Petrea Volubilis

Nggak kerasa UAS udah mau dateng minggu depan. Kayaknya dari kemarin-kemarin gue ngomong nggak kerasa melulu. Tapi emang sih, semua terus berjalan, waktu terus berjalan. Tiba-tiba aja udah mau kelar semester tujuh.

Men, udah semester tujuh. Kayaknya belum lama gue menginjakkan kaki di kampus ini dan kebingungan nyari kelas matrikulasi. Untung waktu itu gue selalu bareng temen gue, satu fakultas dan sekosan pula. Kalau nggak kayaknya gue bakal give up di minggu kedua karena nggak kunjung hapal kelasnya dimana.

Dan kalau gue flashback beberapa tahun ke belakang. Kira-kira pas gue SMA kelas tiga. Waktu itu lagi semangat-semangatnya belajar buat dapet PTN idaman. Waktu itu gue emang pengen banget masuk sini. Yep, dari kelas 2 SMA gue udah pengen kuliah di kampus gajah duduk ini. Suatu hari, entah lagi ada momen apa, temen gue sebangku, Disti, bawa bunga ke sekolah. Gue waktu itu nggak tau bunga apa itu yang dia bawa. Bunganya kecil-kecil gitu. Dia bawa beberapa tangkai bunga dan di setiap tangkai itu bunganya bergerombol banyak.

Terus dia petik satu buah bunga dari tangkai dan dijatuhin ke bawah. Awalnya gue bingung temen gue ini mau ngapain. Dan ternyata ketika bunga itu jatuh kebawah, bunganya berputar dramatis kayak kincir gitu, pelan..pelan.. sampai dia jatuh. Waktu itu gue takjubnya setengah mati. Well, gue emang suka takjub sama hal-hal trivial kayak gini.

“Gila, keren banget Dis”

Gue lupa, tapi kurang lebih itu yang gue ucapkan. Dia bilang kalau dia bawa bunga itu dari rumahnya, Yah terus? Terus dia bilang lagi kalau kita bisa nemuin bunga yang sama di Gerbang ITB. Waktu itu gue nggak tau Gerbang ITB ada bunganya di sebelah mana. Tapi nggak tau kenapa seneng aja dan berharap gue bisa cepet-cepet ketemu bunga itu lagi ITB. Mungkin karena muka gue yang keliatan terobsesi banget sama bunga itu atau gimana. Disti bilang gue boleh ambil semua bunga yang dia bawa. Karena tingkat keluguan gue masih tinggi, gue percaya kalau gue nyimpen bunga itu kesempatan gue buat ketemu sodara-sodara bunga itu di ITB akan meningkat. Sangat naif dan nggak masuk akal, hahahaha, tapi nggak papa. Akhirnya gue simpen bunga itu di loker gue, di kelas. Gue rasa bunga itu bersemayam disana berbulan-bulan. Sampai jadi kering.

Sampai waktu gue keterima di ITB, gue masih nggak tau itu bunga namanya apa. Dan saat gue ngeh pertama kali akan kehadiran bunga itu di gerbang kampus. Gue jadi terharu. Men, gue beneran terharu waktu itu. Akhirnya gue bisa ngeliat bunga itu lagi. Bertahun-tahun berlalu, gue nggak kunjung tau itu bunga namanya apa. Tapi bunga itu punya kenangan tersendiri buat gue.

Gerbang ITB

Gerbang Depan ITB

(Sumber : http://www.sp.itb.ac.id)

Sampai akhirnya malam ini, misteri yang berlangsung selama bertahun-tahun ini terungkap juga!! Nama bunga itu Petrea Volubilis men!! Nih, bunganya kalau dizoom

Petrea Volubilis

Petrea Volubilis

(Sumber : Hafiz Isaadeen)

Suatu hari, gue pengen ngajak temen gue itu liat bunga ini di depan gerbang Ganesha dan bilang

“Dis, ini bunga yang lu bilang waktu itu. Ternyata beneran ada dan bisa muter

Wahahaha tapi nggak bisa sih gue, jadi sok dramatis gitu di depan temen gue. Tapi yang jelas, ini buat refleksi gue malem ini aja. Kalau gue udah dikasih kesempatan ketemu bunga ini di kampus gajah duduk. Kalau gue buang-buang waktu percuma sayang aja. Oleh karena itu, gue harus semangat UAS besok.

