Pertamina Energy Tower : The Zero Net Energy Building

Setelah gue nulis tentang pencakar langit kemarin, gue jadi pengen nulis tentang Pertamina Energy Tower lebih jauh. Pertamina Energy Tower yang terletak di kawasan Kuningan, Jaksel ini bakalan jadi HQ (headquaters) Pertamina yang baru. Pencakar langit dengan 99 lantai ini direncanakan selesai pada 2020 dan pembangunannya sendiri sudah dimulai tahun ini. Gedung ini nantinya akan menjadi pencakar langit tertinggi di Indonesia

Pertamina Energy Tower

Pertamina Energy Tower

(Sumber : SOM.com)

Gue rasa Indonesia bisa sedikit berbangga dengan proyek yang terbilang cukup prestisius ini. Selain melibatkan architecture firm ternama kayak SOM (Skidmore, Owings & Merril) dan PT Wiratman Associates sebagai konsultan struktural ada banyak hal menarik dari Pertamina Energy Tower ini. Diantaranya supertall building ini memproduksi sendiri energi yang digunakannya dan diprediksi akan menjadi the first supertall tower in the world that generate its own power. Men, kurang keren apalagi coba?

Jadi PET (Pertamina Energy Tower) ini akan memanfaatkan tenaga angin dan matahari. SOM juga memperkirakan kemungkinan digunakannya energi geotermal nantinya. Selain memanfaatkan energi ramah lingkungan, bangunan ini juga didesain sedemikian rupa buat ngurangin penggunaan lampu atau penerangan tambahan. Lalu alih-alih menggunakan AC yang memakan banyak energi, sebagai sistem pendinginnya digunakan radiant water based cooling system. Intinya keseluruhan desain bangunan ini direncanakan untuk mendapatkan hasil yang zero net energy.

Well, emang zaman udah berubah. Awalnya fokus dari supertall building adalah masalah strukturalnya : bagaimana menahan beban gravitasi serta lateral dari angin dan gempa. Namun seiring berjalannya waktu, masalah energi juga menjadi perhatian. Karena jumlah energi tebarukan yang semakin menipis tapi di lain sisi demand semakin meningkat. Sehingga energi akhirnya menjadi masalah yang serius dan manusia mulai berlomba-lomba untuk menciptakan produk yang tidak memakan banyak energi. Salah satunya adalah zero net energy building ini.

Gue sendiri udah nggak sabar sih pengen nunggu proyek ini selesai dibangun dan Indonesia bakal punya icon baru yang prestisius. Well, semoga proyek ini bisa berjalan dengan baik. Sekian, Selamat Sore dan Selamat Liburaaaaaaaan

Pencakar Langit Hari Ini

Beberapa tahun yang lalu, ketika gue masih di bangku SMA gue pernah membayangkan bahwa suatu hari nanti, gue akan bikin pencakar langit tertinggi di Asia. Tapi apa kabar mimpi gue hari ini? Well, Dari jaman SMA sampe sekarang perkembangan pencakar langit di dunia juga terus berkembang. Di jaman SMA gue pernah bikin web tentang konstruksi-konstruksi di dunia, well isinya cuma artikel-artikel gitu aja, namanya Constructio. Gue bikin sekitar tahun 2010 pertengahan, di tahun itu juga Burj Khalifa baru selesai dibangun.

Burj Khalifa

Burj Khalifa

(sumber :burjkhalifa.ae)

Burj Khalifa sendiri merupakan pencakar langit tertinggi di dunia saat itu dan juga masih menjadi menjadi pencakar langit tertinggi di dunia hari ini, terletak di Dubai, Uni Emirat Arab. Selain sebagai pencakar langit tertinggi, Burj Khalifa juga memiliki desain arsitektural yang menarik. Tapak Burj Khalifa ini terbentuk dari tiga lobus yang menyerupai bunga bakung (Hymenocallis). Secara struktural bentuk yang menerupai hufuf ‘Y’ ini juga membantu mengurangi beban dari angin yang mengenainya. Selain itu pencakar langit ini juga menerapkan sistem struktur outrigger yang menghubungkan kolom perimeter dengan struktur dinding bagian dalam. Dengan begitu, kolom perimeter dapat berkontribusi dalam menahan beban lateral yang mengenai struktur.

Dulu, jaman 2010 pencakar langit tertinggi kedua adalah Taipei 101. Taipei 101 merupakan landmark dari Taipei, Taiwan. Secara arsitektural gedung ini memiliki struktur yang berundak-undak menyerupai bentuk pagoda dan juga batang bambu sekaligus. Yang menarik dari sistem struktur pada pencakar langit ini adalah damper yang berupa pendulum baja besar yang tergantung di lantai 92 sampai 87. Damper ini berfungsi untuk melawan goyangan angin yang mengenai gedung dan menjaga stabilitasnya. Selain itu Taipei 101 juga memiliki elevator tercepat di dunia.

taipei 101

Taipei 101

(sumber : Taipei-101.com)

Saat ini posisi runner up udah nggak ditempatin lagi sama Taipei 101 men, setelah Abraj Al-Bait (2012, Saudi Arabia) dan One World Trade Center (2014, USA) selesai dibangun. Lalu ada lagi Shanghai Tower yang rencananya akan menjadi pencakar langit tertinggi kedua di dunia. Konstruksi ini direncanakan selesai dibangun pada tahun 2015.

Well, dalam kurun waktu yang terbilang sebentar, perkembangan gedung tinggi emang pesat banget. Uni Emirat Arab udah nggak terbantahkan lagi punya banyak pencakar langit di negaranya, seperti Burj Khalifa dan juga Burj Al-Arab. Lalu Amerika punya One WTC, lalu ada Willis Tower (ex Sears Tower) dan juga Empire State Building yang melegenda. Taiwan punya Taipei 101 dengan lift tercepatnya. Bahkan Malaysia tetangga terdekat kita punya Petronas. Nah terus bagaimana dengan Indonesia? Apa kabar pencakar langit di Indonesia hari ini?

Well, perkembangan gedung tinggi di Indonesia juga semakin menghangat nampaknya. Tahun ini Indonesia mulai membangun Pertamina Energi Tower. Pencakar langit yang terletak di Jakarta Selatan ini rencananya akan menjadi pencakar langit tertinggi di Indonesia. Gedung ini direncanakan memiliki 99 lantai dengan ketinggian sekitar 400 meter. Dan yang nggak main-main nih, SOM (Skidmore, Owings, & Merril) terlibat dalam proyek ini. SOM ini juga yang terlibat dalam pembangunan Sears Tower dan Burj Khalifa, jadi yaaah kayaknya bakal keren banget sih ini.

Oke sekian, temen gue udah nelfon.