Connecting the Dots

“You can’t connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future” -Steve Jobs-

Udah sebulan gue meninggalkan negara gue tercinta. Pandemi tahun lalu, selain membuat gue merasa harus banyak-banyak bersyukur tentang banyak hal, namun juga membuat gue berkontemplasi tentang rencana-rencana yang belum tereksekusi. Akhirnya akhir tahun lalu gue memantapkan hati untuk submit aplikasi studi gue di UCL dan membulatkan tekad gue untuk fokus ngurusin rencana studi gue.

UCL Wilkins Building (October 2021)

Keputusan gue akhirnya mau ngambil kuliah dimana dan jurusan apa juga sebenernya nggak tiba-tiba sih. Ketika gue lulus S1 dari kampus gajah dulu sebenernya gue juga udah ada plan untuk lanjut sekolah, tapi gue tunda dulu karena mau nyari experience. Sekarang setelah gue pikir-pikir itu adalah pilihan yang tepat buat gue. Pada akhirnya gue menemukan ketertarikan gue di bidang digital construction, yang bisa dibilang agak menyebrang dari spesialisasi gue di bidang geoteknik ketika S1 dulu. Akhir tahun 2019 gue mulai research kampus serta jurusan yang gue minati dan gue menemukannya di UK. Yeps, agak jauh ya dari rencana awal gue dulu sebenernya, dulu gue pengen lanjut ke Canada, biar bisa nikmatin pemandangannya yang indah dan nonton NBA hehe. Tapi karena tujuannya studi bukan liburan wkwkwk akhirnya gue memantapkan hati untuk fokus ke UK.

Persiapan buat kuliah plus nyari scholarshipnya ketika kita lagi kerja emang nggak sederhana. Meskipun di awal tahun sampai pertengahan tahun kondisi kerjaan terkendali, akhir tahun kemarin sampai waktu gue mulai cuti kerjaan di kantor gue lagi padet banget. Biasanya gue melakukan persiapan studi gue ini sepulang kantor atau pas lagi weekend. Belum lagi pas persiapan scholarshipnya yang kebagi beberapa tahap. Selain kelengkapan administrasi banyak hal yang perlu disiapin diantaranya bikin aneka essay dan juga nyiapin buat tes TPAnya LPDP. Jujur aja terakhir gue nyentuh TPA kayaknya pas SMA dulu deh, pas persiapan buat masuk kuliah. Tapi seru sih segala persiapannya itu.

Kuliah gue udah jalan sebulan, gue ambil Digital Engineering Management disini karena rasa-rasanya, gue mau fokus ke digital construction sekarang. Alhamdulillah gue happy banget atas pilihan gue untuk lanjut ke UCL, selain karena emang jurusan yang gue ambil tapi juga sama kota ini. London ramah dengan pendatang dan banyak kedai kopi bertebaran dimana-dimana.

Sebetulnya gue udah janji dengan beberapa orang untuk nulis tentang persiapan beasiswa LPDP. Gue rasa gue akan nulis di post berikutnya karena gue lagi dikejar deadline untuk assignment pertama gue sekarang. Sampai jumpa lagi secepatnya, semoga gue kembali konsisten untuk nulis.

White Lily: A Final Adieu

“Hai Dek, gimana game lu udah tamat belum?” kalimat itu yang sering dilontarkan kalau kita berpapasan di koridor Sipil. Beliau adalah salah satu dosen favorit gue, dosen struktur, spesialisasinya di struktur kayu.

Gue bertemu pertama kali dengan beliau ketika TPB. Saat itu gue belum masuk Sipil, masih di FTSL, sekitar tahun 2012 awal kalau tidak salah. Gue ingat betul beliau hari itu menggantikan salah satu dosen Sipil yang nggak bisa hadir untuk mengajar. Begitu beliau masuk, gue langsung tertarik dengan cara mengajarnya yang menyenangkan. Sangat friendly sekali dengan mahasiswanya dengan gaya berbicaranya yang asik. Tapi tetap saja, gue selalu mudah terdistrak dan waktu itu gue agak berisik di kelas sepertinya, jadi beliau melemparkan pertanyaan ke gue secara mendadak. Karena gue nggak mempersiapkan apapun sebelumnya, gue menjawab sekenanya sambil sedikit bercanda. Itu pertama kalinya gue berinteraksi dengan beliau.

Lalu di semester berikutnya ternyata gue masuk Sipil dan kebetulan beliau mengajar salah satu mata kuliah yang gue ambil. Ternyata beliau masih ingat betul dengan gue yang sedikit nggak serius ini. Karena gaya mengajarnya yang santai dan asik namun sangat mengena, singkat aja beliau langsung menjadi dosen favorit gue, sangat favorit.