Kadang sekedar duduk dan mengingat tahun-tahun kebelakang bisa bikin kita semangat lagi. Seenggak mengingatkan kita kalau kita pernah punya semangat itu. Kita yang dulu penuh semangat, nggak ada bedanya dengan diri kita yang sekarang. Kita masih tetap orang yang sama dan juga masih menginjak bumi yang sama. Lalu kenapa semangat itu kendur?

Hidup emang nggak selamanya berlari, kadang kita butuh waktu untuk duduk dan merefleksi diri. Tapi setelahnya kita harus bangkit dan lari kembali. Atau mungkin terbang, bebas, seperti elang. Selamat malam buat jiwa-jiwa yang terjaga.

Jadi Diri Sendiri Biar Lebih Asik

Men, banyak buku menarik bertebaran di muka bumi yang bisa lu manfaatkan. Salah satunya buku-buku mengenai self improvement atau apapun itu. Yang kalau lu baca, lu jadi lebih menghargai hidup lu dan senang jadi diri lu sendiri. Dari sekiaan banyak buku soal self improvement, ada buku-buku yang cukup mudah dicerna dan enteng buat dibaca. Diantaranya ada bukunya Yoris Sebastian, “101 Creative Notes” yang isinya cara asik ngejalanin hidup versi doi.

101 Creative Notes

101 Creative Notes – Yoris Sebastian

(Sumber : gramediapustakautama.com)

Isinya terbilang personal tapi banyak tips-tips yang berguna sih kalau mau menjalani hidup lebih kreatif dan nggak monoton. Intinya kreativitas itu harus terus diasah. Selain gaya penulisannya yang ringan buku ini juga nggak berisi tulisan doang, banyak coretan-coretan gambar nyaris di semua halamannya. Kalau lu lagi males baca buku yang berat-berat kayak punya Dale Carnegie, buku ini bisa jadi solusi tepat.

Selanjutnya, di tengah kegamangan gue menunggu temen gue kemarin malem. Gue akhirnya memutuskan buku yang sebenernya udah lama gue lirik. Judulnya “How To Be Interesting” karangannya Jessica Hagy, salah seorang kartunis di New York Times. Isinya cenderung mirip-mirip dengan bukunya Yoris Sebastian. Menggunakan sedikit tulisan dan banyak chart di sana-sini. Buku Tante Jessica ini isinya lebih ngedorong kita untuk jadi menarik dengan jadi diri sendiri. Ini juga asik banget dibaca kalau lagi iseng-iseng karena tulisannya dikit dan nggak membosankan. Tapi gue sarankan buat beli versi Inggrisnya, karena beberapa kata yang diterjemahkan ada yang gue rasa kurang pas entah gimana. Well, ini cover versi Indonesianya

How To Be Interesting

How To Be Interesting – Jessica Hagy

(Sumber : gramediapustakautama.com)

Gue rasa kita semua juga tahu sih, kita itu nggak perlu jadi orang lain untuk jadi menarik. Atau kita nggak perlu mencoba untuk menjalankan jalan hidup yang sama dengan orang lain. Memiliki mimpi yang sama dengan orang lain atau apapun itu. Maksud gue, semua orang itu unik, punya kesenangannya masing-masing, punya tujuannya masing-masing dan punya apa yang mereka yakini.

Bayangin aja kalau di dunia ini cuma ada satu tipe manusia, betapa monoton dan membosankannya. Tapi bukan berarti diri kita yang sekarang ini udah sempurna. Banyak hal yang mesti diperbaiki. Tapi secara sederhananya gue nggak mau ngejalanin hidup yang monoton dan membosankan. Banyak hal yang bisa dieksplor di dunia ini. mulai dari yang sederhana. Kecepatan daun jatuh barang kali, melalui rute jalan yang berbeda setiap harinya, menghirup bau rumput baru dipotong yang entah kenapa selalu sama, menghitung jumlah semak-semak yang gue nggak tau namanya di lapangan sipil, memikirkan kapan langit-langit di 3201 dibersihkan, atau sekedar melihat struktur Aula Barat yang dibuat dari kayu glulam.

*Eh kayu glulam! tulisan gue berikutnya kayaknya mau ngebahas tentang kayu glulam deh.

Waktunya Berlari

Gue rasa ini waktunya berlari

Yep, teman-teman di sekeliling gue sudah berlari sekencang-kencangnya

Mengejar apa yang mereka percayai

Lalu, kenapa gue masih berdiri di sini dan sangsi

Sangsi akan apa yang akan terjadi di depan

Pernah di suatu kelas, entah di semester berapa, gue bertanya dalam hati:

“Apa yang gue lakukan disini?”

