New Chapter: Kehidupan Seorang Komuter

Sejak dua minggu lalu gue jadi seorang komuter, well yeah I commute to East Jakarta every day. I found it very tiring in my first week and I almost give up. Yep, gue nyaris menyerah ketika gue menjadi komuter di minggu pertama. Commuter line yang penuh sesak setiap pagi dan sore hari, benar-benar membutuhkan perjuangan yang lebih. Irama hidup gue pun berubah drastis dibanding jaman kuliah dulu. Gue harus datang pagi-pagi kalau mau dapet kereta yang “agak” nggak penuh. Perbaikan jalan di daerah rumah gue juga nggak kunjung selesai, sehingga kemacetan yang sangat hebat selalu terjadi di jam-jam sibuk. Kalau ditotal gue bisa menghabiskan 4-5 jam untuk pulang-pergi ke kantor setiap harinya.

4 sampai 5 jam habis di jalan bukan waktu yang sebentar dan ini terjadi pada ratusan komuter setiap harinya. Pada minggu pertama gue jujur aja agak sedikit kaget. Waktu yang berharga itu terbuang begitu saja di jalanan. Dari pada sibuk mengeluh tentang kereta yang penuh sesak atau tentang perbaikan jalan yang tak kunjung selesai, lebih baik gue memanfaatkan setiap waktu tersebut dengan hal-hal yang bermanfaat.

Nah kalau lu seorang komuter dan lu nggak mau waktu lu kebuang sia-sia salah satu hal yang bisa dilakuin adalah ngedengerin audiobook. I remember, my senior once told me that she likes listening audiobook during her way to campus. Menurutnya lumayan untuk memanfaatkan waktu biar nggak terbuang sepanjang perjalanan. Well, setelah jadi komuter tadinya gue sempat berpikir buat bawa buku untuk dibaca selama perjalanan. Yah  kalau keretanya lowong sih baca buku gitu nyaman-nyaman aja. Tapi kalau lu harus berdiri nyaris setengah jam dan dalam keadaan kereta yang penuh sesak, kayaknya buka bukunya aja nyaris nggak sempat. Audiobook ini adalah alternative yang oke, dengan pilihan genre yang beragam seenggaknya kita bisa menambah wawasan kita dan mempelajari hal-hal baru.

Well, jam tidur seorang komuter juga biasanya nggak banyak. Karena lu harus berangkat pagi banget dan pulang malem. Waktu lu udah habis di jalan, di kantor dan belum lagi adanya pekerjaan-pekerjaan lain yang harus diselesaikan di rumah. Sampai akhirnya satu-satunya alokasi waktu yang bisa dipangkas adalah jam tidur lu. Nah, kalau gue sih prefer melakukan power nap selama di perjalanan ketika berangkat kerja. Lumayan lah, seenggaknya kita bisa merefresh diri kita sebentar sebelum mulai bekerja.

Terkadang menjadi komuter seolah menjalani hidup yang monoton. Sepanjang weekdays irama hidup nyaris sama setiap harinya. Karena gue kadang kurang suka sesuatu yang monoton, gue suka berhenti atau pulang dari stasiun yang berbeda. Karena di deket kantor gue ada dua stasiun yang cukup berdekatan. Setiap hari secara random gue memilih salah satu stasiun tersebut. Ini salah satu hal yang gue lakukan biar perjalanan gue nggak terasa monoton.

Untuk seorang komuter memang nggak bisa dipungkiri kalau waktu kita banyak yang terbuang di jalan, sekarang yang menjadi poin utamanya adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan waktu kita tersebut.