Masa Rehat Lagi

Jadi jalan di deket rumah gue lagi dicor di beberapa segmen dan mengakibatkan kemacetan yang luar biasa di jam-jam sibuk, jadinya gue harus berangkat pagi-pagi banget ke stasiun. Akhirnya gue harus nunggu dulu karena kepagian, sambil minum kopi dan ditemani lantunan musik dari White Lion

Well, setelah wisuda kemarin gue kira gue bakalan lebih rajin nulis tapi ternyata nggak hahaha. Kegiatan gue pasca wisuda di seminggu pertama terbilang sangat tidak produktif. Tapi setelah itu gue mulai bisa menyesuaikan irama hidup baru gue yang lebih santai dari jaman kuliah dulu. Seenggaknya selama masa rehat ini gue bisa menjalin lagi silaturahmi sama keluarga dan temen-temen sekolah gue dulu. Nemenin nyokap gue kemana-kemana, belanja, ke pasar, ke acara keluarga sampe bantuin arisan di rumah. Ketemu temen-temen sekolah yang beragam banget bahasannya. Lalu beberapa kali lari pagi di Sempur. Lalu yang paling epik adalah ketika gue janjian lari pagi sama temen gue di Sempur, tapi ternyata lapangannya dipake Sholat Ied Muhammadiyah. Akhirnya kita ninggalin lapangan dan muterin kebun raya.

Awal-awal masa rehat kemarin gue cuma santai-santai aja. Kegiatan gue didominasi sama nonton dan main game. Belakangan gue mulai merasa kalau ada yang salah dengan produktivitas gue. Akhirnya gue pergi ke toko buku dan berburu beberapa buku yang gue anggap menarik. Selagi masa rehat ini gue sadar bahwa gue bisa baca buku sebanyak-banyaknya, sebelum gue nanti disibukkan dengan pekerjaan.

Well jadi setiap gue janjian sama temen gue buat main, gue selalu menyempatkan untuk kabur sejenak ke Gramed. Beberapa bulan lalu gue suka banget baca buku self improvement atau buku-buku yang mengasah kreativitas gitu. Tapi belakangan gue ngerasa agak jenuh dengan buku-buku kayak gitu hahaha. Akhirnya gue lari ke rak buku-buku politik, yang sebenernya sebagian besar isinya biografi sih. Dari jaman SD dulu gue udah suka biografi, dulu gue bacanya seri tokoh dunia yang penyajiannya mirip2 komik. Gue masih bisa ingat dengan baik beberapa penggalan ceritanya kayaknya Walt Disney yang suka naik kereta-keretaan pas udah tua atau Hans Christian Andersen yang suka tiduran diatap rumahnya sambil berimajinasi. Lalu ketika gue SMA gue mulai suka nyari-nyari biografi kayak Che Guevara, Hellen Keller sampai Charlie Chaplin di perpustakaan sekolah. Bokap sama Nyokap gue sejak gue SMA emang mulai suka nyuruh untuk banyak baca buku. Yah mungkin mereka miris karena bacaan gue dari SD sampe SMA kebanyakan komik sama novel fantasy. Ketika gue kuliah gue mulai suka bacaan yang lebih variatif dan emang gue sadar kalau emang banyak manfaatnya.

Balik lagi, jadi waktu gue ke Gramed, gue nemu beberapa beberapa buku yang emang gue cari beberapa waktu lalu, yaitu bukunya Sjahrir sama Hatta yang diterbitin Tempo. Tempo sebenernya nerbitin 4 tokoh di series itu: Soekarno, Hatta, Sjahrir dan Tan Malaka. Secara pribadi gue suka dengan Hatta dan Sjahrir karena berbagai alasan, jadi 2 buku itu yang gue pilih dulu. Lalu gue juga tertarik dengan kisah hidup Tan Malaka yang suka menyamar disana-sini dan sifatnya yang lebih keras dibanding ketiga tokoh lainnya. Dan terakhir gue akan membaca Soekarno dan beraharap mendapat gambaran beliau dari sudut pandang yang berbeda. Jadi nampaknya buku Tan Malaka dan Soekarno akan gue baca nanti. Seri yang diterbitin Tempo ini karena penyampaian dan pemilihan kata per katanya menarik, setiap buku itu gue habiskan dalam sehari. Setelah selesai membaca, gue semakin mengagumi dua tokoh itu, Hatta dan Sjahrir. Gue juga merasa semakin tertampar. Di usia yang belia mereka sudah melakukan banyak hal-hal yang berarti untuk pergerakan bangsa ini dan pandangan mereka saat itu benar-benar jauh kedepan. Tujuan mereka nggak hanya untuk memerdekaan bangsa ini dari pemerintahan kolonial, tapi yang mereka inginkan adalah kesejahteraan rakyat kita secara merata. Seriusan banyak hal yang menarik yang dapat digali dari buku ini. Mulai dari ideologi sosialisme yang mendorong perjuangan mereka sampai hubungan antara para tokoh di dalamnya yang terkadang rumit.