Memandangi papan tulis penuh dengan coretan dosen yang setengahnya gue tak mengerti

“Matematika Rekayasa”

Yang gue tahu : Gue harus bertahan disini

Memastikan bahwa semuanya baik-baik saja untuk dipersembahkan buat nyokap bokap gue nanti ketika lulus

Bukannya ini yang gue mau? Bukannya dulu pas gue SMA gue dengan yakinnya pengen bikin gedung pencakar langit tertinggi di Asia?

 Lalu apa yang membuat gue ragu?

Di tengah kegamangan bodoh gue beberapa semester lalu,

teman-teman gue terus berlari

Berlari mengejar apa yang mereka yakini

Saat ini gue seolah tersadarkan dari lamunan di siang hari

Ketika gue melihat sekeliling

Gue melihat senyuman teman-teman gue menggenggam apa-apa yang mereka yakini

Senyuman itu seolah berkata:

“Lu juga harus lari, mengejar apa yang lu mau”

dan gue rasa ini waktunya untuk berlari

mengejar apa yang gue mau

mengejar mimpi yang tertangguhkan

“Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma – which is living with the results of other people’s thinking. Don’t let the noise of other’s opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.”

– Steve Jobs –

Tetap pada Jalur

Minggu kemarin gue rasa adalah minggu terhectic di bulan ini. Dari presentasi KP sampai presentasi tugas besar kayu. Irama hidup gue benar-benar kacau semingu kemarin.

Beberapa minggu ini emang gue ngerasa tersibukkan banget. Bahkan gue cabut mentoring selama 2 minggu. Alasannya? ada tugas yang harus dikerjakan. Gue memutuskan untuk ikut mentoring karena gue harus menjaga diri gue tetap pada jalurnya. Gue hanya mau belajar. Nggak tau kenapa gue seneng aja ngeliat anak-anak di Salman yang ngumpul di selasar, mendiskusikan sesuatu yang entah apa. Berbahagia lah mereka yang sudah jelas mau dibawa kemana hidupnya. Gue terbiasa dengan lingkungan yang heterogen, dari yang sudah sangat amat yakin dengan apa yang dianutnya sampai yang masih bertanya-tanya hingga hari ini. Sedangkan gue, gue masih belajar.

Intinya tadi gue telat dateng mentoring karena gue cukup bodoh untuk memilih makan seblak dulu sebelum mentoring. Akhirnya karena antrean seblak yang begitu panjang gue telat mentoring nyaris satu jam. Dan gue menyesal. Mentoring kali ini ngebahas tentang maksiat. Bahwa maksiat dapat membawa dampak buruk nggak cuma ke orang-orang di sekitar pelaku tapi juga terhadap dirinya sendiri. Cukup banyak dan cukup menampar gue. Bahwa gue harus memperbaiki diri secepatnya. Mentoring itu mungkin bisa diibaratkan sebagai pelepas dahaga di keramaian. Setelah seminggu penuh disibukkan oleh urusan duniawi, mentoring itu seolah mengingatkan gue “kalau ada urusan yang lebih besar lagi”. Gue rasa gue harus nyempatin untuk baca buku-buku bagus lagi. Hal duniawi terkadang membuat kita tersibukkan dan justru lupa tujuan utama hidup ini apa. Dunia memang mengerikan.

” Dunia ini ibarat bayangan, kejar dia dan engkau tak akan pernah bisa menangkapnya. Balikkan badanmu darinya dan dia tak punya pilihan lain kecuali mengikutimu. “

– Ibnu al-Qayyim –

Oh iya suatu hari di tengah liburan gue menemukan buku ini dan kebetulan salah seorang temen gue menjual buku ini. Waktu itu seorang kakak kelas gue juga ngepost kalau buku ini bagus.

lapis lapis keberkahan

Akhirnya gue memutuskan untuk beli karena penasaran isinya kayak gimana. Hari itu juga, temen gue maketin buku ini ke rumah gue. Dan gue sangat suka gaya penulisannya Ust, Salim A. Fillah. Kata perkata yang dipilihnya. Nggak membuat bosan dan terus penasaan apa isinya secara keseluruhannya. Banyak pelajaran soal kehidupan yang dapat dipetik dari buku ini. Percayalah bahwa buku ini sangat rekomended. Pada bagian awal buku ini terdapat kata-kata yang membangkitkan semangat

 ” Memburu berkah amatlah berat, tapi justru dalamnyalah ada banyak rasa nikmat “

Ya, selamat memburu berkah di bumi Allah yang luas ini. Semoga kita bisa terus belajar dan mengambil makna.

