Udah nyaris sebulan nggak posting apapun disini. Sekarang gue udah stay di Padang. Finally, wkwkwk setelah proyek gue udah topping off, err persis kayak apa yang dibilang temen proyek gue 10 bulan yang lalu. Yah sebenernya baru seminggu sih gue disini. Baru sadar juga, ini postingan pertama gue di tahun 2017. Well, 2016 kemarin berlalu begitu saja. Tahun baru kemarin gue sekeluarga menghabiskan waktu di rumah, family time, tak ada agenda khusus di malam tahun baru. Rasanya pun nggak ada bedanya dengan malam-malam lainnya, kecuali letupan dan warna-warni kembang api yang terlihat jelas dari balkon rumah.
Satu hal kebiasaan gue yang kedengaran sangat klasik di malam tahun baru adalah bikin resolusi. Walau sangat klasik, buat gue tahun baru adalah suatu checkpoint. Resolusi gue nggak begitu banyak, nyaris masih sama dengan tahun-tahun kemarin. Semoga tahun ini bisa stick to the plan, yah tahun 2016 kemarin gue anggap fase rehat lah setelah badai TA menghantam di tahun sebelumya wkwkwk.
Begitu tiba di Padang dan menyadari gue akan stay beberapa bulan disini, yang gue cari adalah kedai kopi yang bisa dijadikan tempat nongkrong berjam-jam kalau gue jenuh. Tapi sayangnya sampai seminggu disini gue belum nemu karena gue belum sempat ngeksplor kota ini, yah kecuali Excelso di The Axana err. Sebenernya gue udah dapet beberapa rekomendasi tempat ngopi dari Tripadvisor, tapi ya sekarang gue juga udah nggak sefleksibel di Jakarta kemarin. Habis meeting pagi, makan siang, terus kerja di kedai kopi sampai sore udah nggak memungkinkan banget untuk dilakukan disini. Karena proyek lagi hectic, gue baru bisa keluar dari proyek nyaris tengah malam. Sampai di kosan terkapar dan bahkan buku yang lagi gue coba selesaikan udah nggak sempet banget dibuka. Well, padahal salah satu resolusi gue tahun ini, memperbanyak asupan bacaan. Tahun lalu gue sempet beli beberapa buku yang sampai sekarang baru gue baca sebagian karena berbagai hal.
Karena nggak memungkinkan banget kabur dari proyek di weekdays, Minggu malam kemarin akhirnya gue mencoba kabur dari proyek dan mengeksplor sebagian kecil kota Padang. Thanks buat temen gue yang udah menetap duluan disini yang udah jadi tour guide yang baik. Yang menarik dari Padang adalah lu bisa liat deretan bukit sekaligus lautan. Di proyek gue sendiri, kalau lu naik ke Lantai tiganya, deretan bukit dan lautannya sangat jelas terlihat. Menghabiskan senja di lantai tiga juga kayaknya bakal meninggalkan rasa melankoli tersendiri. Dan ternyata naik motor malem-malem juga cukup asik disini apalagi kalau lewat Taplau alias Tapi Lauik (re : Tepi Laut) sambil diterpa angin laut gitu.
Nah salah satu tempat makan yang direkomendasikan temen gue di Padang adalah Karambia. Karambia sendiri artinya kelapa kalau dalam bahasa Minang. Tempatnya cukup besar dan yah lumayan juga lah interiornya. Salah satu menu yang unik disini adalah beberapa menu makanan yang disajikan pakai batok kelapa, kayak sup ikan, bakso dan beberapa makanan lainnya.
Sejauh ini gue belum sempat mengeksplor Padang karena kondisi proyek gue yang super duper hectic. Tapi gue cukup seneng sih lihat bangunan proyek gue yang udah keliatan bentuknya. Yah tinggal 5 bulan lagi, semoga semuanya berjalan lancar. Dan gue harap dua bulan lagi udah nggak sepadat ini jadwalnya. Tapi seenggaknya selama disini gue udah nemu beberapa tempat yang rekomended kalau mau menikmati kuliner. Kayak Lamun Ombak, Pauh Piaman, RM Rajawali dan beberapa tempat dengan nama yang ear catchy kayak Ganti Nan Lamo dan Iko Gantinyo.
Anyway, berada di rantau gini emang sering bikin kangen keluarga dan temen-temen lama. Beberapa waktu lalu geng KP gue juga habis meet-up-tanpa-gue karena satu orang temen gue baru aja pindah dari Bandung ke Jakarta. Dan yah gue harus mengikhlaskan mereka bersenang-senang. Yang gue kangenin kalau ngumpul dengan mereka adalah munculnya pikiran-pikiran radikal yang terkadang terjadi secara random.