Beliau menjadi pengajar di beberapa mata kuliah yang gue ambil dan di akhir masa perkuliahan gue dulu, gue mengambil mata kuliah spesialisasi beliau: struktur kayu. Beliau juga lah yang dulu sempat membuat gue gamang ingin mengambil sub jurusan struktur atau geotek. Walau pada akhirnya gue memilih geotek.

Lalu sore tadi, sehabis meeting gue mendapat kabar mengejutkan di grup angkatan. Sejenak gue pengen kabur dari segala hiruk pikuk proyek, memori gue kembali berputar pada tahun-tahun gue kuliah kemarin, lorong-lorong Sipil yang hangat diterpa matahari di pagi dan sore hari. Berpapasan dengan beliau di koridor sembari bertegur sapa. Duduk di bangku kayu panjang memperhatikan beliau mengajar dengan gaya khasnya. Mendengar beliau bercerita dan bercanda tentang kondisi bangunan Prodi Sipil yang dipertahankan ke-heritage-annya.

Satu hal yang agak gue sesalkan adalah gue belum sempat menemui beliau lagi sejak gue pergi meninggalkan Bandung.

 

Selamat jalan Pak Dr. Ir. Saptahari Sugiri. Terimakasih atas segala ilmu-ilmu yang telah Bapak ajarkan pada kami semua. Semoga segala ilmu yang telah bapak ajarkan dapat menjadi amalan jariyah bagi Bapak. Aamiin.

ps. Just don’t ever forget that you’ll always be embossed in our memory Pak.

Be A Smart Job Seeker

Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 30 April – 2 Mei kampus gue ngadain ITB Integrated Career Days. Acara ini diadain 2 kali setahun, biasanya di bulan Mei dan Oktober. Ini kali kedua gue ikut kepanitiaan di Career Days. Kepanitiaan kemarin gue jadi LOnya Bank Mandiri Group. Selain orang-orang mandiri yang friendly banget kita juga dapet banyak pembelajaran. Awalnya gue cukup bimbang untuk ikut atau nggak di kepanitiaan kali ini karena gue udah mahasiswa tingkat akhir. Cukup banyak temen-temen seangkatan gue yang dateng ke acara ini sebagai job seeker. Well, jadi LO emang capek, tapi banyak pembelajaran yang bisa kita ambil. Selama 3 hari ikut job fair kemarin gue mulai mengamati bagaimana seharusnya jadi job seeker yang baik di job fair.

1. Tau Perusahaan Peserta Job Fair. Menurut gue ini penting, jadi kita nggak buta-buta banget pas dateng ke job fair. Dengan tau ada perusahaan apa aja, kita mulai bisa menentukan kira-kira perusahaan apa aja yang sesuai dengan bidang kita. Dengan begitu pas dateng ke job fair kita udah punya tujuan, mau kemana aja dan waktu kita nggak terbuang sia-sia. Nah yang nggak kalah pentingnya, kalau misalnya kita berminat ke salah satu perusahaan, kita sebisa mungkin tau gambaran umum perusahaan itu seperti apa.

2. Persiapkan Kelengkapan Administrasi. Kelengkapan administrasi semacam CV, transkrip, pas foto dan lain sebagainya harus dipersiapkan dengan baik. Metode rekruitmen di job fair juga macem-macem banget, tergantung dari perusahaannya. Ada yang memerlukan perlengkapan fisiknya, soft filenya atau kita cukup menginput data kita aja. Oleh karena itu kita harus persiapkan semuanya, untuk kelengkapan fisik sebisa mungkin kita sediakan beberapa eksemplar. Nah, salah satu keuntungan udah tau tujuan perusahaan yang kita minati apa aja adalah kita bisa memperkirakan berapa banyak dokumen yang harus kita siapkan. Untuk soft file tentu kita harus nyiapin flash disk buat nyimpen dokumen-dokumen yang kita butuhkan.

3. Cari Tau Perusahaan yang Kita Minati Buka Lowongan di Posisi Apa Saja.Umumnya perusahaan-perusahaan peserta job fair selalu nampilin lowongan apa aja yang lagi dibuka, mengenai posisinya serta requirement apa aja yang dibutuhkan. Bisa di brosur, banner atau papan pengumuman di booth mereka. Jadi sebaiknya kita baca dulu, pahami seperti apa dan cocokan requirement yang mereka minta dengan diri kita. Setelah itu kita bisa tanya-tanya lebih jauh sama orang-orang dari perusahaannya langsung. Well, tapi gue rasa seringkali kita males baca dan lebih milih untuk nanya langsung. As long as perusahaannya nggak rame-rame banget sih oke-oke aja, tapi seringkali jumlah job seeker nggak sebanding sama sdm dari perusahaannya. Dan beberapa perusahaan juga menginginkan para job seeker membaca terlebih dahulu sebelumnya. Yah gue rasa itu aja sih secara umum yang gue dapet kemarin. Kalau kalian masih mahasiswa tingkat 2 atau tingkat 3 menurut gue ikut kepanitiaan ini menarik juga, karena kita bisa tau proses rekruitmen perusahaan itu kayak apa. Kita juga bisa ngobrol-ngobrol langsung sama orang-orang dari perusahaannya dan dapet banyak pembelajaran dari sana.