Selain dua buku itu, sebelumnya gue sempat membeli buku Noam Chomsky yang berjudul “How the World Works”. Buku ini belum sempat gue selesaikan karena diselingi buku Sjahrir dan Hatta. Buku Noam Chomsky ini merupakan gabungan dari 4 tulisannya terdahulu. Di chapter pertama diceritakan berbagai hal tentang dominasi Amerika terhadap dunia,  rencana Amerika untuk mencipatakan dunia pasca perang dunia, dan intervensi Amerika terhadap beberpa negara di Amerika Selatan dan Dunia Ketiga. Buku Noam Chomsky ini memang sangat kompleks karena melibatkan banyak pihak di dunia Dan buku ini berhasil membuat gue berniat untuk menyelesaikan membaca kembali Mein Kampft milik Hitler yang sampai sekarang belum selesai.

Setelah selesai dengan buku Hatta dan Sjahrir, gue menjadi semakin tertarik untuk membaca lagi banyak-banyak buku yang berhubungan dengan sejarah Indonesia. Dan akhirnya gue mempostpone lagi buku Noam Chomsky. Gue memutuskan untuk membeli buku lain dan kali ini gue tertarik dengan buku Raffles and the British Invation of Java yang ditulis Tim Hannigan. Alasan awal gue membeli buku ini karena gue tertarik dengan sejarah pendudukan Inggris yang singkat atas Indonesia di masa kolonialisme Belanda dulu dan alasan kedua gue adalah kisah pribadi Raffles sendiri. Dari gue kecil dulu, setiap ke Kebun Raya, Bokap gue suka banget ngebaca puisi yang ada di monumen Olivia Raffles di Kebun Raya. Yah gue jadi penasaran aja seperti apa pribadi Raffles itu. Well, jadi setelah gue baca intro yang disampaikan Tim Hannigan, yang seorang Inggris, gue benar-benar tersadarkan untuk lebih memperdalam ilmu sejarah bangsa ini. Tim Hannigan sendiri adalah salah satu dari banyak jurnalis asing yang melakukan riset tentang sejarah Indonesia, sebagai orang Indonesia tentunya kita juga harus tergerak untuk mempelajari sejarah kita sendiri. Menurut hemat gue banyak hal yang bisa didapatkan dari sejarah, pelajaran-pelajaran berharga dan kita juga harus memahmi bagaimana perjuangan pendahulu kita.
Sebagai penerus bangsa, kita memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan mereka. Harapan-harapan mulia Hatta, Sjahrir, dan tokoh-tokoh lainnya untuk mewujudkan bangsa mandiri dan sejahtera akan menjadi tanggung jawab kita bersama. Gue juga semakin sadar bahwa kita hidup di dunia ini bukan hanya untuk diri kita saja. Bahwa ego diri harus dikesampingkan dan harus memegang teguh prinsip yang kita miliki.

Woooh nampaknya gue akan mulai mengantri di Peron dan naik kereta berikutnya. Gue udah lebih dari satu jam duduk disini. Nggak berapa lama lagi insyaAllah gue akan mulai kerja, mungkin setelah menyelesaikan membaca buku Tim Hannigan dan Noam Chomsky gue akan kembali lagi membaca buku-buku teknik sipil yang sudah lama tersimpan di dalam lemari-lemari gue hahaha.