Lewat Jenuh

Kalau dari yang gue pelajarin pas SMA, larutan yang kelewat jenuh lama-kelamaan bakal mengendap. Lalu apakah otak yang jenuh juga akan mengendap?

Akhir semester emang parah. Tugas dateng, silih berganti, mengalir tanpa ampun dari yang berwajib. Bayangin aja, kemarin lusa baru kelar sidang KP dan pagi tadi kita udah harus presentasi tugas besar kayu. Semalem gue jenuuuuuh buanget. Akhirnya selesai les gue memutuskan “kabur” bentar dari kenyataan dan pergi ke kedai teh buat minum green tea latte favorit gue

Tadi malem bahkan gue nggak bisa tidur tapi kalau bangun nggak bisa mikir. Rumah kayu yang sebenernya udah kita rencanakan dengan cukup sederhana masih aja nemuin banyak kesulitan-kesulitan di bagian sambungan. Semalem gue jenuuuuuh buanget. Akhirnya selesai les gue memutuskan “kabur” bentar dari kenyataan dan pergi ke kedai teh buat minum green tea latte favorit gue.

Sekitar pukul 3 gue bangun dan nyelesain gambar sambungan sampe jam 7. Dalam waktu singkat gue seolah dipaksa untuk belajar AutoCAD 3D. Sambungan yang kita rencanakan emang agak nyentrik, entah gimana jumlah baut yang dibutuhkan banyak banget. Jadi sambungan kuda-kuda yang kita rencanakan kombinasi antara sambungan gigi dengan pelat buhul. Saking bingungnya dan pengetahuan gue mengenai sambungan juga masih cupu banget, bahkan ada satu sambungan yang gue kira bentuknya kayak bajunya pharaoh gitu haha. Oke, ini beberapa sambungan yang berhasil gue gambar.

Sambungan 1 Sambungan 2 Sambungan

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Dan yang paling miris adalah.. ketika presentasi Pak Saptahari (Dosen Kayu gue) ngeskip bagian ini.

***

Kadang ketika lagi jenuh di suatu titik gue meyakinkan diri gue bahwa ini hanya sebagain kecil dari kehidupan. Lalu masih banyak kejaran yang harus dilakukan. Maksud gue, hidup seharusnya nggak hanya dibiarkan mengalir gitu aja. Nggak tau juga sih, tapi gue rasa orang yang punya mimpi itu keren.

“If you can dream it, you can do it.”

-Walt Disney-

Sidang KP : Done!!

Yep! Akhirnya gue selesai juga sidang KP. Setelah gue nyaris sebulan penuh KP di Solo bersama temen-temen gue yang super, Fitri, Irul dan Arthur. Akhirnya selesai juga segala urusan per-KPan ini. Irul sama Arthur udah sidang duluan, beberapa bulan lalu, karena Arthur harus pergi ke Porto buat exchange. Nah ini gambar yang di ambil pas kita lagi KP, di Hotel Saripetojo Solo

10730785_10203142808666363_4783766144454586091_n

(Kiri-Kanan) Gue, Bapak Tukang 1, Bapak Tukang 2, Bapak Tukang 3, Irul

(Sumber : Fitri Pratiwi)

Nah terus intinya tadi Sore, jam 15.00 gue sama partner gue, Fitri, sidang KP. Dosen pembimbing kita adalah Pak Indra Djati dan Dosen pengujinya adalah Pak Sigit Darmawan. Awalnya gue agak grogi juga pas mau sidang. Partner gue rapi banget, pake rok, sama blazer sedangkan gue santai banget. Yaaa kayak pakaian gue sehari-hari aja, kemeja yang dimasukin, sneakers, jeans biru plus blazer biar agak formal dikit. Tiap ketemu temen-temen gue dan tau kalau gue mau sidang dengan pakaian kayak gitu gue langsung dikomentarin kalau pakaian gue nggak formal. Hahahaha gue sih nggak begitu peduli, yang penting gue nyaman dan bisa menjelaskan dengan baik di depan.

