Tetap pada Jalur

Minggu kemarin gue rasa adalah minggu terhectic di bulan ini. Dari presentasi KP sampai presentasi tugas besar kayu. Irama hidup gue benar-benar kacau semingu kemarin.

Beberapa minggu ini emang gue ngerasa tersibukkan banget. Bahkan gue cabut mentoring selama 2 minggu. Alasannya? ada tugas yang harus dikerjakan. Gue memutuskan untuk ikut mentoring karena gue harus menjaga diri gue tetap pada jalurnya. Gue hanya mau belajar. Nggak tau kenapa gue seneng aja ngeliat anak-anak di Salman yang ngumpul di selasar, mendiskusikan sesuatu yang entah apa. Berbahagia lah mereka yang sudah jelas mau dibawa kemana hidupnya. Gue terbiasa dengan lingkungan yang heterogen, dari yang sudah sangat amat yakin dengan apa yang dianutnya sampai yang masih bertanya-tanya hingga hari ini. Sedangkan gue, gue masih belajar.

Intinya tadi gue telat dateng mentoring karena gue cukup bodoh untuk memilih makan seblak dulu sebelum mentoring. Akhirnya karena antrean seblak yang begitu panjang gue telat mentoring nyaris satu jam. Dan gue menyesal. Mentoring kali ini ngebahas tentang maksiat. Bahwa maksiat dapat membawa dampak buruk nggak cuma ke orang-orang di sekitar pelaku tapi juga terhadap dirinya sendiri. Cukup banyak dan cukup menampar gue. Bahwa gue harus memperbaiki diri secepatnya. Mentoring itu mungkin bisa diibaratkan sebagai pelepas dahaga di keramaian. Setelah seminggu penuh disibukkan oleh urusan duniawi, mentoring itu seolah mengingatkan gue “kalau ada urusan yang lebih besar lagi”. Gue rasa gue harus nyempatin untuk baca buku-buku bagus lagi. Hal duniawi terkadang membuat kita tersibukkan dan justru lupa tujuan utama hidup ini apa. Dunia memang mengerikan.

” Dunia ini ibarat bayangan, kejar dia dan engkau tak akan pernah bisa menangkapnya. Balikkan badanmu darinya dan dia tak punya pilihan lain kecuali mengikutimu. “

– Ibnu al-Qayyim –

Oh iya suatu hari di tengah liburan gue menemukan buku ini dan kebetulan salah seorang temen gue menjual buku ini. Waktu itu seorang kakak kelas gue juga ngepost kalau buku ini bagus.

lapis lapis keberkahan

Akhirnya gue memutuskan untuk beli karena penasaran isinya kayak gimana. Hari itu juga, temen gue maketin buku ini ke rumah gue. Dan gue sangat suka gaya penulisannya Ust, Salim A. Fillah. Kata perkata yang dipilihnya. Nggak membuat bosan dan terus penasaan apa isinya secara keseluruhannya. Banyak pelajaran soal kehidupan yang dapat dipetik dari buku ini. Percayalah bahwa buku ini sangat rekomended. Pada bagian awal buku ini terdapat kata-kata yang membangkitkan semangat

 ” Memburu berkah amatlah berat, tapi justru dalamnyalah ada banyak rasa nikmat “

Ya, selamat memburu berkah di bumi Allah yang luas ini. Semoga kita bisa terus belajar dan mengambil makna.

Lewat Jenuh

Kalau dari yang gue pelajarin pas SMA, larutan yang kelewat jenuh lama-kelamaan bakal mengendap. Lalu apakah otak yang jenuh juga akan mengendap?

Akhir semester emang parah. Tugas dateng, silih berganti, mengalir tanpa ampun dari yang berwajib. Bayangin aja, kemarin lusa baru kelar sidang KP dan pagi tadi kita udah harus presentasi tugas besar kayu. Semalem gue jenuuuuuh buanget. Akhirnya selesai les gue memutuskan “kabur” bentar dari kenyataan dan pergi ke kedai teh buat minum green tea latte favorit gue

Tadi malem bahkan gue nggak bisa tidur tapi kalau bangun nggak bisa mikir. Rumah kayu yang sebenernya udah kita rencanakan dengan cukup sederhana masih aja nemuin banyak kesulitan-kesulitan di bagian sambungan. Semalem gue jenuuuuuh buanget. Akhirnya selesai les gue memutuskan “kabur” bentar dari kenyataan dan pergi ke kedai teh buat minum green tea latte favorit gue.

Sekitar pukul 3 gue bangun dan nyelesain gambar sambungan sampe jam 7. Dalam waktu singkat gue seolah dipaksa untuk belajar AutoCAD 3D. Sambungan yang kita rencanakan emang agak nyentrik, entah gimana jumlah baut yang dibutuhkan banyak banget. Jadi sambungan kuda-kuda yang kita rencanakan kombinasi antara sambungan gigi dengan pelat buhul. Saking bingungnya dan pengetahuan gue mengenai sambungan juga masih cupu banget, bahkan ada satu sambungan yang gue kira bentuknya kayak bajunya pharaoh gitu haha. Oke, ini beberapa sambungan yang berhasil gue gambar.