Building Leadership the West Point Way

Building Leadership The West Point Way“Mari kita menghadapinya – di medan perang, setiap orang merasa takut. Hidup ini membuat kita semua menjadi pengecut. Apa yang mendefinisikan kita adalah bagaimana kita merespon kehidupan ini dan berbagai tantangan yang ditempatkan di hadapan kita”

Selamat Pagi dari Surakarta,

Setelah agak lama tidak menulis, akibat disibukan oleh TA dan lain sebagainya, kali ini saya menyempatkan diri lagi untuk menulis. Kali ini saya akan membahas sebuah buku yang berjudul “Building Leadership the West Point Way“. Buku ini ditulis oleh Mayor Jendral Joseph P. Franklin, seorang lulusan West Point yang juga memegang dua gelar master dari MIT untuk bidang teknik sipil dan teknik nuklir. Di dalam buku ini Mayjen Joe membagi pelajaran-pelajaran berharga dan pemikirannya mengenai kepemimpinan yang dia peroleh selama di West Point. Kepemimpinan adalah bagaimana kita dapat mengatasi orang-orang yang bekerjasama dengan kita. Seorang pemimpin harus mengenal betul pekerjaan yang harus diselesaikan bawahannya. Tugas pemimpin bukanlah menyelesaikan pekerjaan tersebut, namun menciptakan atmosfir senyaman mungkin agar para bawahan dapat menyelesaikan pekerjaan mereka. Kepemimpinan adalah tentang mendelegasikan kewenangan, mendorong lahirnya inovasi, mendampingi dan mengambil tanggung jawab. Di dalam buku ini Mayjen Joe menyampaikan 10 hal prinsipil di dalam kepemimpinan yakni:

  1. Tugas
  2. Kehormatan
  3. Iman
  4. Keberanian
  5. Ketekunan
  6. Rasa percaya diri
  7. Kemampuan untuk dapat didekati
  8. Kemampuan untuk beradaptasi
  9. Kewelasasihan
  10. Visi

Salah satu bagian yang cukup saya ingat dengan baik dari buku beliau ini adalah kalimat ini “Tugas bukan berarti mengikuti dengan membuta. Tugas artinya mengerti apa yang harus dilakukan, dan melakukannya tanpa memandang perasaan yang mungkin dirasakan secara pribadi.” Tugas dan kedisiplinan memiliki hubungan fundamental yang tak terpisahkan. Seringkali kedisiplinan ini dibutuhkan ketika kita dihadapkan pada tugas yang sebenarnya tidak kita sukai. Seorang pemimpin adalah mereka yang berada di garda terdepan, entah itu di medan perang atau pun di ruang organisasi, dan mereka melakukan apa yang harus dilakukan (meskipun itu adalah sesuatu yang tidak mereka inginkan atau tak menyenangkan). Para pemimpin melakukan tugas-tugas itu dengan tegas dan tidak menggerutu. Saya rasa buku yang ditulis oleh Mayjen Joe ini disampaikan dengan sangat baik. Beliau menyampaikan melalui pengalaman-pengalaman yang dialaminya selama di West Point dan juga setelahnya. *** Well dari buku ini secara garis besar saya merangkum 10 poin prinsipil di dalam kepemimpinan sebagai berikut

1. Tugas adalah suatu pekerjaan yang harus diselesaikan, tidak dikerjakan dengan membuta, dimengerti dan dipahami KEBENARANNYA. Dilakukan tanpa melibatkan perasaan (entah itu sebenarnya tidak mengenakkan untuk pribadi dsb) dan tidak menggerutu. Oleh karena itu seringkali DIBUTUHKAN KEDISIPLINAN untuk diri sendiri.

2. Kehormatan adalah yang utama, apa-apa yang kita lakukan harus sesuai dengan kode-kode yang berlaku. Kita harus berani memilih kebenaran yang lebih berat sebagai ganti ketidakbenaran yang lebih ringan. Seringkali hubungan-hubungan antar pribadi terasa lebih dalam dibandingkan kode-kode yang berlaku di luar diri, namun bukan berarti kita membiar orang-orang disekeliling kita melanggar kode-kode itu begitu saja. Kita tidak bisa menutup mata, kita harus berani mengonfrontasi mereka dengan maksud MELURUSKAN.

3. Keimanan atau kepercayaan diperlukan di dalam suatu hirarki kepemimpinan. Seorang bawahan harus memiliki kepercayaan pada atasannya, bahwa ia dapat diandalkan dan memberi teladan. Sebaliknya seorang atasan harus memiliki kepercayaan bahwa bawahannya akan mengerjakan tugasnya dengan baik. Seorang pemimpin juga harus memiliki kepercayaan bahwa pekerjaan atau tugas yang mereka pikul bersama dapat terselesaikan. Mereka bersama-bersama juga harus memiliki keimanan yang besar mengenai tujuan mereka.