Awalnya gue kira kita berdua bakal dihabisin ternyata salah banget. Kita berdua dituntun untuk menemukan jawaban yang benar. Terus sesi pertanyaan yang gue takutkan akan jadi sesi pembantaian berubah jadi sesi diskusi. Banyak banget pembelajaran yang didapet, diantaranya mengenai penggunaan tiang pancang dan tiang bor yang sebaiknya nggak digabungkan, optimasi penggunaan tiang pancang, pola keruntuhan strong column weak beam, perubahan kurva S akibat adanya pekerjaan tambahan, pertimbangan pemilihan subkontraktor dari owner dan kontraktor dan lain sebagainya.

Alhamdulillah gue bisa melalui sidang KP dengan lancar dan nyaman (karena gue nggak terpaksa menggunakan rok dsb). Selang beberapa saat kami berdua dipanggil masuk ke dalam ruang sidang dan dinyatakan lulus. Rasanya itu super duper lega. Akhirnya satu kewajiban telah selesai. Yak, setelah selesai sidang, gue, fitri serta partner sidang kita kave, bryan sempat ngambil foto dulu sama dosen penguji dan pembimbing kita.

Habis itu kita juga foto bareng temen-temen gue tercinta, yang selalu ada sejak gue tingkat 2, ceritanya kayak kelar sidang TA gitu, fotonya di taman wkwkwk

Nah, dan nggak lupa gue ucapkan terimakasih sebesar-besarnya buat temen-temen super gue ini. Fitri, Arthur, dan Irul. Well, tanpa kalian mungkin 1 bulan di Solo akan terasa angat hampa. Thanks buat keceriaan yang selalu kalian berikan ketika gue jenuh.

Laskar Solo

IRUL, ARTHUR, GUE, FITRI

-LASKAR SOLO ’14-

Pasar Seni ITB 2014

Yohoooooo akhirnya Pasar Seni dateng juga, kemarin, Minggu 23 November 2014 KMSR ITB dan seluruh Jajaran Pasar Seni berhasil mengadakan event yang supeeeeer buanget. Acaranya dimulai sekitar pukul 8 pagi dan sukses membuat Jalan Tamansari dan Sekitar Kampus ITB macet banget. Untung gue ngekosnya deket kampus, jadi tinggal jalan.

Jalan Ganeca di depan kampus ditutup dan ditata dengan dekorasi yang nyeni abis. Begitu gue nyampe di sebelah barat Jalan Ganeca, tepatnya di depan Parkir Sipil gue dan temen gue disambut dengan tiga pilar-pilar kerucut yang tersusun dari potongan kayu.

Pasar Seni ITB 2014

Di bagian gapura ini aja udah rame banget pengunjung foto-foto. Terus setelah minta difotoin temen gue disana, kita jalan ke arah timur. Nggak lama kita jalan, kita nemu lagi yang menarik. Apaan tuuuh? Lukisan yang dibandrol 1 milyar men. Nih lukisannya

Pasar Seni ITB 2014

Lukisan ini dijual 1 milyar bro. Gile-gile gue nggak ngerti lagi dan lu harus liat bagian paling menariknya nih..

CAM02127

Karena gue jam 1an udah balik ke kosan dan baru ke kampus lagi jam 6 buat ketemu bentar sama temen, gue nggak tau bagaimana akhirnya nasib lukisan ini. Apakah Pak Asep Berlian pulang membawa uang 1 milyar atau harus membakar lukisannya.

Selanjutnya kita jalan terus ke arah timur, di sepanjang Jalan Ganeca lu bisa nemu orang-orang yang lagi ngelukis. Terus ada 1 lukisan yang mencuri perhatian gue, gue tapi nggak tau judulnya apa dan yang ngelukis siapa karena terlalu ramai buat mendekat. Ini lukisannya.