Sambungan 1 Sambungan 2 Sambungan

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Dan yang paling miris adalah.. ketika presentasi Pak Saptahari (Dosen Kayu gue) ngeskip bagian ini.

***

Kadang ketika lagi jenuh di suatu titik gue meyakinkan diri gue bahwa ini hanya sebagain kecil dari kehidupan. Lalu masih banyak kejaran yang harus dilakukan. Maksud gue, hidup seharusnya nggak hanya dibiarkan mengalir gitu aja. Nggak tau juga sih, tapi gue rasa orang yang punya mimpi itu keren.

“If you can dream it, you can do it.”

-Walt Disney-

Sidang KP : Done!!

Yep! Akhirnya gue selesai juga sidang KP. Setelah gue nyaris sebulan penuh KP di Solo bersama temen-temen gue yang super, Fitri, Irul dan Arthur. Akhirnya selesai juga segala urusan per-KPan ini. Irul sama Arthur udah sidang duluan, beberapa bulan lalu, karena Arthur harus pergi ke Porto buat exchange. Nah ini gambar yang di ambil pas kita lagi KP, di Hotel Saripetojo Solo

10730785_10203142808666363_4783766144454586091_n

(Kiri-Kanan) Gue, Bapak Tukang 1, Bapak Tukang 2, Bapak Tukang 3, Irul

(Sumber : Fitri Pratiwi)

Nah terus intinya tadi Sore, jam 15.00 gue sama partner gue, Fitri, sidang KP. Dosen pembimbing kita adalah Pak Indra Djati dan Dosen pengujinya adalah Pak Sigit Darmawan. Awalnya gue agak grogi juga pas mau sidang. Partner gue rapi banget, pake rok, sama blazer sedangkan gue santai banget. Yaaa kayak pakaian gue sehari-hari aja, kemeja yang dimasukin, sneakers, jeans biru plus blazer biar agak formal dikit. Tiap ketemu temen-temen gue dan tau kalau gue mau sidang dengan pakaian kayak gitu gue langsung dikomentarin kalau pakaian gue nggak formal. Hahahaha gue sih nggak begitu peduli, yang penting gue nyaman dan bisa menjelaskan dengan baik di depan.

Awalnya gue kira kita berdua bakal dihabisin ternyata salah banget. Kita berdua dituntun untuk menemukan jawaban yang benar. Terus sesi pertanyaan yang gue takutkan akan jadi sesi pembantaian berubah jadi sesi diskusi. Banyak banget pembelajaran yang didapet, diantaranya mengenai penggunaan tiang pancang dan tiang bor yang sebaiknya nggak digabungkan, optimasi penggunaan tiang pancang, pola keruntuhan strong column weak beam, perubahan kurva S akibat adanya pekerjaan tambahan, pertimbangan pemilihan subkontraktor dari owner dan kontraktor dan lain sebagainya.

Alhamdulillah gue bisa melalui sidang KP dengan lancar dan nyaman (karena gue nggak terpaksa menggunakan rok dsb). Selang beberapa saat kami berdua dipanggil masuk ke dalam ruang sidang dan dinyatakan lulus. Rasanya itu super duper lega. Akhirnya satu kewajiban telah selesai. Yak, setelah selesai sidang, gue, fitri serta partner sidang kita kave, bryan sempat ngambil foto dulu sama dosen penguji dan pembimbing kita.

Habis itu kita juga foto bareng temen-temen gue tercinta, yang selalu ada sejak gue tingkat 2, ceritanya kayak kelar sidang TA gitu, fotonya di taman wkwkwk

Nah, dan nggak lupa gue ucapkan terimakasih sebesar-besarnya buat temen-temen super gue ini. Fitri, Arthur, dan Irul. Well, tanpa kalian mungkin 1 bulan di Solo akan terasa angat hampa. Thanks buat keceriaan yang selalu kalian berikan ketika gue jenuh.

Laskar Solo

IRUL, ARTHUR, GUE, FITRI

-LASKAR SOLO ’14-

Pasar Seni ITB 2014

Yohoooooo akhirnya Pasar Seni dateng juga, kemarin, Minggu 23 November 2014 KMSR ITB dan seluruh Jajaran Pasar Seni berhasil mengadakan event yang supeeeeer buanget. Acaranya dimulai sekitar pukul 8 pagi dan sukses membuat Jalan Tamansari dan Sekitar Kampus ITB macet banget. Untung gue ngekosnya deket kampus, jadi tinggal jalan.

Jalan Ganeca di depan kampus ditutup dan ditata dengan dekorasi yang nyeni abis. Begitu gue nyampe di sebelah barat Jalan Ganeca, tepatnya di depan Parkir Sipil gue dan temen gue disambut dengan tiga pilar-pilar kerucut yang tersusun dari potongan kayu.