4. Banyak tindakan tak semestinya yang sering disalahartikan sebagai keberanian. Hanya terdapat perbedaan tipis antara tindakan ceroboh dan tindakan yang gagah berani. Seorang pemimpin yang baik HARUS BERANI menugaskan seseorang walaupun ia tak yakin orang tersebut mampu menyelesaikannya. Terkadang mengerjakan semuanya sendiri adalah cara termudah dalam menyelesaikan tugas. Oleh karena itu diperlukan suatu keberanian untuk menugaskan bawahan tersebut meskipumn terdapat resiko di dalamnya.

5. Ketekunan adalah suatu karakter yang mengagumkan dan sangat mudah terlihat. Kemampuan untuk menuntaskan sesuatu, merampungkan apa yang sudah dimulai, merupakan suatu tindakan kritikal untuk mencapai gol apa saja dan bukan saja karena setiap perjalanan adalah serangkaian langkah-langkah kecil. Tidak ada jalan pintas untuk keringat dan kerja keras. Tidak mungkin mendapatkan semuanya sekaligus, terkadang kita akan mendapati diri sendiri dalam situasi dimana kita tidak mungkin mencapai semua yang ada di piring kita dan ini adalah waktu untuk menetapkan prioritas.

6. Ada tiga tipe rasa percaya diri yang esensial di dalam kepemimpinan. Yang pertama adalah rasa percaya diri di dalam melontarkan saran atau perintah. Yang kedua adalah rasa percaya terhadap diri sendiri yang membuat kita nyaman untuk meminta nasihat. Lalu yang terakhir adalah rasa percaya diri untuk dapat bergantung pada bawahan, mendelegasikan otoritas dan melangkah mundur untuk membiarkan mereka melakukan tugasnya.

7. Seorang pemimpin yang baik adalah seseorang yang mau didekati. Dimana ia mau bercakap-cakap dengan bawahannya, dan sebaliknya bawahannya juga mau bercakap-cakap dengannya. Jika suatu organisasi ingin berjalan dengan baik maka para bawahan harus merasa bahwa mereka dapat meminta bimbingan dan pertolongan kepada para pemimpin mereka; mereka harus dapat mengaku jika mereka berbuat suatu kesalahan.

8. Keadaan selalu berubah dan manusia harus belajar beradaptasi atau jika tidak mereka akan mendapati diri mereka tertinggal. Tugas utama seorang pemimpim adalah membangun sebuah tim, yang merupakan suatu upaya kreatif yang membutuhkan kemampuan beradaptasi yang sangat tinggi.

9. Kewelasasihan merupakan suatu garis halus antara bersikap terlalu keras dan bersikap terlalu lembut. Jika tidak ada kewelasasihan pada akhirnya kita akan kehilangan respek dan juga etos kerja dari bawahan. Lalu di posisi mereka kita akan merasakan atmosfir ketakutan dan ketidakpercayaan.

10. Visi merupakan prinsip kepemimpinan yang paling penting. Ia menuntut seorang pemimpin untuk terus menerus menciptakan suatu lingkungan dimana para bawahan dapat berfungsi dalam tingkatan yang tinggi dan melaksanakan semua tugas yang disyaratkan.

Kira-kira itu adalah 10 poin penting yang dapat saya sarikan dari buku yang ditulis Mayjen Joe ini. Sebagai penutup saya akan memberikan salah satu kalimat menarik yang dikutip dari buku beliau:

“Beberapa orang adalah petarung, beberapa orang yang lain adalah penyair sedangkan beberapa orang yang lain lagi adalah keduanya”

Be A Smart Job Seeker

Beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 30 April – 2 Mei kampus gue ngadain ITB Integrated Career Days. Acara ini diadain 2 kali setahun, biasanya di bulan Mei dan Oktober. Ini kali kedua gue ikut kepanitiaan di Career Days. Kepanitiaan kemarin gue jadi LOnya Bank Mandiri Group. Selain orang-orang mandiri yang friendly banget kita juga dapet banyak pembelajaran. Awalnya gue cukup bimbang untuk ikut atau nggak di kepanitiaan kali ini karena gue udah mahasiswa tingkat akhir. Cukup banyak temen-temen seangkatan gue yang dateng ke acara ini sebagai job seeker. Well, jadi LO emang capek, tapi banyak pembelajaran yang bisa kita ambil. Selama 3 hari ikut job fair kemarin gue mulai mengamati bagaimana seharusnya jadi job seeker yang baik di job fair.

