

Well, UAS udah berakhir, tumpukan tugas besar juga akhirnya menghilang satu persatu dan sekarang liburan udah dimulai. Yah walaupun KP alias Kerja Praktek juga semakin dekat. Gue memutuskan balik ke Bogor dulu sebelum KP. Menghabiskan beberapa buku-buku yang asik sebelum pergi KP ke Solo nanti.

Buku yang akhirnya selesai gue baca adalah catatan hariannya Soe Hok Gie (Catatan Seorang Demonstran, terbitan LP3ES). Dari SMP gue udah kagum sama sosok Hok Gie ini. Pertama kali gue tau Soe Hok Gie ini dari filmnya Riri Riza yang merupakan hasil adaptasi dari buku yang gue baca sekarang. Soe Hok Gie di film itu diperankan oleh Nicholas Saputra dan menurut gue doi dapet banget feelnya. Nah,sayang karena berbagai hal akhirnya gue baru sempet baca bukunya bertahun-tahun kemudian, tepatnya pas gue kuliah. Singkatnya gue nemu orang yang jual buku itu secara nggak sengaja (karena gue nggak pernah liat buku ini di Gramedia) dan akhirnya gue beli deh. Gue nemu buku ini sekitar akhir semester kemarin dan karena kuliah juga lagi super padet akhirnya nggak beres-beres deh gue bacanya.

Image

Menurut gue Soe Hok Gie adalah sosok yang menarik. Dia pemuda yang idealis, brilian, berani dan memiliki nasionalisme tinggi. Wawasan Gie juga terbilang sangat luas untuk usianya yang terbilang muda waktu itu. Dia pernah berdebat dengan guru di sekolahnya tentang karya Andre Gide yang diterjemahkan oleh Chairil Anwar. Di masa kuliahnya di aktif mengkritik pemerintahan Soekarno baik melalui tulisannya maupun turun ke jalan untuk berdemonstrasi bersama kawan-kawannya di FS-UI. Sayangnya, pemuda brilian ini harus meninggal dalam usia muda, di Gunung Semeru, karena terkena gas beracun. Intinya banyak hal-hal menarik dalam buku ini. Percayalah buku ini sangat layak untuk dibaca dan menginspirasi kita yang muda.

Yang menarik lagi ternyata salah satu capres kita sekarang ini merupakan salah satu teman dekat Soe Hok Gie, ini. Beliau adalah Prabowo Subiyanto. Di dalam bukunya (sekitar tahun 1969) Hok Gie menyebutkan nama Prabowo ini beberapa kali. Selain dekat dengan Prabowo, Soe Hok Gie juga memiliki hubungan yang dekat dengan ayah Prabowo yakni Prof. Soemitro Djojohadikusumo (Alm) yang sempat menjabat sebagai Menteri Keuangan di jaman Soekarno dan sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan di jaman Soekarno serta Soeharto.

Terlepas dari semua itu harapan gue sisa liburan di Bogor yang bisa dihitung dengan jari ini semoga bisa lebih produktif. Rasa-sanya gue mau banyak membaca. Buku yang gue baca sekarang ini buku terbitan Kompas Gramedia yang judulnya Membangun Indonesia Kecil. Gue baru baca sebagian, di bagian awal diceritakan kisah hidupnya P.K Ojong dan Jakob Oetama yang inspiratif. Nah selanjutnya gue belum beres baca jadi belum tau intinya. Sebelum balik ke Bandung rencananya gue mau ngelarin buku ini. Di Bandung rencananya gue mau nyari bukunya Homer yang Iliad dan Odyssey, buat bekal KP yang enteng-enteng lah hahaha.

Mahasiswa Tingkat 3

Well, emang waktu berlalu super cepat bagai shinkansen yang melaju. Nggak terasa gue udah tingkat 3 dan sebentar lagi gue bakal naik ke tingkat 4. Bau-bau TA alias Tugas Akhir udah semakin tercium. Sekarang banget gue lagi UAS, nggak sekarang juga sih, minggu depan lebih tepatnya.

Waktu gue di ITB tinggal setahun lagi dan kayaknya kalau dibiarkan berlalu begitu aja terlalu sayang. Gue mau cari yang asik-asikan tahun depan. Mumpung masih muda jadi pengen punya banyak pengalaman juga hahaha. Yah sembari menunggu yang asik-asikan itu gue mau fokus kuliah dulu, nyelesain beberapa tanggung jawab yang diambil.

Gue harap semester ini nilai gue sehat-sehat aja, dan berharap munculnya angka-angka gemuk di transkrip gue ntar. Yaah kalau mau dapet angka gemuk harus usaha ekstra sih. Yang jelas gue nggak boleh mudah terdistraksi sih.

Hmm pokoknya selesaikan UAS dengan baik lalu selesaikan beberapa tanggung jawab yang diambil dan nikmatin sisa semester ini lah. Karena ini tulisan perdana di blog (yang lagi-lagi) baru ini gue mau santai dulu. Tulisan selanjutnya gue mau mengupas buku yang lagi gue baca. Yang jelas setelah UAS sih hahaha.