Oke, sekian.

4/17/2015

Gue nampaknya bakal hiatus dulu sampe gue kelar sidang. Setelah sidang nanti gue berencana bakal bikin video tutorial software-software yang gue pake, karena seriusan ada satu software yang dicarinya susah banget tutorialnya. Semoga TA dan sidang gue serta teman-teman gue berjalan lancar.  Bentar lagi gue juga bakal meninggalkan Bandung nampaknya.

Gue akan kembali setelah sidang selesai, bye.

Neverending TA

Wah udah lama nggak nulis disini, saat ini gue masih berkutat dengan TA yang never ending, yah tapi semoga segera berakhir dengan mulus. Long weekend ini gue nggak jadi balik karena kecerobohan gue membaca hasil running struktur yang gue desain. Karena kemarin lagi ribet beresin buku-buku yang udah nggak kepake dan disambi ngerunning plaxis, dengan ajaibnya gue baca deformasi yang harusnya 60 cm jadi 6 m. Tiba-tiba gue jadi panik dan memutuskan buat nggak jadi balik. Yah bayangin aja tanah deformasi 6 meter bahkan sebelum dibebanin apa nggak bikin panik duluan, udah bisa jadi basement itu 6 meter. Terus pas besoknya gue bawa hasil desain gue ke Dosbing gue, dengan polosnya gue menjelaskan duduk perkaranya

“Pak jadi saya udah desain di Plaxisnya nih Pak, tapi deformasinya besar sekali di arah vertikalnya Pak, sampai 6 meter errr”

“Lho yang mananya 6 meter Bil? Itu 60 cm kan”

He?”

Gue merasa konyol banget saat itu tapi di sisi lain seneng juga karena tanah gue nggak jadi jeblos 6 meter hahaha. Tapi terus gue agak nyesel karena gara-gara itu nggak jadi balik ikut bareng Bokap gue. Tapi yaudahlah, macet banget juga long weekend gini. Yah semoga dengan nggak pulangnya gue di long weekend ini bisa membuat gue lebih produktif mengerjakan TA gue. Tapi nyatanya seharian ini gue belum menemukan mood yang bagus buat sekedar nulis doang. Seharian tadi gue malah mainin lagi NFS Most Wanted gue, gara-gara habis nonton Fast and Furious 7. Racer wannabe gitu ceritanya, padahal sampe sekarang gue belum berani bawa mobil di jalan. Semoga kelar TA gue dimudahkan buat bawa mobil di jalan. Fast and Furious 7 ini emang bagus banget sih apalagi ini terakhir kalinya Om Paul Walker main disana.

Oh iya beberapa waktu lalu gue dipinjemin buku sama temen gue judulnya “ Le Petit Prince” bagus tuh. Ringan tapi maknanya dalam. Menurut gue penulisnya oke banget, karena dia bisa menyampaikan pesan yang sangat mendalam lewat cerita sederhana dengan bahasa yang juga ringan.  Bisa jadi bacaan anak-anak dan juga orang dewasa sih, tapi menurut gue orang dewasa akan lebih paham maknanya. Terus setelah itu gue jadi penasaran nyari ebooknya, tapi belum nyari sih, nanti aja, kelar TA.

Selain itu ada lagi buku bagus yang gue nggak beres-beres bacanya dari dulu, karena dia nggak continue gitu. Jadi kontennya emang dari satu chapter ke chapter lain nggak berhubungan, terus gue bacanya ngacak gitu, tergantung chapter apa yang gue buka, nggak tau kenapa yang random-random emang lebih asik. Oh iya ini bukunya Rolf Dobelli, The Art of Thinking Clearly, isinya tentang hal-hal bias dan asumsi-asumsi yang ngebentuk pola pemikiran orang kebanyakan gitu. Karena per chapternya juga nggak begitu banyak, biasanya gue iseng-iseng baca kalau lagi kosong atau bosen.