Pasar Seni 2014

Agak ngeblur deh sayangnya. Well, yg menonjol dari l;ukisan itu tuh adanya bentuk tangan yang ngebentuk jembatan yang melintasi sungai. Maknanya mungkin tergantung persepsi orang masing-masing ya dan lagi gue juga nggak sempet ketemu pelukisnya. Hmmmm

Terus kita jalan terus ke timur dan masuk lewat parkiran SR, karena gerbang utama penuh banget. Parkiran SR berubah jadi stand-stand unik, mulai dari seni menempa sampai (gue nggak ngerti kenapa) perkumpulan bikers-bikers gitu. Nuansa di sisi Timur bagian dalam ini bener-bener “keras” lah pokoknya. Nah ini salah satu stand seni menempa yang gue jumpai

CAM02136

Nah, habis dari area timur tepatnya di area parkir SR (Seni Rupa) gue sama temen gue, Fitri, jalan ke arah boulevard. Kita harus berdesak-desakan sekitar 15 menit buat bisa mencapai boulevard yang biasanya bisa ditempuh sekitar 3 menit dari gerbang SR. Terus kita ngelewatin patung Tyrex yang terbuat dari seng-seng persegi gitu, sayangnya karena terlalu penuh gue nggak sempat ambil gambarnya. Boulevard padet banget men, apalagi dideket si tyrex ini. Gue sempet ngambil gambar suasana boulevard waktu itu nih

Nah namun sekitar pukul 12.00 hujan tiba-tiba turun deras dan gue nggak tau harus kemana, lanjut muter-muter atau balik karena sepatu gue kebasahan. Akhirnya gue putuskan untuk terus di kampus karena kita belum liat seluruh areanya. Akhirnya karena kita udah terlanjur ke arah perpustakaan dan nggak menemukan apa-apa lagi di sana, kita puter balik ke arah Sipil dan memutuskan buat makan siang. Setelah gue menghabiskan sepiring Batagor di area makanan, gue mencari pencuci mulut yang gue nggak nyesel banget beli, yakni es krim combo antara ogura dan matcha yang rasanya nyuuuus banget. Sayangnya gue nggak nanya si cici’ itu biasa jualan dimana. Sekedar informasi aja, jadi es krim ogura itu merupakan es krim yang pake kacang merah gitu. Nah, perpaduan antara es krim kacang merah dan es krim matcha itu sabi banget deh pokoknya.

Yah, pasar seni ini emang seru banget sih, cuma terlalu crowded aja jadi kadang nggak jenak gitu kalau menikmati keindahan-keindahan dekorasinya atau pameran-pameran di stand-stand yang ada disana. Disamping itu, sinyalnya entah kenapa super jelek. Gue waktu itu mau komunikasi sama temen SMA gue yang kebetulan dateng di sana juga susah banget dan akhirnya kita nggak bisa ketemu. Tapi secara keseluruhan, keren banget, tapi saran dari gue sih ya, sebaiknya acara sebesar ini diadakan dua hari. Biar pengunjungnya nggak begitu crowded dan gue bisa menikmati es krim ogura matcha pasar seni itu lebih lama.

Oh iya, ada gambar penutup nih yang gue ambil di area seberang parkiran sipil

Pasar Seni ITB 2014Gue nggak tau deh, tapi gue penasaran kalau balonnya gue ambil, dia bakalan gerak atau nggak hahaha.

Akhir Semester yang Penuh Dengan Tubes

Ini random banget gue nulis di CC Timur, soalnya lagi nungguin temen gue, Adit, nyelesain kerjaan ETABSnya, terus nanti kita ngerjain bareng-bareng lagi. Disini lagi hujan terus gitu. Bikin suasana jadi melankolis gitu. Terus dari CC Timur juga udah mulai keliatan persiapan buat Pasar Seni yang bakal heboh banget gitu kayaknya.

CADL

Gedung CADL yang lagi Gue sama Adit kerjain di ETABS

Hmmm tiba-tiba, gue buka line kan. Terus liat temen gue, Ekong, ganti PP, terus kangen terus gue ngeline dia. Dia baik-baik aja di Korea katanya. Nggak tau kenapa kalau liat temen gue satu itu, gue jadi semangat lagi. Dia persistent ngejar mimpi-mimpinya, salah satunya buat dapetin exchange ke luar. Dan akhirnya pertengahan taun lalu dia pergi ke KAIST buat exchange. Gue ikutan seneng pas tau kabar itu. Gue dulu juga suka ngobrol-ngobrol ke dia tentang rencana gue buat sekolah di luar. Tapi pasca Carer Days kemarin, gue berubah pikiran, dan kayaknya gue mendingan kerja dulu daripada kuliah.

