Berakhirnya semester 6 menandakan dimulainya masa-masa KP (Kerja Praktek) buat sebagian jurusan di kampus gue. Tiap jurusan punya kebijakan sendiri perihal KP ini buat mahasiswanya, ada yang wajib dan ada yang nggak. Nah, kalau di prodi gue, Teknik Sipil, KP ini hukumnya wajib. Jadi ceritanya kita para mahasiswa ini dibebaskan buat milih tempat KP, boleh lu cari sendiri atau lewat prodi. Dan satu semester kemarin kita sibuk ngurusin tempat KP buat liburan ini.
Gue sendiri dapet tempat KP di proyek Hotel Grand Saripetojo, Solo. Hotel ini letaknya di Jalan Slamet Riyadi, deket Stasiun Purwosari. Gue udah ngincer tempat KP ini dari jaman liburan semester 5 kemarin. Soalnya tempat KP ini deket sama rumah eyang gue di Solo. Jadi sambil menyelam minum air, sekalian KP, sekalian liburan. Gue KP bareng tiga orang temen gue. Fitri, partner KP gue dan Arthur serta Irul. Rencananya kita berangkat dari Bandung tanggal 3 Juni besok. Naik kereta dari Bandung. Oke sekian intronya.
(sumber : http://www.skyscrapercity.com/)
Nah, proyek hotel ini sendiri sebenernya sempat menuai pro dan kontra pas Joko Wi masih jadi walikota Solo dulu. Hotel yang didirikan diatas lahan bekas pabrik es yang cukup legendaris ini menuai protes gara-gara Pabrik Es Saripetojo ini dianggap sebagai cagar budaya. Waktu itu Bibit Waluyo, eks Gubernur Jawa Tengah memberi ijin untuk mendirikan hotel ini tapi Joko Wi selaku Walikota Solo, menentang ini habis-habisan. Alasannya Saripetojo ini dianggap sebagai cagar budaya dan lagi katanya karena bakal ada semacam pasar modern juga di kompleks Saripetojo ini nantinya.Sehingga yang ditakutkan adalah pedagang-pedagang yang ada di sekitar Saripetojo ini akan mati. Kisruh ijin Hotel Saripetojo ini terjadi sekitar tahun 2011 lalu.
Sekitar liburan yang lalu (awal Januari 2014) gue lihat proyek hotel ini udah dimulai. Poyek hotel ini akhirnya diberikan ijin juga. Pihak pengelola sendiri berusaha mempertahankan beberapa bangunan yang kondisinya masih bagus, yang dianggap sebagai cagar budaya. Diantaranya, eks rumah dinas pengelola Pabrik Es Saripetojo dulu yang akan dijadikan ruang pameran nantinya. Hotel ini rencananya akan memiliki 11 lantai setelah sebelumnya direncananakan 16 lantai.
Rumah Dinas
( sumber: Solopos )
Menurut gue proyek ini cukup menarik, pas KP nanti rencananya gue mau menggali informasi sebanyak-banyaknya perihal pendekatan yang dilakukan pihak pengelola terhadap warga sekitar yang mulanya menentang proyek ini. Gue juga penasaran perihal konstruksinya, gue sendiri belum tahu pabrik es itu secara mendetail kayak apa, apakah ada perbedaan dalam konstruksi ini dengan konstruksi pada umumnya karena eks pabrik es. Selain itu proyek ini berada di pusat kota yang lalu lintasnya tebilang crowded, metode konstruksinya bagaimana, pasti menarik. Karena proyek yang cukup kompleks ini gue jadi semangat buat KP nanti. Semoga benar-benar menarik, niat gue kesana belajar sebanyak-banyaknya, karena ini kali pertamanya gue turun ke lapangan.

