Tulisan ini gue buat pukul 08.15 diatas kereta Argo Lawu yang menuju Stasiun Gambir, sekarang ketika gue nulis keretanya masih ada di Stasiun Solobalapan. Oke, judulnya gue namain after hiatus karena selama sebulan ini gue nggak mosting apapun. Alasannya diantaranya gue lagi kp dan gue lebih suka nulis ketika gue sendirian. KP kemarin “me time” gue sangat sedikit sehingga gue nggak bisa dapetin mood yang oke buat nulis.
Well, jadi gue baru aja pulang KP dari Solo. Kayak yang udah gue bilang dipost terakhir gue, proyek KP gue ini merupakan komplek pertokoan dan hotel Saripetojo.
Hotel Saripetojo dalam masa Konstruksi (7 Juni 2014)
(sumber : Fitri Pratiwi)
Kita berangkat KP tanggal 3 Juni malam, naik kereta Lodaya malem dari Stasiun Bandung ke Solo. Gue dan seorang temen gue, Fitri, dateng di stasiun kurang dari 1 jam sebelum keberangkatan dan harus menunggu 2 temen gue yang ngaret. Gue bener-bener takut kalau kita ketinggalan kereta tapi kayaknya ketakutan itu nggak berlaku buat temen gue yang 2 itu, Arthur dan Irul. Tapi nggak masalah sih, yang penting kita nggak telat, hahaha. Setelah melalui perjalanan yang lumayan panjang dan gue yang nggak bisa tidur sepanjang perjalanan, kita tiba di Solo sekitar pukul 4 pagi. Gue sama Fitri dijemput Om gue dan Irul sama Arthur dijemput saudaranya Irul. Kita berpisah, gue sama Fitri tinggal di tempat eyang gue dan Irul sama Arthur tinggal di kosan saudaranya.
Well, 1 hari kemudian kita pergi ke UNS. Alasannya : penasaran UNS kayak apa. Kita berangkat ke UNS naik BST (Batik Solo Trans), semacam Transjakartanya Solo. Bedanya, kalau Transjakarta punya jalur sendiri sedangkan BST ini jalurnya membaur sama kendaraan lain. Dengan Rp. 3500 kita udah bisa keliling-keliling Solo. Terjangkau banget men. Sama halnya kayak Transjakarta, BST ini terbagi atas beberapa koridor dengan jalur yang berbeda. Menurut gue BST ini sangat membantu para traveller dan juga masyarakat. Buat yang mau keliling Solo tapi nggak ada kendaraan udah nggak usah pusing-pusing lagi karena ada BST
Batik Solo Trans
(sumber : id.wikipedia.org)
Setibanya di UNS kita dianterin buat muter-muter lab-lab teknik sipil sama Mas Janu, asistennya Om Bambang. Disana kita diajak liat-liat labnya kayak apa. Menarik. Lab mektannya juga beda dibanding kampus gue. Di ITB lab mektan itu cuma jadi satu ruangan besar. Mulai dari alat konsolidasi yang restricted untuk disentuh, direct shear, triaksial, permeabilitas semuanya ada di dalam satu ruangan. Nah kalau di UNS ini beda, tiap2 pengujian ini dibagi2 dalam setiap ruangan yang terpisah. Selain itu waktu praktikumnya juga beda. Kalau di kampus gue praktikum diadakan berbarengan sama kuliah mektan 1, terus diakhir praktikum ada semacam presentasi yang dilaksanakan sebelum UAS. Sedangkan di UNS praktikum dilaksanakan setelah kuliah berakhir, sehingga praktikum tidak menggangi masa-masa kuliah.
Setelah beres dari teknik sipil kita pengen liat kedokteran kayak gimana dan mau sambil cari kecengan. Dari teknik sipil ke kedokteran kita naik bus kampus. Berbeda dengan ITB, lahan UNS ini emang terbilang luas, mungkin kita bisa kisut kalau disuruh jalan dari ujung ke ujung. Busnya ini nggak ada patokan tarifnya, kita cukup bayar sukarela aja, semau kita. Tapi ya jelaslah harus bayar. Kita nggak begitu lama di kedokteran, cuma mampir di kantinnya aja nemenin Irul sama Arthur yang makan siang dan liat-liat. Beres dari kedokteran kita pergi ke FMIPA, ketemu temennya Fitri, Nuha kalau nggak salah namanya. Mereka ngobrol-ngobrol sebentar sampai Nuha pamit buat ketemu dosennya, gue sama Irul yang nggak kerjaan mulai melakukan scoring kepada orang-orang yang lewat. Kita keluar dari kampus dengan bus kampus terakhir. Beruntung kita masih dapet bus terakhir itu, kalau nggak kita bener-bener bisa kisut merangkak dari ujung kampus ke ujung yang lain. Kita pulang naik BST dan saat itu juga kita baru tau kalau BST terakhir itu jam 5 sore. Bersyukur lagi kita nggak ketinggalan BST terakhir. Jadi BST itu cuma dari jam 5 pagi sampai jam 5 sore, gue beraharap BST bisa lebih lama lagi waktu layannya, misalnya dari jam 5 pagi sampai jam 10 malam.
Besoknya, hari Jumat, kita mengunjungi proyek untuk pertama kalinya. Terakhir kali gue ke Solo (sekitar awal Januari) proyek ini baru dipagerin doang, gue kira. Ekspektasi gue ketika ngeapply KP disini, bangunannya belum tinggi-tinggi banget, ternyata pas kita dateng bangunannya udah mencapai lantai 8 dari 11 lantai. Waduh gue udah deg-deg an aja kita nggak dapet apa-apa. Setibanya di proyek kami menghubungi Pak Handoko, MK sekaligus pembimbing lapangan kita. Dari Pak Handoko ini lah kemudian kami mendapatkan banyak pembelajaran. Setelah perkenalan singkat dengan beliau kami dibawa ke kantor kontraktor proyek, yakni Total Bangun Persada. Disana kami diperkenalkan kepada seluruh petinggi2 proyek itu, Pak Listiyo, Pak Rasdiman, Pak Denny dan lainnya. Kami banyak dibantu oleh beliau-beliau ini selama masa KP.
Sekian dulu gue rasa, gue nggak mau menghabiskan perjalanan gue dengan terpaku menulis di tab gue. Pemandangan kayak sekarang ini jarang-jarang gue dapet. Jadi, mau gue nikmatin dulu. Nanti setibanya di rumah akan gue tambahkan sedikit foto lalu gue post. Post berikutnya gue mau cerita soal proyek Saripetojo ini sendiri, mungkin besok atau lusa. Sekarang udah sekitar 1 jam sejak keberangkatan dan kereta sudah tiba di Yogyakarta.
Salam hangat dari Yogya