1. Tau Perusahaan Peserta Job Fair. Menurut gue ini penting, jadi kita nggak buta-buta banget pas dateng ke job fair. Dengan tau ada perusahaan apa aja, kita mulai bisa menentukan kira-kira perusahaan apa aja yang sesuai dengan bidang kita. Dengan begitu pas dateng ke job fair kita udah punya tujuan, mau kemana aja dan waktu kita nggak terbuang sia-sia. Nah yang nggak kalah pentingnya, kalau misalnya kita berminat ke salah satu perusahaan, kita sebisa mungkin tau gambaran umum perusahaan itu seperti apa.

2. Persiapkan Kelengkapan Administrasi. Kelengkapan administrasi semacam CV, transkrip, pas foto dan lain sebagainya harus dipersiapkan dengan baik. Metode rekruitmen di job fair juga macem-macem banget, tergantung dari perusahaannya. Ada yang memerlukan perlengkapan fisiknya, soft filenya atau kita cukup menginput data kita aja. Oleh karena itu kita harus persiapkan semuanya, untuk kelengkapan fisik sebisa mungkin kita sediakan beberapa eksemplar. Nah, salah satu keuntungan udah tau tujuan perusahaan yang kita minati apa aja adalah kita bisa memperkirakan berapa banyak dokumen yang harus kita siapkan. Untuk soft file tentu kita harus nyiapin flash disk buat nyimpen dokumen-dokumen yang kita butuhkan.

3. Cari Tau Perusahaan yang Kita Minati Buka Lowongan di Posisi Apa Saja.Umumnya perusahaan-perusahaan peserta job fair selalu nampilin lowongan apa aja yang lagi dibuka, mengenai posisinya serta requirement apa aja yang dibutuhkan. Bisa di brosur, banner atau papan pengumuman di booth mereka. Jadi sebaiknya kita baca dulu, pahami seperti apa dan cocokan requirement yang mereka minta dengan diri kita. Setelah itu kita bisa tanya-tanya lebih jauh sama orang-orang dari perusahaannya langsung. Well, tapi gue rasa seringkali kita males baca dan lebih milih untuk nanya langsung. As long as perusahaannya nggak rame-rame banget sih oke-oke aja, tapi seringkali jumlah job seeker nggak sebanding sama sdm dari perusahaannya. Dan beberapa perusahaan juga menginginkan para job seeker membaca terlebih dahulu sebelumnya. Yah gue rasa itu aja sih secara umum yang gue dapet kemarin. Kalau kalian masih mahasiswa tingkat 2 atau tingkat 3 menurut gue ikut kepanitiaan ini menarik juga, karena kita bisa tau proses rekruitmen perusahaan itu kayak apa. Kita juga bisa ngobrol-ngobrol langsung sama orang-orang dari perusahaannya dan dapet banyak pembelajaran dari sana.

Oke, sekian.

4/17/2015

Gue nampaknya bakal hiatus dulu sampe gue kelar sidang. Setelah sidang nanti gue berencana bakal bikin video tutorial software-software yang gue pake, karena seriusan ada satu software yang dicarinya susah banget tutorialnya. Semoga TA dan sidang gue serta teman-teman gue berjalan lancar.  Bentar lagi gue juga bakal meninggalkan Bandung nampaknya.

Gue akan kembali setelah sidang selesai, bye.

Neverending TA

Wah udah lama nggak nulis disini, saat ini gue masih berkutat dengan TA yang never ending, yah tapi semoga segera berakhir dengan mulus. Long weekend ini gue nggak jadi balik karena kecerobohan gue membaca hasil running struktur yang gue desain. Karena kemarin lagi ribet beresin buku-buku yang udah nggak kepake dan disambi ngerunning plaxis, dengan ajaibnya gue baca deformasi yang harusnya 60 cm jadi 6 m. Tiba-tiba gue jadi panik dan memutuskan buat nggak jadi balik. Yah bayangin aja tanah deformasi 6 meter bahkan sebelum dibebanin apa nggak bikin panik duluan, udah bisa jadi basement itu 6 meter. Terus pas besoknya gue bawa hasil desain gue ke Dosbing gue, dengan polosnya gue menjelaskan duduk perkaranya

“Pak jadi saya udah desain di Plaxisnya nih Pak, tapi deformasinya besar sekali di arah vertikalnya Pak, sampai 6 meter errr”

“Lho yang mananya 6 meter Bil? Itu 60 cm kan”

He?”