Tapi, barusan gue dapet kabar dari temen gue, Fitri, kalau Kyoto University buka summer school buat taun depan. Men, gue jadi semangat lagi, buat ngejar itu exchange. Ditambah gue habis ketemu Professor Susumu Iai yang dari Kyoto, beberapa minggu lalu. Apakah ini takdir? wkwkwkwk. Yah, exchange bisa jadi pilihan yang tepat karena gue nggak mau lanjut kuliah tapi mau langsung kerja kelar S1 nanti. Jadi kalau sekedar cari-cari pengalaman kenapa nggak? Summer schoolnya mulai bulan Juli, sekitar summer gitu selama 1 bulan. Hmmmmph Bismillah deh, Fighting!!

Oh iya balik lagi ke “Akhir Semester yang Penuh dengan Tubes”, emang tiap semester juga begini, udah nyaris 7 semester gue lalui, gue jadi hapal betul atmosfer kuliah di akhir semester, mulai intensitas tidur yang kurang tapi dibarengi dengan hasrat buat tidur yang meningkat, kamar yang semakin berantakan, pola makan yang udah nggak jelas dan tubes (tugas besar) yang menyerang silih berganti. Yah tapi emang begini kan? DIjalanin aja. Bentar lagi InsyaAllah lulus. Aamiin.

Oh iya, weekend besok bakalan ada Pasar Seni, WOW!!!! Kayaknya bakal fantastis. Gue nggak tau nanti mau beli atau sekedar liat-liat aja disana, tapi gue menahan diri buat beli die cast demi pasar seni broh.

The Empty Box : Inovasi untuk Pergerakan Antikorupsi

Well, The Empty Box adalah ide yang muncul secara mendadak di kepala gue ketika gue disuruh cari inovasi yang mendukung antikorupsi. Jadi ceritanya gue ikutan kuliah PAK (Pendidikan Anti Korupsi) di kampus gue. Nah terus ada tugas presentasi gitu per kelompok dan disuruh nyari inovasi gitu. Karena berbagai hal, terus gue disuruh nyari si inovasi itu dan temen-temen gue yang lain ngerjain presentasinya. Nah, ini dia logonya

the empty box

The Empty Box ini semacam coffee shop + library gitu dan disana kita rencananya nyediain space buat berbagai komunitas anti korupsi, selain itu di sana juga bakal diadain diskusi rutin seputar antikorupsi. Nah, koleksi buku-buku disana juga diarahkan seputar antikorupsi. Jadi selain bisa bertukar ide disana, para pengunjung juga bisa nyari literatur yang pas.

Jadi sasarannya anak muda gitu yang suka nongkrong-nongkrong atau ngerjain tugas di coffee shop. Kita pengen mendekati dan menyentuh mereka melalui The Empty Box ini dan menyadarkan mereka soal gerakan antikorupsi sejak dini. Diskusi rutin yang diadakan juga niatnya untuk mencerdaskan dan melatih kekritisan muda-mudi ini soal isu yang lagi hangat atau tindak korupsi di sekitar mereka. Selain itu dari sini juga diharapkan lahir banyak komunitas-komunitas antikorupsi. Jujur aja gue pengen banget ada komunitas anticheating yang berani bergerak untuk menyadarkan teman-teman mereka. Seperti yang kita sama-sama tau, cheating itu udah dianggap biasa oleh banyak orang sekarang. Nggak jarang anak-anak yang anticheating jadi minoritas di kelasnya. Sayangnya banyak diantara mereka yang masih apatis terhadap lingkungannya, “urusan gue ya urusan gue sama Tuhan, urusan lu ya urusan lu sama Tuhan”. Mereka taku untuk menegur atau sekedar mencegah teman mereka karena berbagai alasan semacam nggak enak atau kasian. Termasuk gue. Sampai hari ini gue belum pernah negur langsung temen gue yang curang. Palingan gue cuma bilang, “yaaaah jangan gitu dong”. Gue cuma takut kalau urusannya jadi panjang nantinya. Lebih baik nggak ikut campur dan urusan itu cuma mereka sama Tuhan.

Tapi harusnya kita menegur sih. Kita harus tunjukkan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Mencontek bukan hal yang kecil karena ini bisa menjadi suatu kebiasaan. Integritas itu nomor satu bro. Yah menurut gue mahasiswa harusnya sadar kalau integritas ini emang penting banget. Jadi ketika mereka, nggak ada integritas terhadap dirinya sendiri (kayak masih nyontek dsb) gue rasa mereka nggak punya legitimasi buat ikutan demo-demo mencaci para koruptor. Selesaikan dulu urusan diri baru kita kritisi mereka yang di Senayan. Well, itu pendapat pribadi gue, no offense ya.

