Butuh waktu sekitar 6 minggu buat gue menyesuaikan dan mencari ritme hidup yang pas selama WFH ini. Dulu sebelum pandemi, ketika gue masih pekerja kantoran dari pagi sampai petang gue pernah mendambakan bekerja jarak jauh di rumah. Dengan harapan gue bisa dapet work life balance yang pas. Sampai akhirnya gue menerima kenyataan sebagai pekerja kantoran, yang baru bisa melakukan kegiatan lain selepas kerja misalnya. Tapi ternyata WFH ini membuat gue agak kangen untuk menjalani hidup sebagai pekerja kantoran.

Hari pertama gue WFH, gue inget, gue sangat excited banget. Kerja pakai sweatpants tapi tetap dengan atasan kemeja, sambil ngopi pagi di rumah adalah salah satu cita-cita gue dulu. Jujur aja gue cukup produktif selama ber WFH, gue memilih kamar gue jadi tempat kerja untuk meminimalisir distraksi. Karena biasanya gue sangat mudah terdistraksi ketika di kantor, kayak ngejahilin temen ketika gue bosen atau agak telat masuk ketika habis makan siang bareng yang lain.
Seingat gue, gue masih sangat excited di minggu pertama karena gue nggak harus menempuh perjalanan Bogor-Jakarta. Well, selama pandemi ini Nyokap minta gue stay di Bogor karena semuanya lebih terjamin. Minggu berikutnya gue agak mulai bosan karena gue nggak bisa keluar ngopi atau sekedar makan siang bareng temen gue kayak biasanya. Tapi selebih gue suka ber WFH ini, karena secara produktivitas bisa dibilang justru lebih tinggi. Gue juga bisa beristirahat cukup dan bangun pagi dengan sangat fresh untuk ber WFH di hari berikutnya.
Beberapa minggu WFH berjalan akhirnya gue merasakan bahwa gue harus mencari kegiatan lain yang bermanfaat. Biar hidup gue nggak berputar2 aja untuk per WFHan ini dan sisanya jadi unproductive banget kayak main game misalnya. Well, gue menyia-nyiakan beberapa minggu gue buat main animal crossing hahaha. But it’s okay lah, buat hiburan.
Karena pandemi ini gue nggak bisa kemana-mana dengan bebas. Beberapa kegiatan favorit gue kayak renang dan ngopi di kedai kopi juga udah nggak bisa dilakukan lagi sekarang. Akhirnya gue memutuskan untuk mencari kegiatan yang bermanfaat dan gue memilih untuk bercocok tanam. Nyokap gue agak kaget sih pas tau gue mau bercocok tanam hahaha. Karena biasanya gue nggak pernah tertarik sama tanam-menanam. Terus minggu lalu gue dianter bokap gue pergi ke toko pertanian untuk beli peralatan menanam dan benih2nya. Karena ceritanya gue mau menanam sayuran nih.
Lahan yang gue manfaatkan nggak begitu besar. Gue memanfaatkan halaman rumah orang tua gue nggak terpakai. Kalau biasanya yang gue tau adalah campuran air, pasir, agregat dan semennya beton, sekarang gue belajar komposisi tanah yang pas untuk menanam, Kebetulan ini keahlian Bokap gue juga, jadi gue bisa tanya-tanya ke Bokap. Yah ini sekarang masih beberapa hari berjalan sih, beberapa tanaman gue masih dalam proses penyemaian dan sebagian yang lain baru muncul tunasnya tadi pagi.
Gue sengaja nggak memilih sistem hidroponik karena penasaran dengan cara yang konvensional dulu. Gue memilih untuk menanam di pot-pot gantung dan juga polybag karena lebih fleksibel. Untuk permulaan ini gue mencoba untuk menanam pakcoy, kangkung dan tomat. Lalu rencananya akhir minggu ini gue akan menanam cabai. Seru juga sih, jadi sekarang setiap pagi sebelum WFH gue ngecek pertumbuhan tanaman-tanaman gue itu. Semoga aja bisa terus telaten dan tanaman gue tumbuh subur.
Menurut gue perlu juga sih selama ber WFH ini mencari aktivitas lain yang mau ditekuni. Biar lebih asik dan bermakna aja hari-hari yang kita jalanin. Temen gue banyak yang jadi aktif banget masak selama WFH ini, kayak nyoba-nyoba resep baru atau tetap aktif di komunitas-komunitas mereka dengan meeting via zoom dsb. Beberapa waktu yang lalu gue juga diajakin temen gue buat join suatu komunitas yang isinya anak2 muda yang aktif dan inspiratif banget. Karena hampir tiap minggu ini ngadain zoom meeting dengan tema yang menarik dan inspiratif. Kebetulan gue pertama kali ikut sesi bedah buku merka, dan dari sana gue dapet banyak insight. karena jujur aja gue lagi jarang banget baca buku sekarang.
Selama masa pandemi ini, kita emang jadi nggak bisa melakukan beberapa aktivitas yang dulu kita kerjakan karena pembatasan sosial. Tapi kita tetep bisa cari kegiatan baru yang bisa jadi substituennya. Well, selamat sore dari Bogor yang lagi diguyur hujan. Semoga pandemi ini bisa segera berakhir.