Hari ini hari Jumat, sejak satu semester yang lalu gue ikut mentoring lagi di kampus, setelah diajak oleh Leni, temen satu jurusan gue. Kelompok mentoring ini terdiri dari beberapa temen gue di Sipil dan Kelautan. Kakak mentor gue anak Lingkungan 2009, Teh Ami namanya.
Tadi siang, entah kenapa gue agak berat dateng ke mentoring. Gue sengaja berlama-lama di lab mektan, membuka dan menutup browser untuk mencari hal-hal yang sebenarnya tidak begitu mendesak untuk dicari. Berat rasanya untuk berjalan ke tempat kita melingkar seperti biasanya. Akhir-akhir ini rasanya gue emang agak payah dan setan agaknya berhasil memperdayai gue. Tapi pada akhirnya gue berangkat juga, setelah diajak oleh temen-temen dan Latin cerita tentang kisah iblis yang selalu berusaha menggoda manusia.
Lalu gue berangkat dan melingkar bersama yang lain. Awalnya nggak ada perubahan yang berarti pada mood gue tadi siang. Seperti biasa, kami tilawah bergilir. Lalu Leni punya kisah tentang seorang ibu yang sangat memikirkan kepentingan orang lain di kala keadaan yang sulit. Setelah itu Yaya menceritakan kisah seorang muslim di zaman Sultan Murad yang meninggal secara khusnul khotimah walau tanpa sepengetahuan siapa pun. Mentoring mengalir saja seperti biasanya, perlahan-lahan mood gue kembali membaik. Tersenyum lalu tertawa. Rasanya ada beban yang mendadak hilang. Melihat Kakak Mentor gue yang senyumannya sangat teduh, terkadang membuat gue berpikir “Kapan gue bisa jadi seperti beliau”.
Lalu di tengah-tengah mentoring tadi Rina menunjukkan suatu hadist
Rasulullah SAW bersabda:
Barang siapa yang bangun dipagi hari dan hanya dunia yang dipikirkan, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya (tidak berdzikir) maka Allah akan menanamkan 4 penyakit :
1. kebingungan yang tidak putus-putusnya
2. kesibukan yang tiada ujungnya
3. kebutuhan yang tidak terpenuhi
4. khayalan yang tidak berujung
(HR Muslim)
Pas baca ini gue jadi tersadarkan banget. Setiap pagi, kalau gue bangun yang gue pikirin biasanya duniawi banget: hari ini kegiatannya ngapain aja, apa yang lupa dikerjain kemarin, nanti mau nyuci atau laundry aja, ada tugas apa aja, kuliah apa dan lain sebagainya.
Mentoring tadi menyadarkan gue lagi akan suatu hal yang krusial
“Hey Bil, tujuan hidup lu itu bukan di dunia yang fana ini tapi di akhirat yang kekal”
Terkadang, atau bahkan seringkali gue lupa akan hal ini, mengejar dunia yang nggak ada habisnya. Setelah selesai satu kesibukan, lalu muncul kesibukan yang lain. Atau sebenarnya kita tidak terlalu sibuk tapi seolah-olah amat sangat merasa tersibukan oleh dunia.
Allah selalu punya cara untuk mengingatkan hambaNya dan gue bersyukur karena bersama teman gue yang mengingatkan untuk mentoring tadi siang. Satu hal yang gue syukurin adalah adanya lingkaran kecil ini, yang berkumpul setiap hari Jumat. Walau gue bukan apa-apa dibanding yang lain. Gue selalu bersyukur karena adanya lingkaran ini selalu mengingatkan gue untuk lebih dekat dengan Allah.
Gue mungkin tergolong newbie dan terkadang agak bingung harus memulai dari mana. Sering kali khilaf. Gue juga kadang berpikir kapan gue bisa jadi seperti mereka yang berwajah teduh dan gue benar-benar takut kalau-kalau gue terjangkiti 4 penyakit yang telah disebutkan diatas. Semoga Allah selalu menjaga lingkaran kami ini agar bisa saling mengingatkan.
Lalu ketika kita lelah dan nggak tau kemana lagi harus mengadu. Allah selalu ada untuk kita. Selain masalah TA gue juga kepikiran sama kondisi negara kita yang menurut gue lagi bergejolak sih. Mulai dari pilpres yang rame, liberalisasi sektor migas, calon Kapolri yang ditetapkan tersangka oleh KPK, dan barusan banget wakil ketua KPK yang mendadak ditangkap dengan tuduhan memberikan kesaksian palsu. Gue tadi siang juga berpikir: ini negara kita mau dibawa kemana sebenarnya oleh mereka-mereka ini. Yah, pada akhirnya kita memang cuma bisa berharap sama Allah. Gue sangat yakin bahwa Allah akan menunjukkan yang benar itu benar dan yang salah itu salah pada akhirnya. Sekali lagi, dunia ini cuma fana dan sementara, akhiratlah yang kekal. Allah selalu bersama mereka yang berjuang di jalanNya dan semoga mereka yang berjuang di jalanNya mendapatkan kekuatan untuk terus istiqomah.
