ConCERN 2014

ConCERN (Conference for Civil Engineering Research Network) 2014 merupakan suatu konferensi Internasional untuk para civil engineer yang berasal dari Asia Pasifik. Gue menjadi salah satu panitia dalam acara ini. Awalnya gue iseng-isengan aja nyari kerjaan karena emang jadwal lagi agak kosong. Ternyata semuanya berakhir dengan sangat indah.

Singkat cerita gue menjadi panitia bagian logistik yang tugasnya adalah memastikan bahwa seluruh logistik yang berkaitan dengan acara terpenuhi. Gue dapet bagian Aula Barat (West Hall) bersama seorang temen gue yang lain. Sedangkan panitia logistik lainnya menyebar di tempat-tempat lain. Acara ini berlangsung selama 2 hari, Selasa dan Rabu. Di hari pertama gue nggak sengaja diminta untuk bantu temen gue jaga stand Batik Esye. Lalu gue berkenalan dengan pemilik Batik Esye yang memperkenalkan dirinya sebagai Bu Esye. Setelah itu Bu Esye menitipkan standnya pada gue dan Joseph, lalu beliau pergi karena ada beberapa urusan yang harus diselesaikan. Setelah bu Esye meninggalkan gue, gue merapihkan barang-barang di stand dan nggak sengaja melihat kartu namanya. Disana tertulis  “Esye R. Budiono”. Wait… what?! dan ternyata beliau merupakan istri dari Bapak Prof. Ir. R. Bambang Budiono, ME., Ph.D. , salah seorang dosen gue. Menjaga stand batik milik Bu Esye cukup menyenangkan, karena entah kenapa gue seneng banget sama yang berhubungan sama jual-menjual kayak gini. Desain-desain yang ditawarkan oleh Batik Esye ini juga sangat indah. Perpanduan warna yang berani dan kombinasi berbagai macam pattern menjadi salah satu daya tariknya. Lalu akhirnya datang seorang teman gue yang lain, Tika, dan akhirnya kita menjaga stand bersama hari itu. Seenggaknya gue tau bagaimana rasanya menjadi seorang penjual yang akan sangat sumringah kalau ada orang yang sekedar melihat-lihat barang dagangannya.

Di hari kedua gue masih juga menjaga stand yang sama. Walau setelah itu karena ada praktikum gue terpaksa menitipkan standnya ke teman gue. Selesai praktikum gue kembali ke Aula Barat dan melihat wajah teman gue, Ama, yang nelangsa. Setelah gue tanya apa yang terjadi dengannya. Ternyata akibat adanya panitia yang mengcancel keikutsertaannya pada side event ConCERN. Akhirnya karena gue nggak tega gue mengiyakan ajakannya untuk menggantikan panitia yang seharusnya mengikuti side event tersebut. Lalu semuanya berubah fantastis.

Di side event ini gue dan Ama bertugas untuk menemani para participant yang beberapa diantaranya merupakan para Keynote Speaker. Ada lima orang participant yang ikut acara ini. Prof. Susumu Iai (Kyoto University, Japan), Prof. Kazuhiko Kasai (Tokyo Institute of Technology, Japan), Mr. Yamada (Tokyo University, Japan), Mr. Antonio (University of The Philippines Diliman, Philippines) dan Heng Ly (Thailand). Tour dimulai dengan mengunjungi Sari Ater, Ciater. Bayangkan rasanya duduk bersebelahan dengan Prof. Susumu yang sering Prof. Mahsyur ceritakan di dalam kelas. Intinya sangat tak terlukiskan, ditambah beliau ini merupakan orang yang sangat perhatian. Semuanya sangat ramah, begitu juga Prof. Kasai yang ketika pertama kali gue meperkenalkan diri, beliau mencatat nama gue dan membacanya sebagai Nabira alih-alih Nabila. Mr. Yamada cenderung agak pendiam dibanding yang lainnya namun beliau tak kalah ramah. Lalu ada Mr. Antonio yang ternyata berasal dari Philippines yang selalu membawa kameranya dan bergerak sangat gesit untuk mengambil gambar-gambar. Terakhir ada Heng Ly, mahasiswa master degree Thailand asal Cambodia, Heng Ly jauh lebih muda dibanding yang lain dia juga sangat ramah.