DSC_0532

Terussatu lagi buku yang lagi gue baca bukunya Mohammad Hatta yang judulnya Demokrasi Kita, isinya kumpulan pemikiran-pemikiran beliau tentang demokrasi dan kedaulatan gitu. Di bagian akhirnya ada beberapa surat-surat yang beliau sampaikan ke Soekarno ketika Soekarno masih menjabat sebagai Presiden RI. Beliau menyampaikan pandangannya dan memberikan masukan-masukan pada Soekarno mengenai berbagai masalah yang terjadi saat itu. Menurut gue ini nunjukin kepedulian beliau yang besar akan keadaan Indonesia saat itu. Yang ini memang bahasannya lebih serius dibanding dua buku sebelumnya.

DSC_0533

Dapetin mood buat TA emang seringkali susah sih, nggak tau kenapa, padahal tinggal dikerjain aja. Tapi emang ujian datang silih berganti, nemu buku bagus misalnya, kadang pas lagi di tengah-tengah baca buku itu gue mikir

“Bil, kenapa buku ini yang lu buka? Sana buka buku geoteknik yang sudah lu biarkan hibernasi berhari-hari”.

Yaaah tapi yang jelas ngerjain TA gini harus dibikin enjoy aja sih wkwkwk. Di tingkat akhir gini juga waktunya buat menikmati berbagai hiburan yang disediakan unit-unit di kampus. Karena kaum veteran yang sedang berjuang dengan TAnya kayak gue gini emang sangat butuh hiburan buat menaikkan mood sehingga jadi kembali produktif hahaha.

22

“We’re happy, free, confused, and lonely at the same time
It’s miserable and magical.”

– 22, Swift –

Februari udah berakhir dan hari ini udah masuk Maret. Februari lalu, banyak hal yang terjadi. Seneng, bingung dan galau karena TA ngak kunjung kelar. Ooops TA

Awal tahun ini ada 2 orang temen gue yang balik dari exchangenya. Nisa yang baru balik dari KAIST dan Arthur yang baru balik dari Porto. Kece-kece emang mereka wkwkwk. Gue masih menunggu untuk tiba giliran gue nantinya 😀

Laskar SoloWelcome home lah Arthur!!

Laskar Solo sekarang udah komplit lagi  😀

Terus temen SMA gue juga ada yang main ke Bandung, agaknya doi melarikan diri dari skripsinya sejenak. Ngajak keliling Bandung, keluar masuk distro dan dikit-dikit berenti di tempat makan.

DSC_0238

Terimakasih atas kunjungannya Amei dan juga Euis atas dukungannya wkwk. Sampai jumpa di lain waktu 😀

Terus akhirnya batch kedua proyek gue dan temen-temen kelar produksi. Sayang animo konsumen sangat rendah dan bisnis masih mandek. Rasa-rasanya kita harus putar otak banget untuk proyek ini kalau mau dilanjutin

Terus tanggal 22 lalu gue tambah tua. Nyokap gue bilang kalau gue harus udah dewasa sekarang. Wow sangat cepat sekali waktu berlalu. Hahaha thank you buat temen-temen semua yang walaupun sering gue isengin tapi tetep menyempatkan waktunya buat temen kalian yang kece ini. Tapi percayalah, gue sedang berusaha untuk mengurangi kadar keisengan gue sekarang

DSC_0170

Tengkyuu temen-temen Sipil 2011, walaupun gue keluar di saat yang nggak tepat. Tapi gue sudah cukup terkejut pas liat kalian di luar UKSI. Semoga tingakat 4 kita serta TA kita dilancarkan. Aamiin

DSC_0221

Tengkyuu  Fitri, Rina, Bena, Yaya, kalau ini gue kaget beneran. Parah sih kalian bisa masuk kosan hahaha. Lancar ya TA kita, semoga sukses. Aamiin.

20150301_122302

Tengkyuu juga, Kakak-kakak dan adik-adik kosan 81. Kalian juga sangat mengejutkan hahaha. Keren nasi tumpengnya seperti totem 😀

Jadi yah, Februari ini memang macem-macem banget sih, happy karena 2 orang temen pulang ke indo, karena kunjungan temen sma, karena perhatian keluarga dan temen-temen di sekeliling gue. Tapi yah ada juga proyek yang masih mandek dan TA yang belum kelar juga. Karena hidup itu kayak ular tangga, kadang ketemu tangga dan bisa naik, kadang dapet dua angka enam jadi bisa jalan dua kali, atau kadang ketemu ular dan meluncur ke bawah. Tapi yang jelas, gue harus tetap semangat!!

Kalau kita ada kemauan dan usaha, pasti ada jalan. If there’s a will, there’s a way. Seiring dengan semakin menuanya gue, gue juga harus berubah jadi dewasa. Walaupun, seorang temen gue ada yang ngucapin kayak gini

sketch-1425199003614~2

Emang, ada-ada aja sih itu temen gue. Tapi biarlah. Pokoknya gue akan berusaha dan gue yakin pasti gue akan menjadi dewasa hahaha. Dan gue juga yakin bahwa TA gue akan segera kelar dan gue bisa menikamti hidup yang indah ini hahaha.