Nah, di akhir presentasi dosen gue bilang kalau ide ini cukup oke da kita disuruh nyobain menyampaikan aspirasi ini ke calon rektor yang baru. Ada seorang temen gue yang bilang kalau coffee shop kayak gini bagus juga kalau di tempatin di deket gedung KPK. Yep, dan gue kepikiran kalau nempatin ini di deket kampus.

By the way, Happy Weekend bro bri. Gue memilih untuk menghabiskan weekend gue kali ini di kosan, istirahat, hahaha.

Ekskursi HMS ITB November 2014

Minggu lalu emang bener-bener hectic men, bayangin aja, kelar ConCERN yang dua hari itu Jumatnya angkatan gue ada ekskursi ke Jakarta. Jadi hari Jumat, 7 November gue dan teman-teman gue ekskursi ke Soekarno Hatta dan IPC (Tanjung Priok). Kita berangkat pake tiga bus, rencananya kita berangkat jam 5.30 tapi karena berbagai hal kita berangkatnya sekitar jam 6. Udah galat 30 menit aja beberapa temen gue masih ada yang ketinggalan. Sayang sekali, tapi mau gimana lagi bro?

ekskursi

Untungnya pagi itu nggak begitu macet. Rencananya kita mau lewat lingkar luar buat ngehindarin lingkar dalam yang dikhawatirkan macet, tapi Pak Supir keukeuh pengen lewat lingkar dalam. Untungnya lingkar dalem nggak macet dan kita nyampe Soekarno-Hatta cuma telat lima belas menit dari perjanjian, errrrr. Dateng-dateng di Soekarno-Hatta, tepatnya terminal tiga, kita disuguhi presentasi yang ciamik dari sana. Intinya tentang Grand Design Soekarno-Hatta yang wow banget. Dan katanya untuk proyeknya yang sekarang, semua dikerjakan oleh anak bangsa.Habis liat presentasi kita kunjungan lapang ke proyek terminal tiganya. Selain dengerin Om-Om yang jelasin tentang proyek dan yang paling penting kita nggak lupa foto-foto dikit.

DSCF4232

Gue dan teman-teman di Terminal Tiga

(sumber : Nurul Fatimah)

Proyek Terminal Tiga Bandara Soekarno-Hatta

Proyek Terminal Tiga

(Sumber : Nurul Fatimah)

Kelar kunjungan lapangan, kita makan siang di Soekarno Hatta. Terus kita lanjut ke IPC di Priok. Men, gue belum pernah ke Pelabuhan. Udah sih pas kecil, tapi memori gue udah terkikis gitu kayaknya. Intinya gue belum pernah liat Kapal Besar gitu, kalau perahu-perahu penangkap ikan sih sering, kalau gue ke Anyer atau Carita atau lewat Cirebon pas mudik kan suka liat yang kayak gitu. Pokoknya keren banget deh, ada banyak container warna warni yang berjejer dan bertumpuk gitu, terus crane-crane super besar buat ngangkut si crane-crane itu. Terus yang lebih menariknya lagi, disana gue liat ratusan mobil baru buanyak banget berjejer deket pelabuhan. Kayak gini

Jejeran Mobil Baru 2 Jejeran Mobil Baru

Jejeran Ratusan Mobil Baru

(Sumber : Nurul Fatimah)

Di IPC kita juga dapet presentasi singkat mengenai proyek yang sedang mereka kerjakan, perluasan port. Setelah itu kita juga melakukan kunjungan lapangan. Sama kaya pas di Soeta, kita dipandu oleh seorang engineer disana dan dijelaskan berbagai macam hal. Sayangnya pengeras suara yang digunakan nggak begitu terdengar. Akhirnya gue malah liat-liat sendiri. Oh iya, ada beberapa foto yang berhasil diambil temen gue.

DSCF4402

Salah Satu Port yang Sedang Dikerjakan

(Sumber : Lagi-lagi Nurul Fatimah :P)

DSCF4355Kapal Super Gede yang Pernah Gue Liat

(Sumber: Nurul Fatimah)

Selesai dari IPC, kita makan-makan di Bandar Jakarta dan pulang ke Bandung lagi. Suasana bus super rame gara-gara anak-anak cowok nonton ISL dan Persib juara. Nih ada foto dikit, buat penutup, wkwkwk

Nabila Laras Satwikawati

Gue yang Keliatan Agak Langsing gara-gara Sudut Pengambilan Gambar wkwk