Well, jadi tur dimulai seusai acara ConCERN 2014 resmi ditutup. Gue dan Ama menghampiri tiap-tiap participant yang mau ikut side event ini dan memperkenalkan diri. Sekitar pukul 3 kita melesat menuju Ciater. Sebelumnya kita muter-muterin landmark Kota Bandung, kayak Gedung Sate, Lapangan Gasibu, Museum Pos dan lain sebagainya. Lalu mampir di toko souvenir sebentar. Setelah puas melihat isi di toko souvenir itu kita melanjutkan perjalanan ke Ciater. Setibanya di Sari Ater gue memutuskan untuk beristirahat sejenak, lalu setelah itu gue ikutan dinner bareng professor-professor kece itu. Gue semeja bareng Prof. Susumu Iai, Mr. Antonio, Heng Ly, dan Mas Rizal si tour guide sakti. Pembicaraan di meja makan itu sangat bervariasi, mulai dari musik klasik, cerita tentang orang sunda yang suka banget lalap, jenis-jenis ikan air tawar sampe tema TA gue yang gue sendiri belum paham betul. Mereka bener-bener friendly lah pokoknya. Setelah itu kita berendam, walau gue memutuskan cukup merendam sebagian kaki gue aja, karena nggak ada baju renang.

IMG_4406

Di Tangkuban Parahu, Prof. Kasai, Pak Aris, Mr. Yamada, Prof. Susumu, Mr. Antonio, gue, Ama (kiri-kanan)

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Paginya kita sarapan dulu di Hotel, baru setelah itu kita ke Tangkuban Parahu. Oh iya, Heng Ly udah pulang duluan jam 2 malem, dijemput sama panitia ConCERN. Mr. Antonio seneng banget ngambil foto. Dia super duper cekatan ngambil gambar-gambar dari dalam mobil yang melaju kencang. Pagi itu Tangkuban Parahu nggak sedingin biasanya, entah kenapa. Setelah dari sana kita pergi ke tempat produksi kopi luwak dan minum secangkir kopi luwak. Akhirnya gue tau rasanya kopi luwak yang ngehits banget itu kayak apa. Enak sih, agak creamy-creamy lembut gimana gitu walau nggak pake creamer. Untung gue dapet gratisan dari si kedainya. Padahal Prof. Susumu udah mau bayarin buat gue, doi banget baik deh, sangat kekakek-an. Beres dari sana kita mampir ke Museum KAA, ini pertana kalinya gue kesana, Prof. Kasai keliatan excited gitu pas kita ngelewatin kantornya Pikiran Rakyat. Apalagi pas liat mesin Tik-nya. Kalau Mr. Yamada emang keliatan pendiem-pendiem gitu sih, jarang banget ngomong. Abis itu kita lunch di Kampiun Bistro. Makanannya itu perpaduan antara chinesse dan western food gitu, dan sedikit indonesian gue kira. Terus minumnya chinesse tea yang nggak manis sama sekali wkwkwk. Luar biasanya adalah Professor Susumu dan Professor Kasai adalah orang yang super duper mengayomi, alih-alih gue yang nuangin teh ke gelas mereka. Mereka malah nuangin teh ke gelas gue. Mereka melakukan itu berkali-kali, kayaknya gue nyaris minum 10 cangki deh. Wooow banget lah, terharu gimana gitu, ketika minuman lu dituangin sama Professor.

setelah makan, gue, Ama dan Pak Aris dianter ke ITB. sedangkan mereka langsung diantar ke Airport. Mungkin gue bakal ketemu lagi sama mereka, tapi entah kapan. Atau mungkin itu pertemuan terakhir kita. Yang jelas, semua itu sangat berkesan buat gue. Gue nggak menyesal ketika mengiyakan ajakan Ama buat nemenin dia ke Ciater. Ini benar-benar nggak terlupakan buat gue.