Pasar Seni ITB 2014

Di bagian gapura ini aja udah rame banget pengunjung foto-foto. Terus setelah minta difotoin temen gue disana, kita jalan ke arah timur. Nggak lama kita jalan, kita nemu lagi yang menarik. Apaan tuuuh? Lukisan yang dibandrol 1 milyar men. Nih lukisannya

Pasar Seni ITB 2014

Lukisan ini dijual 1 milyar bro. Gile-gile gue nggak ngerti lagi dan lu harus liat bagian paling menariknya nih..

CAM02127

Karena gue jam 1an udah balik ke kosan dan baru ke kampus lagi jam 6 buat ketemu bentar sama temen, gue nggak tau bagaimana akhirnya nasib lukisan ini. Apakah Pak Asep Berlian pulang membawa uang 1 milyar atau harus membakar lukisannya.

Selanjutnya kita jalan terus ke arah timur, di sepanjang Jalan Ganeca lu bisa nemu orang-orang yang lagi ngelukis. Terus ada 1 lukisan yang mencuri perhatian gue, gue tapi nggak tau judulnya apa dan yang ngelukis siapa karena terlalu ramai buat mendekat. Ini lukisannya.

Pasar Seni 2014

Agak ngeblur deh sayangnya. Well, yg menonjol dari l;ukisan itu tuh adanya bentuk tangan yang ngebentuk jembatan yang melintasi sungai. Maknanya mungkin tergantung persepsi orang masing-masing ya dan lagi gue juga nggak sempet ketemu pelukisnya. Hmmmm

Terus kita jalan terus ke timur dan masuk lewat parkiran SR, karena gerbang utama penuh banget. Parkiran SR berubah jadi stand-stand unik, mulai dari seni menempa sampai (gue nggak ngerti kenapa) perkumpulan bikers-bikers gitu. Nuansa di sisi Timur bagian dalam ini bener-bener “keras” lah pokoknya. Nah ini salah satu stand seni menempa yang gue jumpai

CAM02136

Nah, habis dari area timur tepatnya di area parkir SR (Seni Rupa) gue sama temen gue, Fitri, jalan ke arah boulevard. Kita harus berdesak-desakan sekitar 15 menit buat bisa mencapai boulevard yang biasanya bisa ditempuh sekitar 3 menit dari gerbang SR. Terus kita ngelewatin patung Tyrex yang terbuat dari seng-seng persegi gitu, sayangnya karena terlalu penuh gue nggak sempat ambil gambarnya. Boulevard padet banget men, apalagi dideket si tyrex ini. Gue sempet ngambil gambar suasana boulevard waktu itu nih

Nah namun sekitar pukul 12.00 hujan tiba-tiba turun deras dan gue nggak tau harus kemana, lanjut muter-muter atau balik karena sepatu gue kebasahan. Akhirnya gue putuskan untuk terus di kampus karena kita belum liat seluruh areanya. Akhirnya karena kita udah terlanjur ke arah perpustakaan dan nggak menemukan apa-apa lagi di sana, kita puter balik ke arah Sipil dan memutuskan buat makan siang. Setelah gue menghabiskan sepiring Batagor di area makanan, gue mencari pencuci mulut yang gue nggak nyesel banget beli, yakni es krim combo antara ogura dan matcha yang rasanya nyuuuus banget. Sayangnya gue nggak nanya si cici’ itu biasa jualan dimana. Sekedar informasi aja, jadi es krim ogura itu merupakan es krim yang pake kacang merah gitu. Nah, perpaduan antara es krim kacang merah dan es krim matcha itu sabi banget deh pokoknya.

Yah, pasar seni ini emang seru banget sih, cuma terlalu crowded aja jadi kadang nggak jenak gitu kalau menikmati keindahan-keindahan dekorasinya atau pameran-pameran di stand-stand yang ada disana. Disamping itu, sinyalnya entah kenapa super jelek. Gue waktu itu mau komunikasi sama temen SMA gue yang kebetulan dateng di sana juga susah banget dan akhirnya kita nggak bisa ketemu. Tapi secara keseluruhan, keren banget, tapi saran dari gue sih ya, sebaiknya acara sebesar ini diadakan dua hari. Biar pengunjungnya nggak begitu crowded dan gue bisa menikmati es krim ogura matcha pasar seni itu lebih lama.

Oh iya, ada gambar penutup nih yang gue ambil di area seberang parkiran sipil

Pasar Seni ITB 2014Gue nggak tau deh, tapi gue penasaran kalau balonnya gue ambil, dia bakalan gerak atau nggak hahaha.

Akhir Semester yang Penuh Dengan Tubes

Ini random banget gue nulis di CC Timur, soalnya lagi nungguin temen gue, Adit, nyelesain kerjaan ETABSnya, terus nanti kita ngerjain bareng-bareng lagi. Disini lagi hujan terus gitu. Bikin suasana jadi melankolis gitu. Terus dari CC Timur juga udah mulai keliatan persiapan buat Pasar Seni yang bakal heboh banget gitu kayaknya.