Oke, sekian gue mau siap-siap dulu buat nonton konsernya unit gue pas TPB dulu, KPA. See yaa 😀

Rehat Sejenak

Agaknya untuk sementara ini gue bakal hiatus dulu. Cukup banyak yang harus diselesaikan. Mungkin gue akan nulis lagi setelah kelar ambil TOEFL nanti. Well, dan mungkin akan lebih sering nulis lagi ketika TA kelar. Akhir-akhir ini gue jadi semangat lagi untuk mengejar sesuatu. Yah semoga aja berhasil, toh yang penting berusaha dulu. Hasilnya diserahkan saja kepada Allah.

Sampai jumpa.

Lingkaran Kecil di Jumat Siang

Hari ini hari Jumat, sejak satu semester yang lalu gue ikut mentoring lagi di kampus, setelah diajak oleh Leni, temen satu jurusan gue. Kelompok mentoring ini terdiri dari beberapa temen gue di Sipil dan Kelautan. Kakak mentor gue anak Lingkungan 2009, Teh Ami namanya.

Tadi siang, entah kenapa gue agak berat dateng ke mentoring. Gue sengaja berlama-lama di lab mektan, membuka dan menutup browser untuk mencari hal-hal yang sebenarnya tidak begitu mendesak untuk dicari. Berat rasanya untuk berjalan ke tempat kita melingkar seperti biasanya. Akhir-akhir ini rasanya gue emang agak payah dan setan agaknya berhasil memperdayai gue. Tapi pada akhirnya gue berangkat juga, setelah diajak oleh temen-temen dan Latin cerita tentang kisah iblis yang selalu berusaha menggoda manusia.

Lalu gue berangkat dan melingkar bersama yang lain. Awalnya nggak ada perubahan yang berarti pada mood gue tadi siang. Seperti biasa, kami tilawah bergilir. Lalu Leni punya kisah tentang seorang ibu yang sangat memikirkan kepentingan orang lain di kala keadaan yang sulit. Setelah itu Yaya menceritakan kisah seorang muslim di zaman Sultan Murad yang meninggal secara khusnul khotimah walau tanpa sepengetahuan siapa pun. Mentoring mengalir saja seperti biasanya, perlahan-lahan mood gue kembali membaik. Tersenyum lalu tertawa. Rasanya ada beban yang mendadak hilang. Melihat Kakak Mentor gue yang senyumannya sangat teduh, terkadang membuat gue berpikir “Kapan gue bisa jadi seperti beliau”.

Lalu di tengah-tengah mentoring tadi Rina menunjukkan suatu hadist

Rasulullah SAW bersabda:

Barang siapa yang bangun dipagi hari dan hanya dunia yang dipikirkan, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya (tidak berdzikir) maka Allah akan menanamkan 4 penyakit :

1. kebingungan yang tidak putus-putusnya

2. kesibukan yang tiada ujungnya

3. kebutuhan yang tidak terpenuhi

4. khayalan yang tidak berujung

(HR Muslim)

Pas baca ini gue jadi tersadarkan banget. Setiap pagi, kalau gue bangun yang gue pikirin biasanya duniawi banget: hari ini kegiatannya ngapain aja, apa yang lupa dikerjain kemarin, nanti mau nyuci atau laundry aja, ada tugas apa aja, kuliah apa dan lain sebagainya.

Mentoring tadi menyadarkan gue lagi akan suatu hal yang krusial

“Hey Bil, tujuan hidup lu itu bukan di dunia yang fana ini tapi di akhirat yang kekal”

Terkadang, atau bahkan seringkali gue lupa akan hal ini, mengejar dunia yang nggak ada habisnya. Setelah selesai satu kesibukan, lalu muncul kesibukan yang lain. Atau sebenarnya kita tidak terlalu sibuk tapi seolah-olah amat sangat merasa tersibukan oleh dunia.

Allah selalu punya cara untuk mengingatkan hambaNya dan gue bersyukur karena bersama teman gue yang mengingatkan untuk mentoring tadi siang. Satu hal yang gue syukurin adalah adanya lingkaran kecil ini, yang berkumpul setiap hari Jumat. Walau gue bukan apa-apa dibanding yang lain. Gue selalu bersyukur karena adanya lingkaran ini selalu mengingatkan gue untuk lebih dekat dengan Allah.

Gue mungkin tergolong newbie dan terkadang agak bingung harus memulai dari mana. Sering kali khilaf. Gue juga kadang berpikir kapan gue bisa jadi seperti mereka yang berwajah teduh dan gue benar-benar takut kalau-kalau gue terjangkiti 4 penyakit yang telah disebutkan diatas. Semoga Allah selalu menjaga lingkaran kami ini agar bisa saling mengingatkan.

