Sidang KP : Done!!

Yep! Akhirnya gue selesai juga sidang KP. Setelah gue nyaris sebulan penuh KP di Solo bersama temen-temen gue yang super, Fitri, Irul dan Arthur. Akhirnya selesai juga segala urusan per-KPan ini. Irul sama Arthur udah sidang duluan, beberapa bulan lalu, karena Arthur harus pergi ke Porto buat exchange. Nah ini gambar yang di ambil pas kita lagi KP, di Hotel Saripetojo Solo

10730785_10203142808666363_4783766144454586091_n

(Kiri-Kanan) Gue, Bapak Tukang 1, Bapak Tukang 2, Bapak Tukang 3, Irul

(Sumber : Fitri Pratiwi)

Nah terus intinya tadi Sore, jam 15.00 gue sama partner gue, Fitri, sidang KP. Dosen pembimbing kita adalah Pak Indra Djati dan Dosen pengujinya adalah Pak Sigit Darmawan. Awalnya gue agak grogi juga pas mau sidang. Partner gue rapi banget, pake rok, sama blazer sedangkan gue santai banget. Yaaa kayak pakaian gue sehari-hari aja, kemeja yang dimasukin, sneakers, jeans biru plus blazer biar agak formal dikit. Tiap ketemu temen-temen gue dan tau kalau gue mau sidang dengan pakaian kayak gitu gue langsung dikomentarin kalau pakaian gue nggak formal. Hahahaha gue sih nggak begitu peduli, yang penting gue nyaman dan bisa menjelaskan dengan baik di depan.

Awalnya gue kira kita berdua bakal dihabisin ternyata salah banget. Kita berdua dituntun untuk menemukan jawaban yang benar. Terus sesi pertanyaan yang gue takutkan akan jadi sesi pembantaian berubah jadi sesi diskusi. Banyak banget pembelajaran yang didapet, diantaranya mengenai penggunaan tiang pancang dan tiang bor yang sebaiknya nggak digabungkan, optimasi penggunaan tiang pancang, pola keruntuhan strong column weak beam, perubahan kurva S akibat adanya pekerjaan tambahan, pertimbangan pemilihan subkontraktor dari owner dan kontraktor dan lain sebagainya.

Alhamdulillah gue bisa melalui sidang KP dengan lancar dan nyaman (karena gue nggak terpaksa menggunakan rok dsb). Selang beberapa saat kami berdua dipanggil masuk ke dalam ruang sidang dan dinyatakan lulus. Rasanya itu super duper lega. Akhirnya satu kewajiban telah selesai. Yak, setelah selesai sidang, gue, fitri serta partner sidang kita kave, bryan sempat ngambil foto dulu sama dosen penguji dan pembimbing kita.

Habis itu kita juga foto bareng temen-temen gue tercinta, yang selalu ada sejak gue tingkat 2, ceritanya kayak kelar sidang TA gitu, fotonya di taman wkwkwk

Nah, dan nggak lupa gue ucapkan terimakasih sebesar-besarnya buat temen-temen super gue ini. Fitri, Arthur, dan Irul. Well, tanpa kalian mungkin 1 bulan di Solo akan terasa angat hampa. Thanks buat keceriaan yang selalu kalian berikan ketika gue jenuh.

Laskar Solo

IRUL, ARTHUR, GUE, FITRI

-LASKAR SOLO ’14-

Pasar Seni ITB 2014

Yohoooooo akhirnya Pasar Seni dateng juga, kemarin, Minggu 23 November 2014 KMSR ITB dan seluruh Jajaran Pasar Seni berhasil mengadakan event yang supeeeeer buanget. Acaranya dimulai sekitar pukul 8 pagi dan sukses membuat Jalan Tamansari dan Sekitar Kampus ITB macet banget. Untung gue ngekosnya deket kampus, jadi tinggal jalan.

Jalan Ganeca di depan kampus ditutup dan ditata dengan dekorasi yang nyeni abis. Begitu gue nyampe di sebelah barat Jalan Ganeca, tepatnya di depan Parkir Sipil gue dan temen gue disambut dengan tiga pilar-pilar kerucut yang tersusun dari potongan kayu.