CADL

Gedung CADL yang lagi Gue sama Adit kerjain di ETABS

Hmmm tiba-tiba, gue buka line kan. Terus liat temen gue, Ekong, ganti PP, terus kangen terus gue ngeline dia. Dia baik-baik aja di Korea katanya. Nggak tau kenapa kalau liat temen gue satu itu, gue jadi semangat lagi. Dia persistent ngejar mimpi-mimpinya, salah satunya buat dapetin exchange ke luar. Dan akhirnya pertengahan taun lalu dia pergi ke KAIST buat exchange. Gue ikutan seneng pas tau kabar itu. Gue dulu juga suka ngobrol-ngobrol ke dia tentang rencana gue buat sekolah di luar. Tapi pasca Carer Days kemarin, gue berubah pikiran, dan kayaknya gue mendingan kerja dulu daripada kuliah.

Tapi, barusan gue dapet kabar dari temen gue, Fitri, kalau Kyoto University buka summer school buat taun depan. Men, gue jadi semangat lagi, buat ngejar itu exchange. Ditambah gue habis ketemu Professor Susumu Iai yang dari Kyoto, beberapa minggu lalu. Apakah ini takdir? wkwkwkwk. Yah, exchange bisa jadi pilihan yang tepat karena gue nggak mau lanjut kuliah tapi mau langsung kerja kelar S1 nanti. Jadi kalau sekedar cari-cari pengalaman kenapa nggak? Summer schoolnya mulai bulan Juli, sekitar summer gitu selama 1 bulan. Hmmmmph Bismillah deh, Fighting!!

Oh iya balik lagi ke “Akhir Semester yang Penuh dengan Tubes”, emang tiap semester juga begini, udah nyaris 7 semester gue lalui, gue jadi hapal betul atmosfer kuliah di akhir semester, mulai intensitas tidur yang kurang tapi dibarengi dengan hasrat buat tidur yang meningkat, kamar yang semakin berantakan, pola makan yang udah nggak jelas dan tubes (tugas besar) yang menyerang silih berganti. Yah tapi emang begini kan? DIjalanin aja. Bentar lagi InsyaAllah lulus. Aamiin.

Oh iya, weekend besok bakalan ada Pasar Seni, WOW!!!! Kayaknya bakal fantastis. Gue nggak tau nanti mau beli atau sekedar liat-liat aja disana, tapi gue menahan diri buat beli die cast demi pasar seni broh.

The Empty Box : Inovasi untuk Pergerakan Antikorupsi

Well, The Empty Box adalah ide yang muncul secara mendadak di kepala gue ketika gue disuruh cari inovasi yang mendukung antikorupsi. Jadi ceritanya gue ikutan kuliah PAK (Pendidikan Anti Korupsi) di kampus gue. Nah terus ada tugas presentasi gitu per kelompok dan disuruh nyari inovasi gitu. Karena berbagai hal, terus gue disuruh nyari si inovasi itu dan temen-temen gue yang lain ngerjain presentasinya. Nah, ini dia logonya

the empty box

The Empty Box ini semacam coffee shop + library gitu dan disana kita rencananya nyediain space buat berbagai komunitas anti korupsi, selain itu di sana juga bakal diadain diskusi rutin seputar antikorupsi. Nah, koleksi buku-buku disana juga diarahkan seputar antikorupsi. Jadi selain bisa bertukar ide disana, para pengunjung juga bisa nyari literatur yang pas.

Jadi sasarannya anak muda gitu yang suka nongkrong-nongkrong atau ngerjain tugas di coffee shop. Kita pengen mendekati dan menyentuh mereka melalui The Empty Box ini dan menyadarkan mereka soal gerakan antikorupsi sejak dini. Diskusi rutin yang diadakan juga niatnya untuk mencerdaskan dan melatih kekritisan muda-mudi ini soal isu yang lagi hangat atau tindak korupsi di sekitar mereka. Selain itu dari sini juga diharapkan lahir banyak komunitas-komunitas antikorupsi. Jujur aja gue pengen banget ada komunitas anticheating yang berani bergerak untuk menyadarkan teman-teman mereka. Seperti yang kita sama-sama tau, cheating itu udah dianggap biasa oleh banyak orang sekarang. Nggak jarang anak-anak yang anticheating jadi minoritas di kelasnya. Sayangnya banyak diantara mereka yang masih apatis terhadap lingkungannya, “urusan gue ya urusan gue sama Tuhan, urusan lu ya urusan lu sama Tuhan”. Mereka taku untuk menegur atau sekedar mencegah teman mereka karena berbagai alasan semacam nggak enak atau kasian. Termasuk gue. Sampai hari ini gue belum pernah negur langsung temen gue yang curang. Palingan gue cuma bilang, “yaaaah jangan gitu dong”. Gue cuma takut kalau urusannya jadi panjang nantinya. Lebih baik nggak ikut campur dan urusan itu cuma mereka sama Tuhan.