Gue merasa konyol banget saat itu tapi di sisi lain seneng juga karena tanah gue nggak jadi jeblos 6 meter hahaha. Tapi terus gue agak nyesel karena gara-gara itu nggak jadi balik ikut bareng Bokap gue. Tapi yaudahlah, macet banget juga long weekend gini. Yah semoga dengan nggak pulangnya gue di long weekend ini bisa membuat gue lebih produktif mengerjakan TA gue. Tapi nyatanya seharian ini gue belum menemukan mood yang bagus buat sekedar nulis doang. Seharian tadi gue malah mainin lagi NFS Most Wanted gue, gara-gara habis nonton Fast and Furious 7. Racer wannabe gitu ceritanya, padahal sampe sekarang gue belum berani bawa mobil di jalan. Semoga kelar TA gue dimudahkan buat bawa mobil di jalan. Fast and Furious 7 ini emang bagus banget sih apalagi ini terakhir kalinya Om Paul Walker main disana.

Oh iya beberapa waktu lalu gue dipinjemin buku sama temen gue judulnya “ Le Petit Prince” bagus tuh. Ringan tapi maknanya dalam. Menurut gue penulisnya oke banget, karena dia bisa menyampaikan pesan yang sangat mendalam lewat cerita sederhana dengan bahasa yang juga ringan.  Bisa jadi bacaan anak-anak dan juga orang dewasa sih, tapi menurut gue orang dewasa akan lebih paham maknanya. Terus setelah itu gue jadi penasaran nyari ebooknya, tapi belum nyari sih, nanti aja, kelar TA.

Selain itu ada lagi buku bagus yang gue nggak beres-beres bacanya dari dulu, karena dia nggak continue gitu. Jadi kontennya emang dari satu chapter ke chapter lain nggak berhubungan, terus gue bacanya ngacak gitu, tergantung chapter apa yang gue buka, nggak tau kenapa yang random-random emang lebih asik. Oh iya ini bukunya Rolf Dobelli, The Art of Thinking Clearly, isinya tentang hal-hal bias dan asumsi-asumsi yang ngebentuk pola pemikiran orang kebanyakan gitu. Karena per chapternya juga nggak begitu banyak, biasanya gue iseng-iseng baca kalau lagi kosong atau bosen.

DSC_0532

Terussatu lagi buku yang lagi gue baca bukunya Mohammad Hatta yang judulnya Demokrasi Kita, isinya kumpulan pemikiran-pemikiran beliau tentang demokrasi dan kedaulatan gitu. Di bagian akhirnya ada beberapa surat-surat yang beliau sampaikan ke Soekarno ketika Soekarno masih menjabat sebagai Presiden RI. Beliau menyampaikan pandangannya dan memberikan masukan-masukan pada Soekarno mengenai berbagai masalah yang terjadi saat itu. Menurut gue ini nunjukin kepedulian beliau yang besar akan keadaan Indonesia saat itu. Yang ini memang bahasannya lebih serius dibanding dua buku sebelumnya.

DSC_0533

Dapetin mood buat TA emang seringkali susah sih, nggak tau kenapa, padahal tinggal dikerjain aja. Tapi emang ujian datang silih berganti, nemu buku bagus misalnya, kadang pas lagi di tengah-tengah baca buku itu gue mikir

“Bil, kenapa buku ini yang lu buka? Sana buka buku geoteknik yang sudah lu biarkan hibernasi berhari-hari”.

Yaaah tapi yang jelas ngerjain TA gini harus dibikin enjoy aja sih wkwkwk. Di tingkat akhir gini juga waktunya buat menikmati berbagai hiburan yang disediakan unit-unit di kampus. Karena kaum veteran yang sedang berjuang dengan TAnya kayak gue gini emang sangat butuh hiburan buat menaikkan mood sehingga jadi kembali produktif hahaha.

3/11/15

Agaknya gue nggak bisa tidur malam ini, nggak tau kenapa. Temen gue, Maryam, baru aja ulang tahun dan kamar gue jadi basecamp dadakan buat ngumpul anak-anak sekosan. Selamat ulang tahun yam, semoga makin jago main badminton dan cepet dapet kerja biar bisa traktir gue.

Minggu lalu Bokap gue nyuruh gue balik buat diskusi sesuatu, menyangkut masa depan gue, bukan yang aneh-aneh kok. Setelah terjadi sedikit perubahan rencana, akhirnya Bokap gue merestui jalan yang akan gue ambil kedepan. Thanks Pa. Nyokap gue udah merestui jauh-jauh hari. Bokap gue sempat khawatir awalnya dan beliau juga bilang kekhawatiran Nyokap gue pasti lima kali lipat lebih parah dari Bokap gue. Well, kata Nyokap Bokap gue emang gue banyak maunya. Tapi yah gimana lagi. Toh hidup cuma sekali hahaha.