Lalu ketika kita lelah dan nggak tau kemana lagi harus mengadu. Allah selalu ada untuk kita. Selain masalah TA gue juga kepikiran sama kondisi negara kita yang menurut gue lagi bergejolak sih. Mulai dari pilpres yang rame, liberalisasi sektor migas, calon Kapolri yang ditetapkan tersangka oleh KPK, dan barusan banget wakil ketua KPK yang mendadak ditangkap dengan tuduhan memberikan kesaksian palsu. Gue tadi siang juga berpikir: ini negara kita mau dibawa kemana sebenarnya oleh mereka-mereka ini. Yah, pada akhirnya kita memang cuma bisa berharap sama Allah. Gue sangat yakin bahwa Allah akan menunjukkan yang benar itu benar dan yang salah itu salah pada akhirnya. Sekali lagi, dunia ini cuma fana dan sementara, akhiratlah yang kekal. Allah selalu bersama mereka yang berjuang di jalanNya dan semoga mereka yang berjuang di jalanNya mendapatkan kekuatan untuk terus istiqomah.

Solo: Kota Asik buat Hunting Makanan Enak

Sabtu kemarin gue ke Solo buat nengokin eyang gue tercinta. Gue berangkat dari Jakarta bareng Nyokap gue, seharusnya waktu tempuh Jakarta-Solo cuma sekitar 1 jam. Cuma gara-gara Nyokap gue orangnya super ontime dan kita udah paranoid sama macetnya Jakarta yang nggak bisa ditebak. Gue berangkat dari rumah habis Subuh, sekitar jam 5 dari Bogor. Padahal jadwal berangkatnya jam 9.30. Kita nyampe Solo sekitar jam 11 lewat, gara-gara ngantri agak lama di runway. Soekarno Hatta emang udah padet banget men. Jadi kalau ditotalin dari Bogor nyampe Solo, termasuk waktu tunggunya, kira-kira ada sekitar 7 jam. Hampir sama kayak gue pas balik dari Solo-Bandung naik kereta yang waktu tempuhnya sekitar 9 jam.

Di Solo kemarin gue nggak sempet jalan-jalan buat wisata kuliner karena emang cuman bentar banget disana. Tapi yang jelas gue nggak melewatkan nasi liwet favorit Bokap gue dan wedangan di Pak Harno yang lagi-lagi favorit Bokap gue. Nasi liwet yang jadi favorit Bokap gue ini letaknya di samping Solo Square. Kalau rumah eyang gue ada di sebelah barat Solo Square, Nasi Liwet ini ada di sebelah timurnya. Jualnya pagi-pagi dan super duper ngantri apalagi kalau lagi musim-musim mudik. Gue nggak tau nasi liwet apa namanya, soalnya si Ibunya cuma bawa dagangannya di bakul gitu (atau apasih? pokoknya mirip-mirip yang dibawa tukang jamu gendong). Nah nasi liwet itu mirip-mirip sama nasi uduk lah, cuma lebih basah gitu, nggak sekering nasi uduk teksturnya. Yang jelas nasi liwet Solo sama Sunda itu beda. Nasi liwet Sunda lebih kaya bumbu. Nasi liwet Solo ini disajikan pake sayur pepaya muda, telur, ayam kukus dan areh santan. Gurih lah pokoknya dan lu kalau ke Solo harus banget nyobain nasi liwet ini.

Nah, kalau wedangan itu mirip-mirip angkringan kalau di Jogja. Di Bandung lu juga bisa nemuin angkringan biasanya cukup banyak di deket kampus-kampus gitu. Di sekitar kampus gue aja ada sekitar 4 angkringan. Nah kalau di Solo gue punya langganan wedangan. Namanya, Wedangan Pak Harno. Kata Bokap gue disana Teh nya enak, kalau kata orang jawa teh yang enak itu ginastel (legi panas kentel) yang bisa diartiin manis, panas dan kental. Karena gue nggak begitu bisa membedakan rasa teh tubruk satu sama lain, jadi gue nggak begitu paham. Kalau favorit gue di wedangan sih wedang jahenya. Gue nggak ngerti kenapa selera gue kayak orang tua gitu. Menurut gue wedang jahenya cukup mantep sih, jahenya terasa banget gitu. Di wedangan ini nggak kita nggak cuma minum aja, Pak Harno punya banyak pilihan makanan buat nemenin kita minum. Dari aneka sate-satean, gorengan, nasi kucing, sampe burung puyuh goreng. Biasanya gue ke wedangan ini bareng Om, Bokap atau Kakak gue. Nggak ada salahnya kalau nyari wedangan ke Solo mampir ke sini, wedangan ini ada di Jalan Adi Sucipto.