Tapi harusnya kita menegur sih. Kita harus tunjukkan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Mencontek bukan hal yang kecil karena ini bisa menjadi suatu kebiasaan. Integritas itu nomor satu bro. Yah menurut gue mahasiswa harusnya sadar kalau integritas ini emang penting banget. Jadi ketika mereka, nggak ada integritas terhadap dirinya sendiri (kayak masih nyontek dsb) gue rasa mereka nggak punya legitimasi buat ikutan demo-demo mencaci para koruptor. Selesaikan dulu urusan diri baru kita kritisi mereka yang di Senayan. Well, itu pendapat pribadi gue, no offense ya.

Nah, di akhir presentasi dosen gue bilang kalau ide ini cukup oke da kita disuruh nyobain menyampaikan aspirasi ini ke calon rektor yang baru. Ada seorang temen gue yang bilang kalau coffee shop kayak gini bagus juga kalau di tempatin di deket gedung KPK. Yep, dan gue kepikiran kalau nempatin ini di deket kampus.

By the way, Happy Weekend bro bri. Gue memilih untuk menghabiskan weekend gue kali ini di kosan, istirahat, hahaha.

Ekskursi HMS ITB November 2014

Minggu lalu emang bener-bener hectic men, bayangin aja, kelar ConCERN yang dua hari itu Jumatnya angkatan gue ada ekskursi ke Jakarta. Jadi hari Jumat, 7 November gue dan teman-teman gue ekskursi ke Soekarno Hatta dan IPC (Tanjung Priok). Kita berangkat pake tiga bus, rencananya kita berangkat jam 5.30 tapi karena berbagai hal kita berangkatnya sekitar jam 6. Udah galat 30 menit aja beberapa temen gue masih ada yang ketinggalan. Sayang sekali, tapi mau gimana lagi bro?

ekskursi

Untungnya pagi itu nggak begitu macet. Rencananya kita mau lewat lingkar luar buat ngehindarin lingkar dalam yang dikhawatirkan macet, tapi Pak Supir keukeuh pengen lewat lingkar dalam. Untungnya lingkar dalem nggak macet dan kita nyampe Soekarno-Hatta cuma telat lima belas menit dari perjanjian, errrrr. Dateng-dateng di Soekarno-Hatta, tepatnya terminal tiga, kita disuguhi presentasi yang ciamik dari sana. Intinya tentang Grand Design Soekarno-Hatta yang wow banget. Dan katanya untuk proyeknya yang sekarang, semua dikerjakan oleh anak bangsa.Habis liat presentasi kita kunjungan lapang ke proyek terminal tiganya. Selain dengerin Om-Om yang jelasin tentang proyek dan yang paling penting kita nggak lupa foto-foto dikit.

DSCF4232

Gue dan teman-teman di Terminal Tiga

(sumber : Nurul Fatimah)

Proyek Terminal Tiga Bandara Soekarno-Hatta

Proyek Terminal Tiga

(Sumber : Nurul Fatimah)

Kelar kunjungan lapangan, kita makan siang di Soekarno Hatta. Terus kita lanjut ke IPC di Priok. Men, gue belum pernah ke Pelabuhan. Udah sih pas kecil, tapi memori gue udah terkikis gitu kayaknya. Intinya gue belum pernah liat Kapal Besar gitu, kalau perahu-perahu penangkap ikan sih sering, kalau gue ke Anyer atau Carita atau lewat Cirebon pas mudik kan suka liat yang kayak gitu. Pokoknya keren banget deh, ada banyak container warna warni yang berjejer dan bertumpuk gitu, terus crane-crane super besar buat ngangkut si crane-crane itu. Terus yang lebih menariknya lagi, disana gue liat ratusan mobil baru buanyak banget berjejer deket pelabuhan. Kayak gini

Jejeran Mobil Baru 2 Jejeran Mobil Baru

Jejeran Ratusan Mobil Baru

(Sumber : Nurul Fatimah)

Di IPC kita juga dapet presentasi singkat mengenai proyek yang sedang mereka kerjakan, perluasan port. Setelah itu kita juga melakukan kunjungan lapangan. Sama kaya pas di Soeta, kita dipandu oleh seorang engineer disana dan dijelaskan berbagai macam hal. Sayangnya pengeras suara yang digunakan nggak begitu terdengar. Akhirnya gue malah liat-liat sendiri. Oh iya, ada beberapa foto yang berhasil diambil temen gue.

