Kali ini gue mau bahas tentang topik yang lagi cukup hangat, yakni Aerotropolis. Nah, jadi sebenernya apa sih Aerotropolis?
Aerotropolis merupakan suatu konsep pengembangan kota bandara atau “Airport City”. Menurut John. D. Kasarda, University of North Carolina, pengembangan bandara internasional dapat menjadi pemicu pengembangan bisnis serta kawasan urban di sekitarnya. Fenomena ini terjadi sekarang, di abad 21 ini. Fenomena ini serupa dengan yang terjadi pada abad-abad sebelumnya. Misalnya saat pengembangan jalan bebas hambatan pada abad 20, pengembangan kereta api pada abad 19 dan pengembangan pelabuhan laut pada abad 18 yang mempengaruhi kemajuan pada zamannya.
Aerotropolis ini merubah konsep bandara yang biasanya direncanakan secara terpisah dengan pengembangan kota menjadi satu kesatuan dalam paket perencanaannya. Pengembangan bandara serta kawasan di sekitarnya nantinya akan menjadi satu perencanaan pengembangan kota bandara. Dengan pengembangan kawasan di sekitar bandara ini nantinya diharapkan dapat memicu pertumbuhan klaster-klaster industri. Aerotropolis sering juga disebut sebagai kawasan cepat tumbuh berbasis bandara atau “Airport-Centric Commercial Development“. Kawasan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik masyarakat global dan juga lokal, sehingga harus dapat menyediakan hal-hal di bawah ini secara mandiri:
- lapangan pekerjaan
- kawasan perbelanjaan/perdagangan
- pertemuan bisnis
- hiburan serta destinasi pariwisata lainnya
(sumber : aerotropolis.com)
John. D. Kasarda mengungkapkan bahwa ada beberapa triger yang mendorong pola perubahan Bandara Kota (City Airport) menjadi Kota Bandara (Airport City), yang disebut sebagai “Airport City Driver”.
- untuk memberikan pelayanan yang lebih baik serta dapat bersaing, bandara perlu menciptakan sumber daya dari kegiatan yang tidak berkaitan dengan penerbangan
- usaha-usaha komersial perlu mendapatkan kawasan yang aksesibel
- bandara harus mampu meningkatkan jumlah penumpang dan barang
- bandara dapat menjadi katalis dan magnet untuk pengembangan kegiatan bisnis
Beberapa Aerotropolis yang saat ini sedang dikembangakn diantaranya Incheon International Airport, Dubai International Airport serta Schipol. Indonesia sendiri saat ini sedang merencanakan pengembangan aerotropolis di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.
Bandara Kertajati
Bandara yang terletak di Kertajati, Majalengka ini nantinya diharapkan dapat dikembangakan menjadi suatu kawasan aerotropolis. Menurut seorang staf ahli PU, Taufik Widjoyono, Bandara Kertajati akan menjadi suatu katalis perekonomian baru di Jawa Barat. Pengembangan bandara ini memiliki potensi yang tergolong besar karena jumlah penduduk Jawa Barat yang sangat tinggi. Namun begitu, menurut Tri S. Sunoko, Dirut PT Angkasa Pura II, untuk mendukung proyek ini Pemprov Jabar juga harus mempercepat pembangunan akses infrastruktur yang menuju bandara. Proyek tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan diharapkan dapat rampung sebelum bandara ini resmi beroperasi.
Perataan Tanah Proyek Bandara Kertajati
(sumber : skyscrapercity.com)
Walaupun PT Angkasa Pura II saat ini sedang berkonsentrasi dalam pengembangan Bandara Kertajati, bukan berarti Bandara Husein Sastranegara di Bandung ditinggalkan begitu saja. Menurut mereka keduanya memilik area tangkapan yang berbeda. Sehingga keberadaan dua bandara ini dapat saling mendukung satu sama lain. Bandara ini diharapkan dapat selesai pada tahun 2017 mendatang.