Pasar Seni ITB 2014

Di bagian gapura ini aja udah rame banget pengunjung foto-foto. Terus setelah minta difotoin temen gue disana, kita jalan ke arah timur. Nggak lama kita jalan, kita nemu lagi yang menarik. Apaan tuuuh? Lukisan yang dibandrol 1 milyar men. Nih lukisannya

Pasar Seni ITB 2014

Lukisan ini dijual 1 milyar bro. Gile-gile gue nggak ngerti lagi dan lu harus liat bagian paling menariknya nih..

CAM02127

Karena gue jam 1an udah balik ke kosan dan baru ke kampus lagi jam 6 buat ketemu bentar sama temen, gue nggak tau bagaimana akhirnya nasib lukisan ini. Apakah Pak Asep Berlian pulang membawa uang 1 milyar atau harus membakar lukisannya.

Selanjutnya kita jalan terus ke arah timur, di sepanjang Jalan Ganeca lu bisa nemu orang-orang yang lagi ngelukis. Terus ada 1 lukisan yang mencuri perhatian gue, gue tapi nggak tau judulnya apa dan yang ngelukis siapa karena terlalu ramai buat mendekat. Ini lukisannya.

Pasar Seni 2014

Agak ngeblur deh sayangnya. Well, yg menonjol dari l;ukisan itu tuh adanya bentuk tangan yang ngebentuk jembatan yang melintasi sungai. Maknanya mungkin tergantung persepsi orang masing-masing ya dan lagi gue juga nggak sempet ketemu pelukisnya. Hmmmm

Terus kita jalan terus ke timur dan masuk lewat parkiran SR, karena gerbang utama penuh banget. Parkiran SR berubah jadi stand-stand unik, mulai dari seni menempa sampai (gue nggak ngerti kenapa) perkumpulan bikers-bikers gitu. Nuansa di sisi Timur bagian dalam ini bener-bener “keras” lah pokoknya. Nah ini salah satu stand seni menempa yang gue jumpai

CAM02136

Nah, habis dari area timur tepatnya di area parkir SR (Seni Rupa) gue sama temen gue, Fitri, jalan ke arah boulevard. Kita harus berdesak-desakan sekitar 15 menit buat bisa mencapai boulevard yang biasanya bisa ditempuh sekitar 3 menit dari gerbang SR. Terus kita ngelewatin patung Tyrex yang terbuat dari seng-seng persegi gitu, sayangnya karena terlalu penuh gue nggak sempat ambil gambarnya. Boulevard padet banget men, apalagi dideket si tyrex ini. Gue sempet ngambil gambar suasana boulevard waktu itu nih

Nah namun sekitar pukul 12.00 hujan tiba-tiba turun deras dan gue nggak tau harus kemana, lanjut muter-muter atau balik karena sepatu gue kebasahan. Akhirnya gue putuskan untuk terus di kampus karena kita belum liat seluruh areanya. Akhirnya karena kita udah terlanjur ke arah perpustakaan dan nggak menemukan apa-apa lagi di sana, kita puter balik ke arah Sipil dan memutuskan buat makan siang. Setelah gue menghabiskan sepiring Batagor di area makanan, gue mencari pencuci mulut yang gue nggak nyesel banget beli, yakni es krim combo antara ogura dan matcha yang rasanya nyuuuus banget. Sayangnya gue nggak nanya si cici’ itu biasa jualan dimana. Sekedar informasi aja, jadi es krim ogura itu merupakan es krim yang pake kacang merah gitu. Nah, perpaduan antara es krim kacang merah dan es krim matcha itu sabi banget deh pokoknya.

Yah, pasar seni ini emang seru banget sih, cuma terlalu crowded aja jadi kadang nggak jenak gitu kalau menikmati keindahan-keindahan dekorasinya atau pameran-pameran di stand-stand yang ada disana. Disamping itu, sinyalnya entah kenapa super jelek. Gue waktu itu mau komunikasi sama temen SMA gue yang kebetulan dateng di sana juga susah banget dan akhirnya kita nggak bisa ketemu. Tapi secara keseluruhan, keren banget, tapi saran dari gue sih ya, sebaiknya acara sebesar ini diadakan dua hari. Biar pengunjungnya nggak begitu crowded dan gue bisa menikmati es krim ogura matcha pasar seni itu lebih lama.

Oh iya, ada gambar penutup nih yang gue ambil di area seberang parkiran sipil

Pasar Seni ITB 2014Gue nggak tau deh, tapi gue penasaran kalau balonnya gue ambil, dia bakalan gerak atau nggak hahaha.