Kalau ngomongin kuliner di Solo emang macem-macem banget, sayang kemarin gue nggak sempet kemana-mana karena keterbatasan waktu. Ada beberapa tempat makan yang recommended lain kalau melancong ke Solo nih.

1. Bebek Haji Slamet

Mungkin sebagian dari kita udah sering banget liat ini, di Bogor, Bandung, Jakarta, BSD dan kota lain juga udah banyak juga cabangnya. Tapi di sini lah pusatnya men, letaknya di Kartasura, Solo agak kepinggir dikit. Menurut gue di sini lah yang paling enak. Walau rasanya pasti ada standarnya, lu bakal bisa merasakan bedanya kalau makan disini. Favorit gue nomer wahid kalau ke Solo. Lu harus dateng pagi-pagi kalau nggak mau kehabisan ceker gorengnya. Makan bebek sambil ditemenin es beras kencur juga gue rekomendasikan.

2. Timlo Sastro

Nah, ini favorit gue yang lain, Timlo Sastro ini terletak di Pasar Gede. Dari pertama kali gue ketemu timlo ini gue langsung jatuh cinta. Timlo ini semacam Soto gitu, bumbu kuahnya minimalis, didalamnya lu bisa nemuin irisan sosis solo, ati ampela, dan telur pindang Seger deh pokoknya.

3. Soto Gading

Kalau Nyokap gue sukanya Soto Gading ini. Tempatnya di Jl. Brigjen Sudiarto. Tempatnya cozy, kayak di rumah tua gitu dan pake meja-meja kayu besar. Rame banget dan paling cocok dipake sarapan. Selain soto ayamnya yang nyus banget banget. Di sini juga banyak lauk tambahan yang disajiin di meja-meja. Mulai dari aneka sate-satean, tempe tahu goreng, sosis solo, empal, perkedel dan kawan-kawan.

4. Soto Triwindu

Berbeda dengan Soto Gading yang menyajikan soto ayam, Soto Triwindu ini menawarkan semangkung soto daging yang melegenda. Soto Triwindu ini nggak kalah ramenya sama Soto Gading. Disini juga menyajikan banyak lauk tambahan di setiap mejanya. Lu harus dateng pagi-pagi banget kalau nggak mau kehabisan paru gorengnya.

5. Tahu Kupat Masjid Solihin

Sesuai namanya Tahu Kuppat ini letaknya di deket Masjid Solihin, Nah kalau ini mungkin agak sulit ditemuin di kota-kota lain. Tahu kupat Solo ini mirip sama kupat tahunya Magelang. Bedanya kalau di Solo di bumbunya ditaburin kacang goreng, kalau di Magelang kacangnya diulek sama bumbunya. Tapi yang jelas beda banget sama kupat tahu di Bogor atau Bandung. Tahu kupat ini isinya tahu, ketupat, bakwan, mie kuning, kol dan telur dadar. Terus bumbunya kayak bumbu yang pake kecap manis gitu. Sebenernya di depan rumah eyang gue juga sering ada yang keliling gitu, tapi akhir-akhir ini gue juga nggak pernah liat lagi Bapaknya kemana.

6. Susu Segar Shi Jack

Sampe sekarang gue nggak ngerti Shi di depan namanya Jack itu maksudnya apa. Ini adalah tempat susu segar yang wajib banget didatengin gue dan sepupu kalau pas lagi mudik. Minimal kita sekali kesana tiap lagi mudik. Dan orderan gue dari masih SD sampe sekarang nggak berubah: Es Susu Coklat. Susunya enak dan kayak di wedangan, Shi Jack punya banyak cemilan asik buat nemenin kita minum susu segar. Aneka sate-satean, gorengan, baceman, sosis solo, roti dan pisang bakar dan juga telur setengah mateng. Shi Jack juga punya banyak banget menu minuman, yang jelas pake susu semua. Recommended buat anak-anak wkwkwk.

Sebenernya masih banyak sih kuliner asik di Solo, kayak Selat Solo, Serabi Notosuman, Dawet Selasih di Pasar Gede, Sate Ayam Pak Banjir, Bakso Pak Pawiroredjo dan lain-lain. Yah gue pribadi nggak pernah sih pas liburan atau mudik bisa kena semuanya. Karena keterbatasan waktu buat hunting makanan. Tapi pokoknya yang diatas itu yang gue rekomendasikan pribadi buat dicari kalau lagi nyasar di Solo.