DSCF4402

Salah Satu Port yang Sedang Dikerjakan

(Sumber : Lagi-lagi Nurul Fatimah :P)

DSCF4355Kapal Super Gede yang Pernah Gue Liat

(Sumber: Nurul Fatimah)

Selesai dari IPC, kita makan-makan di Bandar Jakarta dan pulang ke Bandung lagi. Suasana bus super rame gara-gara anak-anak cowok nonton ISL dan Persib juara. Nih ada foto dikit, buat penutup, wkwkwk

Nabila Laras Satwikawati

Gue yang Keliatan Agak Langsing gara-gara Sudut Pengambilan Gambar wkwk

ConCERN 2014

ConCERN (Conference for Civil Engineering Research Network) 2014 merupakan suatu konferensi Internasional untuk para civil engineer yang berasal dari Asia Pasifik. Gue menjadi salah satu panitia dalam acara ini. Awalnya gue iseng-isengan aja nyari kerjaan karena emang jadwal lagi agak kosong. Ternyata semuanya berakhir dengan sangat indah.

Singkat cerita gue menjadi panitia bagian logistik yang tugasnya adalah memastikan bahwa seluruh logistik yang berkaitan dengan acara terpenuhi. Gue dapet bagian Aula Barat (West Hall) bersama seorang temen gue yang lain. Sedangkan panitia logistik lainnya menyebar di tempat-tempat lain. Acara ini berlangsung selama 2 hari, Selasa dan Rabu. Di hari pertama gue nggak sengaja diminta untuk bantu temen gue jaga stand Batik Esye. Lalu gue berkenalan dengan pemilik Batik Esye yang memperkenalkan dirinya sebagai Bu Esye. Setelah itu Bu Esye menitipkan standnya pada gue dan Joseph, lalu beliau pergi karena ada beberapa urusan yang harus diselesaikan. Setelah bu Esye meninggalkan gue, gue merapihkan barang-barang di stand dan nggak sengaja melihat kartu namanya. Disana tertulis  “Esye R. Budiono”. Wait… what?! dan ternyata beliau merupakan istri dari Bapak Prof. Ir. R. Bambang Budiono, ME., Ph.D. , salah seorang dosen gue. Menjaga stand batik milik Bu Esye cukup menyenangkan, karena entah kenapa gue seneng banget sama yang berhubungan sama jual-menjual kayak gini. Desain-desain yang ditawarkan oleh Batik Esye ini juga sangat indah. Perpanduan warna yang berani dan kombinasi berbagai macam pattern menjadi salah satu daya tariknya. Lalu akhirnya datang seorang teman gue yang lain, Tika, dan akhirnya kita menjaga stand bersama hari itu. Seenggaknya gue tau bagaimana rasanya menjadi seorang penjual yang akan sangat sumringah kalau ada orang yang sekedar melihat-lihat barang dagangannya.

Di hari kedua gue masih juga menjaga stand yang sama. Walau setelah itu karena ada praktikum gue terpaksa menitipkan standnya ke teman gue. Selesai praktikum gue kembali ke Aula Barat dan melihat wajah teman gue, Ama, yang nelangsa. Setelah gue tanya apa yang terjadi dengannya. Ternyata akibat adanya panitia yang mengcancel keikutsertaannya pada side event ConCERN. Akhirnya karena gue nggak tega gue mengiyakan ajakannya untuk menggantikan panitia yang seharusnya mengikuti side event tersebut. Lalu semuanya berubah fantastis.

Di side event ini gue dan Ama bertugas untuk menemani para participant yang beberapa diantaranya merupakan para Keynote Speaker. Ada lima orang participant yang ikut acara ini. Prof. Susumu Iai (Kyoto University, Japan), Prof. Kazuhiko Kasai (Tokyo Institute of Technology, Japan), Mr. Yamada (Tokyo University, Japan), Mr. Antonio (University of The Philippines Diliman, Philippines) dan Heng Ly (Thailand). Tour dimulai dengan mengunjungi Sari Ater, Ciater. Bayangkan rasanya duduk bersebelahan dengan Prof. Susumu yang sering Prof. Mahsyur ceritakan di dalam kelas. Intinya sangat tak terlukiskan, ditambah beliau ini merupakan orang yang sangat perhatian. Semuanya sangat ramah, begitu juga Prof. Kasai yang ketika pertama kali gue meperkenalkan diri, beliau mencatat nama gue dan membacanya sebagai Nabira alih-alih Nabila. Mr. Yamada cenderung agak pendiam dibanding yang lainnya namun beliau tak kalah ramah. Lalu ada Mr. Antonio yang ternyata berasal dari Philippines yang selalu membawa kameranya dan bergerak sangat gesit untuk mengambil gambar-gambar. Terakhir ada Heng Ly, mahasiswa master degree Thailand asal Cambodia, Heng Ly jauh lebih muda dibanding yang lain dia juga sangat ramah.