Nah, sekarang kira-kira persiapan udah 80% kurang essay yang maha panjang dan sulit itu menurut gue. Semangat Bil! Entah kenapa kemampuan gue nulis essay itu super parah, rasa-rasanya ide dari kepala gue itu susah banget keluarnya. Writing gue selalu dikomentarin guru gue juga gara-gara terlalu pendek. Agaknya emang gue susah banget basa-basi kalau lagi nulis.

TA gue nunggu antrian dulu buat dikerjain karena ada yang lebih mendesak haha. Tapi beneran deh, ketika lu punya tujuan asik untuk dikejar lu bakal lebih semangat ngejalanin hidup. Terus yang penting lagi kita harus persisten sama tujuan kita dan kita juga harus mengeksekusi rencana-rencana kita. Karena kalau hanya rencana dan nggak eksekusi omong kosong namanya. Oke, karena harus ada yang diselesaikan, gue rasa sekian dulu.

Step Out!!

Beberapa minggu lalu atau sekitar sebulan yang lalu gue udah memantapkan hati buat memilih sesuatu. Saat itu gue sangat yakin akan keputusan yang gue ambil tapi nggak tau kenapa, hari ini gue sedikit ragu. Keragu-raguan muncul ketika gue udah jalan sekitar 70% dan batas waktu tinggal beberapa hari lagi. Nggak tau kenapa. Hal yang bisa gue lakukan sekarang memastikan bahwa diri gue sebenarnya akan baik-baik saja. Ini sebenarnya keputusan yang besar dalam hidup, bisa dibilang begitu, ketika kita keluar dari zona-sangat-nyaman kita. Saat ini gue memang bisa dikatakan berada dalam zona nyaman gue, gue sekolah nggak jauh dari rumah gue. Kira-kira sebulan bisa pulang dua kali sembari melepas rindu dengan keluarga, gue termasuk ke dalam mayoritas di lingkungan gue, dan gue dikelilingi teman-teman yang luar biasa. Gue bersyukur di lahirkan di Indonesia ini. Gue belum pernah berpisah begitu jauh dengan orang tua gue. Ketika gue KP satu bulan di Solo bahkan Nyokap Bokap gue menyempatkan untuk menengok gue. Mungkin memang sudah waktunya untuk gue keluar dari zona nyaman gue. Keluar ke dunia yang luas ini dan mengamati Indonesia dari kejauhan. Barangkali gue akan lebih mencintainya, karena terkadang kita membutuhkan jarak untuk dapat melihat dengan jelas. Lalu bukankah gue juga pernah mengatakan bahwa gue nggak mau jadi katak dalam tempurung? dan bahwa dunia ini terlalu luas untuk dilewatkan? Yep, gue sempat berpikir ulang barusan. Ketika nyokap gue menutup telpon, gue berpikir kalau gue berpisah berbulan-bulan dengan nyokap gue itu seperti apa rasanya? Jauh dari keluarga, jauh dari teman-teman yang sangat dikenal dengan baik selama berbulan-bulan seperti apa rasanya? Rindu? Sudah pasti.

“If it doesn’t challenge you. It doesn’t change you!”

Tapi mungkin di balik semua itu kita bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri, kita bisa berubah menjadi lebih baik lagi. Satu hal yang harus diingat adalah kita tak pernah benar-benar sendiri, karena Allah selalu bersama kita. Maka yang bisa gue lakukan malam ini adalah berdoa untuk memantapkan hati. Keputusan akhir tentu ada di tangan Allah. Kita sebagai manusia hanya mengusahakan dan Allah selalu mengatur rencana yang paling indah untuk hamba-Nya. Semoga gue mendapat hasil yang terbaik.

22

“We’re happy, free, confused, and lonely at the same time
It’s miserable and magical.”

– 22, Swift –

Februari udah berakhir dan hari ini udah masuk Maret. Februari lalu, banyak hal yang terjadi. Seneng, bingung dan galau karena TA ngak kunjung kelar. Ooops TA

Awal tahun ini ada 2 orang temen gue yang balik dari exchangenya. Nisa yang baru balik dari KAIST dan Arthur yang baru balik dari Porto. Kece-kece emang mereka wkwkwk. Gue masih menunggu untuk tiba giliran gue nantinya 😀

Laskar SoloWelcome home lah Arthur!!

