Sekilas tentang MSE Wall

MSE Wall adalah tema yang gue ambil buat TA gue kemarin. Tapi kayaknya nama MSE Wall ini masih belum familiar karena beberapa kali ketika gue ngobrol atau lagi interview, banyak yang masih mempertanyakan apa itu MSE Wall. Well, jadi apa sih MSE Wall itu?

mse-wall

credit to University of Kentucky Transportation Center

Gue sendiri tau MSE Wall dari senior gue, ketika gue mau TA dulu. Kebetulan dosbing kita sama. Thanks to him. MSE Wall sendiri kepanjangan dari Mechanically Stabilized Earth Wall. Secara sederhananya MSE Wall ini merupakan tipe retaining wall yang memanfaatkan kombinasi facing wall dan lateral reinforcement. Nah lateral reinforcementnya biasanya diinstall pada setiap ketebalan tertentu. Well, salah satu referensi yang dapat digunakan untuk melakukan desain dan juga analisis dari MSE Wall ini adalah FHWA -NHI-00-043 tentang MSE Wall dan kalau untuk versi Indonesianya kita bisa pakai Pedoman PU No. 003/BM/2009 tentang perkuatan tanah dengan geosintetik.

Komponen utama dari MSE Wall sendiri diantaranya facing wall, lateral reinforcement dan tentunya timbunan tanah yang kita gunakan. Karena menggunakan lateral reinforcement analisis yang dilakukan terhadap MSE Wall ini lebih mengarah pada analisis timbunan. Walau pada beberapa kasus juga dilakukan proses penggalian tanah asli. Jenis-jenis MSE Wall sendiri sangat beragam tergantung komponen lateral reinforcement atapun facing wall yang digunakan. Untuk lateral reinforcement umumnya digunakan material extensible seperti geogrid ataupun geotextile. Namun juga dapat digunakan material inextensible seperti metal strip. Sedangkan facing wall ataupun dinding muka yang digunakan juga beragam, dapat berupa dinding beton, gabion ataupun modul beton. Sedangkan untuk tanah timbunan disarankan untuk digunakan tanah granular, karena tanah granular cenderung memiliki kekuatan yang tinggi. Selain itu tanah granular juga mudah dikompaksi dan dapat meloloskan air. Well, drainase juga menjadi hal yang harus diperhatikan karena sangat mempengaruhi kekuatan tanah timbunan yang ada.

Analisis dan desain MSE Wall mulanya banyak menggunakan metoda Allowable Stress Design (ASD) namun saat ini desain MSE Wall sudah dapat menggunakan metoda Load and Resistance Factor Design (LRFD). Well nggak begitu banyak sih perbedaan diantara keduanya. Pemeriksaan stabilitas dari MSE Wall untuk keduanya juga dilakukan untuk stabilitas internal dan eksternalnya. Stabilitas eksternal pada MSE Wall merupakan stabilitas global dari MSE Wall. Dimana seperti analisis yang umumnya digunakan pada retaining wall: stabilitas terhadap sliding, guling dan bearing capacitynya. Sedangkan stabilitas internalnya lebih terfokus pada pemeriksaan tahanan dari lateral reinforcementnya.

Untuk pemodelan MSE Wall dapat dilakukan menggunakan software finite element seperti Plaxis ataupun Abaqus. Sebenarnya pemodelan dapat dilakukan juga menggunakan limit equilibrium method, hanya saja analisis yang dapat dialkukan hanya untuk stabilitas globalnya saja. MSE Wall cukup banyak digunakan di jalan-jalan ataupun di daerah pertambangan.

Nah gue rasa sekian dulu untuk bahasan MSE Wall ini.

4 thoughts on “Sekilas tentang MSE Wall

Leave a reply to Nabila Satwikawati Cancel reply