Well, jadi tur dimulai seusai acara ConCERN 2014 resmi ditutup. Gue dan Ama menghampiri tiap-tiap participant yang mau ikut side event ini dan memperkenalkan diri. Sekitar pukul 3 kita melesat menuju Ciater. Sebelumnya kita muter-muterin landmark Kota Bandung, kayak Gedung Sate, Lapangan Gasibu, Museum Pos dan lain sebagainya. Lalu mampir di toko souvenir sebentar. Setelah puas melihat isi di toko souvenir itu kita melanjutkan perjalanan ke Ciater. Setibanya di Sari Ater gue memutuskan untuk beristirahat sejenak, lalu setelah itu gue ikutan dinner bareng professor-professor kece itu. Gue semeja bareng Prof. Susumu Iai, Mr. Antonio, Heng Ly, dan Mas Rizal si tour guide sakti. Pembicaraan di meja makan itu sangat bervariasi, mulai dari musik klasik, cerita tentang orang sunda yang suka banget lalap, jenis-jenis ikan air tawar sampe tema TA gue yang gue sendiri belum paham betul. Mereka bener-bener friendly lah pokoknya. Setelah itu kita berendam, walau gue memutuskan cukup merendam sebagian kaki gue aja, karena nggak ada baju renang.

IMG_4406

Di Tangkuban Parahu, Prof. Kasai, Pak Aris, Mr. Yamada, Prof. Susumu, Mr. Antonio, gue, Ama (kiri-kanan)

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Paginya kita sarapan dulu di Hotel, baru setelah itu kita ke Tangkuban Parahu. Oh iya, Heng Ly udah pulang duluan jam 2 malem, dijemput sama panitia ConCERN. Mr. Antonio seneng banget ngambil foto. Dia super duper cekatan ngambil gambar-gambar dari dalam mobil yang melaju kencang. Pagi itu Tangkuban Parahu nggak sedingin biasanya, entah kenapa. Setelah dari sana kita pergi ke tempat produksi kopi luwak dan minum secangkir kopi luwak. Akhirnya gue tau rasanya kopi luwak yang ngehits banget itu kayak apa. Enak sih, agak creamy-creamy lembut gimana gitu walau nggak pake creamer. Untung gue dapet gratisan dari si kedainya. Padahal Prof. Susumu udah mau bayarin buat gue, doi banget baik deh, sangat kekakek-an. Beres dari sana kita mampir ke Museum KAA, ini pertana kalinya gue kesana, Prof. Kasai keliatan excited gitu pas kita ngelewatin kantornya Pikiran Rakyat. Apalagi pas liat mesin Tik-nya. Kalau Mr. Yamada emang keliatan pendiem-pendiem gitu sih, jarang banget ngomong. Abis itu kita lunch di Kampiun Bistro. Makanannya itu perpaduan antara chinesse dan western food gitu, dan sedikit indonesian gue kira. Terus minumnya chinesse tea yang nggak manis sama sekali wkwkwk. Luar biasanya adalah Professor Susumu dan Professor Kasai adalah orang yang super duper mengayomi, alih-alih gue yang nuangin teh ke gelas mereka. Mereka malah nuangin teh ke gelas gue. Mereka melakukan itu berkali-kali, kayaknya gue nyaris minum 10 cangki deh. Wooow banget lah, terharu gimana gitu, ketika minuman lu dituangin sama Professor.

setelah makan, gue, Ama dan Pak Aris dianter ke ITB. sedangkan mereka langsung diantar ke Airport. Mungkin gue bakal ketemu lagi sama mereka, tapi entah kapan. Atau mungkin itu pertemuan terakhir kita. Yang jelas, semua itu sangat berkesan buat gue. Gue nggak menyesal ketika mengiyakan ajakan Ama buat nemenin dia ke Ciater. Ini benar-benar nggak terlupakan buat gue.

Di Ujung Tanduk

Gue sendiri agak bingung sebenernya mau ngasih judul apa, tapi gue rasa judul di atas yang paling tepat. Menginjak semester 7 ini rasanya hati gue jadi semakin berdebar-debar. Asik hahaha. Masa kuliah yang bentar lagi bakal berakhir menimbulkan banyak tanya di dalam diri gue.

“Habis ini mau ngapain?”

“Mau kuliah atau mau kerja?”

Belakangan ini pertanyaan-pertanyaan ini terus muncul dalam benak gue. Gue pengen banget bisa lanjut sekolah keluar. Tapi di sisi lain gue juga pengen cepet ngerasain pengalaman kerja itu kayak gimana. Nah, tapi gue rasa gue harus belajar banyak lagi. Ya, kalau gue mau sekolah ataupun kalau gue mau kerja. Sebenernya di tempat gue dibuka kesempatan fasttrack, yah tapi karena gue butuh waktu yang lama untuk mikir ambil atau nggaknya, akhirnya gue putuskan nggak ikut program itu. Gue pengen fokus dulu nyelesain semester 7 gue ini.

Banyak persiapan yang harus dilakukan kalau gue bener-bener mau sekolah keluar. Awalnya gue mau belajar buat TOEFL atau IELTS sendiri aja, tanpa ikutan les, tapi karena temen-temen gue banyak yang ngajak les bareng, akhirnya gue ikut. Lagian setelah dipikir-pikir, kalau belajar sendiri itu gue suka nggak tertib waktu dan takutnya malah terabaikan. Gue rasa hawa semester 7 ini memang memanas, temen-temen gue yang mau ke US udah persiapan buat tes GRE, yang lain persiapan buat TOEFL atau IELTS.