Laskar Solo sekarang udah komplit lagi  😀

Terus temen SMA gue juga ada yang main ke Bandung, agaknya doi melarikan diri dari skripsinya sejenak. Ngajak keliling Bandung, keluar masuk distro dan dikit-dikit berenti di tempat makan.

DSC_0238

Terimakasih atas kunjungannya Amei dan juga Euis atas dukungannya wkwk. Sampai jumpa di lain waktu 😀

Terus akhirnya batch kedua proyek gue dan temen-temen kelar produksi. Sayang animo konsumen sangat rendah dan bisnis masih mandek. Rasa-rasanya kita harus putar otak banget untuk proyek ini kalau mau dilanjutin

Terus tanggal 22 lalu gue tambah tua. Nyokap gue bilang kalau gue harus udah dewasa sekarang. Wow sangat cepat sekali waktu berlalu. Hahaha thank you buat temen-temen semua yang walaupun sering gue isengin tapi tetep menyempatkan waktunya buat temen kalian yang kece ini. Tapi percayalah, gue sedang berusaha untuk mengurangi kadar keisengan gue sekarang

DSC_0170

Tengkyuu temen-temen Sipil 2011, walaupun gue keluar di saat yang nggak tepat. Tapi gue sudah cukup terkejut pas liat kalian di luar UKSI. Semoga tingakat 4 kita serta TA kita dilancarkan. Aamiin

DSC_0221

Tengkyuu  Fitri, Rina, Bena, Yaya, kalau ini gue kaget beneran. Parah sih kalian bisa masuk kosan hahaha. Lancar ya TA kita, semoga sukses. Aamiin.

20150301_122302

Tengkyuu juga, Kakak-kakak dan adik-adik kosan 81. Kalian juga sangat mengejutkan hahaha. Keren nasi tumpengnya seperti totem 😀

Jadi yah, Februari ini memang macem-macem banget sih, happy karena 2 orang temen pulang ke indo, karena kunjungan temen sma, karena perhatian keluarga dan temen-temen di sekeliling gue. Tapi yah ada juga proyek yang masih mandek dan TA yang belum kelar juga. Karena hidup itu kayak ular tangga, kadang ketemu tangga dan bisa naik, kadang dapet dua angka enam jadi bisa jalan dua kali, atau kadang ketemu ular dan meluncur ke bawah. Tapi yang jelas, gue harus tetap semangat!!

Kalau kita ada kemauan dan usaha, pasti ada jalan. If there’s a will, there’s a way. Seiring dengan semakin menuanya gue, gue juga harus berubah jadi dewasa. Walaupun, seorang temen gue ada yang ngucapin kayak gini

sketch-1425199003614~2

Emang, ada-ada aja sih itu temen gue. Tapi biarlah. Pokoknya gue akan berusaha dan gue yakin pasti gue akan menjadi dewasa hahaha. Dan gue juga yakin bahwa TA gue akan segera kelar dan gue bisa menikamti hidup yang indah ini hahaha.

Oke, sekian gue mau siap-siap dulu buat nonton konsernya unit gue pas TPB dulu, KPA. See yaa 😀

Palsu

Kita hidup di dunia yang sangat nyata kefanaannya ini untuk terus mencari kebenaran, bukannya begitu?

Entahlah, sibuk berpikir keras tentang para pemeran di panggung sana dan sang sutradara masih berkoar-koar memberi aba-aba. Disini hanya diam dan berpikir saja apa ada gunanya?

Apakah suatu saat nanti akan tiba masanya ketika kita lelah dengan kepalsuan dunia?

Terkadang aku takut jika akhirnya aku menjadi seorang apatis

Fokus

Waktu yang tersisa tinggal 2 minggu lagi. Banyak yang harus diselesaikan tapi waktu cepat sekali berlalu dan godaan-godaan datang silih berganti. Pada dasarnya yang gue perlukan cuma semangat dan kesadaran. Kepulangan salah seorang temen gue dari studi singkatnya di luar awal tahun kemarin nggak tau kenapa membuat gue semangat lagi.

Karena gue nggak mau jadi katak dalam tempurung dan bumi ini terlalu luas untuk dilewatkan begitu saja. Banyak yang belum gue datangi, sangat banyak.

Yah setidaknya malam ini gue akan fokus dahulu pada satu hal.