Oke, Sekian

Pra Semester Delapan

Ini hari kedelapan gue di Bandung, pasca liburan. Persiapan praktikum mektan udah jalan enam hari, gue nggak ngerti sama anak-anak di angkatan gue yang bikin ngakak terus. Selama penataran ini kayaknya gue nggak berhenti ketawa, ada-ada aja yang dilakuin, dan gue semakin yakin kalau kita-kita emang butuh penataran dulu sebelum praktikum. Kenapa? Yaah mungkin kalau nggak ada penataran ini, di hari pertama praktikum kita bisa nggak sengaja ngeledakin lab.

Setelah keluar nilai Perpol kemarin, akhirnya semester 7 resmi berakhir. Rencana studi gue yang super sepi dibandingin semester-semester sebelumnya juga udah disetujuin sama dosen wali gue. Dan minggu depan, semester 8 udah dimulai. Jadi mahasiswa tingkat akhir gini emang sensainya beda. Setiap ketemu orang udah mulai ditanyain pertanyaan yang agak butuh mikir dikit buat jawabnya. Kayak

“Lulus kapan?”

“Masih di Bandung?”

“Udah mulai TA?”

atau kalau di rumah, ditanyain Bokap Nyokap kayak gini

“jadi udah dapet judulnya dek?”

“gimana TAnya? udah mulai cari-cari bahan?”

“udah konsultasi lagi sama Pak Endra?”

Pokoknya dua huruf itu selalu mengusik pikiran gue, si TA itu, setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik, tapi yaaah gitu deh tetep aja. Senin lalu, gue udah ketemu lagi sama Pak Endra dan nentuin judul. Dan di hari berikutnya gue udah dikasih bahan seabrek sama Kak Yulisa, anak S2 yang tesisnya hampir sama kayak rencana TA gue. Progress gue rasanya masih agak lamban sih, kayak keong, rasa-rasanya gue harus mempercepat diri gue. Yang suka bikin nggak tenang adalah ketika lu udah mulai liat foto temen-temen seangkatan lu yang terpampang di timeline udah make selempang yang ada nama dan gelarnya…atau liat  temen lu yang nyetatus tentang seminar proposalnya. Sedangkan gue baru dapet judul beberapa hari yang lalu, errrrr.

Yaudahlah dinikmatin aja sih, kayaknya si TA ini emang menuntut kita untuk bener-bener mandiri. Semua-muanya harus atas kesadaran sendiri. Kalau kita males-malesan ya dadah banget deh sama TA. Yaaah pokoknya mulai saat ini gue harus semangat, karena di luar sana temen-temen gue satu persatu udah meraih gelarnya.

Tapi segala pertanyaan yang dilontarkan orang-orang tentang TA itu nggak ada apa-apanya sih dibanding pertanyaan pamungkas yang satu ini

“Mbak Bella udah punya pacar?”

“errrrr……”

Kalau dulu gue jawab pertanyaan ini dengan santainya pake jawaban

“Wah aku masih anak-anak Tante”

Gue rasa gue udah nggak bisa pake jawaban itu lagi. Gue udah 21 nyaris 22 malah, yakali masih anak-anak. Walau kenyataan agak berat, kayaknya harus gue akuin kalau gue udah dewasa. Kayaknya di umur-umur segini emang banyak pilihan-pilihan hidup yang akan kita ambil. Kayak lu mau kemana habis lulus, lu mau jadi apa, atau apa yang lu cari. Pilihan-pilihan ini menurut gue bakal punya pengaruh yang cukup besar buat kehidupan kita nantinya. Mulai sekarang gue juga nggak mau lagi jawab pertanyaan-pertanyaan orang dengan jawaban

“sorry gue masih anak-anak”

Childish banget lah itu! Wkwkwkwk. Udah nggak main deh gue sama itu jawaban. Pada akhirnya semua orang tumbuh dewasa. Kenyataannya adalah

  1. Peter Pan itu nggak ada
  2. Neverland itu sama fiktifnya kayak Peter Pan
  3. Peter Pan dan Neverland cuma karangan Kakek J.M Barrie

Jadi yaudah, sebagai manusia dewasa kita harus mengambil pilihan dan bertanggung jawab atas pilihan kita. Asiiiik hahaha. Kita nggak bisa lagi mengelak dari tanggung jawab. Dan salah satu tanggung jawab yang diberikan oleh Nyokap Bokap gue adalah lulus dari kampus ini dengan baik-baik. Jadi ya Bismillah deh, dengan TA gue ini. Semoga semuanya baik-baik aja 😀

****

Wait..

But the holiday isn’t over yet!!! Yipppii. Karena Sabtu ini gue mau ke Solo. Ke tempat Eyang sembari ngeliat proyek KP gue tercinta. Udah sampe mana, syukur-syukur kalau udah dibuka. Oke, selamat sore