The Empty Box : Inovasi untuk Pergerakan Antikorupsi

Well, The Empty Box adalah ide yang muncul secara mendadak di kepala gue ketika gue disuruh cari inovasi yang mendukung antikorupsi. Jadi ceritanya gue ikutan kuliah PAK (Pendidikan Anti Korupsi) di kampus gue. Nah terus ada tugas presentasi gitu per kelompok dan disuruh nyari inovasi gitu. Karena berbagai hal, terus gue disuruh nyari si inovasi itu dan temen-temen gue yang lain ngerjain presentasinya. Nah, ini dia logonya

the empty box

The Empty Box ini semacam coffee shop + library gitu dan disana kita rencananya nyediain space buat berbagai komunitas anti korupsi, selain itu di sana juga bakal diadain diskusi rutin seputar antikorupsi. Nah, koleksi buku-buku disana juga diarahkan seputar antikorupsi. Jadi selain bisa bertukar ide disana, para pengunjung juga bisa nyari literatur yang pas.

Jadi sasarannya anak muda gitu yang suka nongkrong-nongkrong atau ngerjain tugas di coffee shop. Kita pengen mendekati dan menyentuh mereka melalui The Empty Box ini dan menyadarkan mereka soal gerakan antikorupsi sejak dini. Diskusi rutin yang diadakan juga niatnya untuk mencerdaskan dan melatih kekritisan muda-mudi ini soal isu yang lagi hangat atau tindak korupsi di sekitar mereka. Selain itu dari sini juga diharapkan lahir banyak komunitas-komunitas antikorupsi. Jujur aja gue pengen banget ada komunitas anticheating yang berani bergerak untuk menyadarkan teman-teman mereka. Seperti yang kita sama-sama tau, cheating itu udah dianggap biasa oleh banyak orang sekarang. Nggak jarang anak-anak yang anticheating jadi minoritas di kelasnya. Sayangnya banyak diantara mereka yang masih apatis terhadap lingkungannya, “urusan gue ya urusan gue sama Tuhan, urusan lu ya urusan lu sama Tuhan”. Mereka taku untuk menegur atau sekedar mencegah teman mereka karena berbagai alasan semacam nggak enak atau kasian. Termasuk gue. Sampai hari ini gue belum pernah negur langsung temen gue yang curang. Palingan gue cuma bilang, “yaaaah jangan gitu dong”. Gue cuma takut kalau urusannya jadi panjang nantinya. Lebih baik nggak ikut campur dan urusan itu cuma mereka sama Tuhan.

Tapi harusnya kita menegur sih. Kita harus tunjukkan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Mencontek bukan hal yang kecil karena ini bisa menjadi suatu kebiasaan. Integritas itu nomor satu bro. Yah menurut gue mahasiswa harusnya sadar kalau integritas ini emang penting banget. Jadi ketika mereka, nggak ada integritas terhadap dirinya sendiri (kayak masih nyontek dsb) gue rasa mereka nggak punya legitimasi buat ikutan demo-demo mencaci para koruptor. Selesaikan dulu urusan diri baru kita kritisi mereka yang di Senayan. Well, itu pendapat pribadi gue, no offense ya.

Nah, di akhir presentasi dosen gue bilang kalau ide ini cukup oke da kita disuruh nyobain menyampaikan aspirasi ini ke calon rektor yang baru. Ada seorang temen gue yang bilang kalau coffee shop kayak gini bagus juga kalau di tempatin di deket gedung KPK. Yep, dan gue kepikiran kalau nempatin ini di deket kampus.

By the way, Happy Weekend bro bri. Gue memilih untuk menghabiskan weekend gue kali ini di kosan, istirahat, hahaha.