Kalau nginget-nginget jaman SMA dulu, gue pengen banget kuliah di Stanford. Gue rasa nginget-nginget mimpi gue dulu itu udah bisa bikin gue senyum-senyum sendiri. Ya optimisme seorang anak SMA yang yakin apa aja bisa terjadi. Walau orientasi gue berubah sekarang, ya, rasa-rasanya untuk sekarang gue nggak menjadikan US sebagai destinasi gue. Entah kenapa Jepang dan Eropa agaknya menjadi lebih menarik sekarang. Sebenernya gue pengen banget ke Jepang, ke Kyoto University. Yep, tempatnya Kenshin Himura itu hahaha.

Yah pokoknya apapun jalan yang bakal gue pilih nantinya, gue rasa gue harus memantaskan diri ketika gue udah ngambil jalan itu nantinya. Nah, setelah lagi-lagi hiatus beberapa bulan ini. Gue jadi pengen nulis lagi sekarang. Oke, semoga gue bisa konsisten deh

Geoteknik!! Yaaaay

Suasananya sekarang lagi panas-panasnya pemilu, beberapa jam dari sekarang kita sebagai warga negara yang baik bisa turut andil dalam penentuan arah bangsa kita ini. Nah, tapi gue nggak mau bahas soal pemilu ini dulu, tapi tentang geoteknik.

Buat yang belum tau geoteknik ini apa, geoteknik ini merupakan salah satu kelompok keahlian di teknik sipil. Di ITB sendiri ada 5 kelompok keahlian di prodi teknik sipil dan gue rasa rata-rata tiap universitas juga sama. Berikut ini penjelasan singkat tentang kelima kk itu.

  • KK Rekayasa Struktur, yang pertama adalah kk struktur, mereka yang bergerak di kk struktur ini mengurusi masalah struktur atas bangunan. Banyak yang bilang kalau struktur ini merupakan KK yang teknik sipil banget dan lain sebagainya. Struktur biasanya nggak jauh dari gedung, jembatan, dan lainnya.
  • KK Rekayasa Geoteknik, Berikutnya adalah kk geoteknik, kk dimana gue berada, geoteknik ini menangani bagian bawah struktur, alias pondasi. Intinya mereka yang bergerak di bidang geoteknik ini berkutat di bidang perkuatan dan stabilisasi tanah, termasuk perkuatan lereng dan daerah reklamasi.
  • KK Rekayasa Transportasi, Sebenernya dulu pas gue masuk FTSL (Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan) gue baru tau kalau kk ini termasuk salah satu sub jurusan yang ada di Teknik Sipil. KK Transport ini mengurusi berbagai macam transportasi, baik transportasi darat, laut serta udara. Yang ditangani itu lebih ke prasarananya seperti jalan, bandara serta pelabuhan. Selain itu juga sistem pergerakannya.
  • KK MRK, Manajemen dan Rekayasa Konstruksi, mereka yang ada di kk ini mengurusi manajerial proyek mulai dari penyelenggaraan proyek, sistem lelang, kontrak, penjadwalan, pembiayaan, alokasi sumber daya. Intinya mereka sangat dibutuhkan dalam keberjalanan setiap proyek
  • KK Teknik Sumber Daya Air, biasanya disingkat TSA, dibanding kk lain, TSA ini paling sedikit jumlah mahasiswanya. TSA ini terbilang cukup kompleks karena berkaitan dengan banyak variabel yang tidak pasti. Bidang yang ditangani TSA ini seputar bangunan air, seperti bendungan, bendung, tanggul, juga sistem irigasi serta drainase.

Nah, dari kelima kk diatas gue mau bahas lebih jauh tentang geoteknik. Awalnya gue kira geotek cuma ngurusin pondasi aja, ternyata nggak. Seorang geotek bertanggung jawab terhadap struktur bangunan bawah suatu konstruksi. Konstruksinya sendiri macem-macem bisa gedung, jalan, bandara, dan lain sebagainya. Selain itu seorang ahli geotek juga mengurusi soal stabilitas lereng, bagaimana lereng-lereng diberi perkuatan agar tidak longsor. Nggak cuma itu aja, ada juga soal soil improvement. Intinya cakupan kk geoteknik ini cukup luas.

Hasil pen-subjurusan kemarin menyatakan kalau gue masuk geoteknik. Hal yang selanjutnya harus gue lakukan adalah mencari topik TA. Topik TA gue cakupannya sekitar topik-topik yang udah gue sebutkan diatas rencananya. Gue sedikit tertarik dengan soil improvement. Soil improvement ini cakupannya juga cukup luas dan belum spesifik. Beberapa contoh soil improvement diantaranya metoda stone column, sand column, pvd dan geotextile. Well, sebenernya gue sedikit digantungin sama dosen wali gue dan doi baru ngasih kepastian sekitar seminggu lagi. Jadi gue juga belum tau dengan pasti topik gue nantinya apa secara spesifik.